Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Organisasi Pencak Silat di Solo Tekankan Keselamatan Atlet Lewat Cara Ini

Niko auglandy • Minggu, 25 Januari 2026 | 23:20 WIB

PEMAPARAN: IPSI Solo gelar workshop Peraturan Pencak Silat Nasional 2026, Minggu (25/1).
PEMAPARAN: IPSI Solo gelar workshop Peraturan Pencak Silat Nasional 2026, Minggu (25/1).
 

RADARSOLO.COM – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Solo menggelar workshop Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional 2026 di GOR Tapak Suci, Sumber, Minggu (25/1). Kegiatan ini diikuti wasit, juri, pelatih, serta perwakilan perguruan pencak silat se-Kota Solo.

Ketua IPSI Kota Solo Ito Indrayana Rangga Wangi mengatakan, workshop ini digelar sebagai upaya mempererat silaturahmi antara aparatur pertandingan dan perguruan.

Sekaligus, membedah serta menyamakan pemahaman terhadap peraturan pertandingan terbaru yang akan diterapkan pada musim kompetisi tahun ini.

Workshop ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum pemahaman dan pembedahan materi peraturan pertandingan yang baru, sehingga seluruh aparatur memiliki persepsi yang sama,” kata Ito.

Dia menegaskan, kegiatan ini sangat penting mengingat adanya sejumlah perubahan aturan dan regulasi pertandingan. Melalui workshop tersebut, IPSI Solo berharap para wasit, juri, dan pelatih mampu memahami regulasi terbaru secara menyeluruh agar dapat menjalankan tugas dengan profesional.

“Dengan aturan yang berubah, pemahaman aparatur pertandingan harus diperbarui agar pelaksanaan pertandingan ke depan berjalan sesuai regulasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ito menyebut target utama dari workshop ini adalah mencetak aparatur pertandingan yang memiliki pemahaman terukur, profesional.

  Serta, mampu mengemban tugas dengan baik. IPSI Solo juga menargetkan terciptanya pertandingan yang aman dan meminimalkan risiko cedera.

“Kami ingin aparatur pertandingan mampu bertugas secara optimal dan mengedepankan prinsip zero accident,” tegasnya.

Dalam substansi materi, Ito menjelaskan salah satu perubahan paling krusial dalam Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional 2026 adalah aturan perolehan poin pada teknik bantingan. Perubahan ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden fatal yang pernah terjadi di masa lalu.

“Beberapa teknik bantingan kini dikategorikan sebagai pelanggaran berat agar tidak kembali terjadi insiden yang merenggut korban jiwa,” jelasnya.

Terkait aspek keselamatan atlet, Ito menegaskan bahwa regulasi terbaru tetap memberikan penekanan kuat pada unsur safety. Bahkan, peraturan pertandingan terbaru dinilai lebih aman dibanding regulasi sebelumnya.

“Dalam pertandingan, kaidah silat tetap wajib diterapkan mulai dari sikap pasang, pola langkah, serang-bela, hingga diakhiri sikap pasang. Jika kaidah silat tidak diterapkan, maka poin tidak akan masuk meskipun serangan dilakukan di area sah,” paparnya.

Menurut Ito, penerapan kaidah silat tersebut menjadi ciri khas pencak silat sebagai cabang bela diri, sekaligus pembeda dengan olahraga bela diri lainnya. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
#workshop #silat #ipsi