Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Generasi Baru Tunggal Putra Indonesia Tunjukkan Kelasnya, Performa Zaki dan Alwi Farhan Jadi Sorotan

Niko auglandy • Rabu, 4 Februari 2026 | 09:30 WIB
DUTA BANGSA: Alwi Farhan (kiri) dan Moh. Zaki Ubaidillah usai menjalani semifinalThailand Masters (31/1/2026).
DUTA BANGSA: Alwi Farhan (kiri) dan Moh. Zaki Ubaidillah usai menjalani semifinalThailand Masters (31/1/2026).

RADARSOLO.COM - Kualitas tunggal putra Indonesia makin menunjukkan tajinya. Meski publik masih menaruh harapan besar pada dua bintang senior, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, generasi muda kini unjuk gigi.

Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah jadi bukti nyata bahwa masa depan tunggal putra Tanah Air cerah.

Duel kedua atlet muda ini memanas di babak semifinal Thailand Masters 2026 yang berlangsung di Patumwan (31/1/2026). Dalam laga itu, Zaki Ubaidillah sukses menaklukkan Alwi Farhan dengan skor 21-18, 21-14.

"Lawan Alwi, dia sangat ngotot, terutama di game pertama. Tempo permainannya rapet, pukulan banyak, tapi akhirnya saya bisa menang game pertama. Setelah itu dia agak goyah saat saya kejar," ungkap Zaki.

"Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa masuk final. Target awal pribadi memang cuma semifinal," tambahnya.

Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang revans bagi Zaki, mengingat keduanya pernah bertemu di final SEA Games 2025 di Pathum Thani, Thailand, pada 14 Desember 2025. Saat itu, Alwi Farhan keluar sebagai pemenang lewat rubber game 13-21, 21-8, 21-12.

Alwi sendiri datang ke Thailand Masters 2026 dengan modal juara Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Jakarta, 25 Januari lalu.

Namun, Zaki – akrab disapa Ubed – tampil lebih matang di turnamen Thailand, dan akhirnya meraih gelar juara di final yang menegangkan menghadapi Panitchaphon Teeraratsakul. Skor akhir 21-19, 20-22, 21-19 menjadi bukti ketangguhan Ubed.

Usai laga, Zaki mengaku perasaan campur aduk.

"Sangat luar biasa senang, tidak nyangka bisa juara. Sempat ketinggalan di game pertama, tapi saya tidak mau menyerah. Pelatih terus mengingatkan untuk tetap fokus karena sebelum poin 21, masih bisa dikejar," ujar Zaki.

Meski mendapat tekanan dari dukungan suporter tuan rumah, hal itu justru membuatnya semakin termotivasi.

Kemenangan ini ia persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum, dan semua pihak yang mendukungnya. Zaki pun menegaskan ambisinya ke depan, berharap bisa meraih gelar Super 500 ke atas dan terus mengukir prestasi lebih tinggi lagi. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
#alwi farhan #Antony Ginting #zaki ubaidillah #Jonatan Chirstie #bulu tangkis