RADARSOLO.COM-Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Klaten sukses menyelenggarakan Liga FESPATI Seri 1 Tahun 2026 di Asadad Ayub Camp, Klaten beberapa waktu lalu.
Mengusung tema “Mengamalkan Sunnah, Menjalin Ukhuwah,” ajang ini menjadi panggung bagi para pegiat panahan horsebow (busur tanpa sandaran panah) untuk unjuk gigi sekaligus bersilaturahmi.
Kompetisi yang diikuti oleh 65 peserta ini melombakan berbagai kategori usia. Mulai dari dewasa hingga anak-anak (U18, U12, U9).
Namun, perhatian seluruh penonton tertuju pada sosok Salman Abdul Aziz, atlet muda berbakat dari Binora Archery.
Meski baru berusia 8 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SD, Salman menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menyabet dua medali emas sekaligus di kategori U9 dan U12.
Keberhasilannya mengalahkan peserta yang lebih senior di kategori U12 menjadi bukti nyata kematangan teknik dan mental yang ia miliki.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Klaten, Djoko Sutrisno memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi FESPATI dalam membina olahraga tradisional di wilayah Klaten.
Menurutnya, liga tersebut bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan bagian dari pembangunan karakter generasi muda.
"Kami di KORMI sangat mendukung kegiatan seperti Liga FESPATI ini. Panahan horsebow adalah olahraga masyarakat yang memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat," ujar Djoko.
Melihat bibit muda seperti Salman berprestasi, Ia optimistis ekosistem panahan tradisional di Klaten akan semakin maju. Baik di tingkat regional maupun nasional,
"Tujuan utama dari Liga FESPATI Klaten ini yakni pembinaan Berkelanjutan: Menjaring bibit atlet sejak usia dini (U9 dan U12). Sekaligus enyediakan panggung bagi klub-klub panahan lokal untuk mengukur kemampuan.
Baca Juga: KIKY Run 2026 Sukses Digelar, 6.000+ Pelari Ramaikan Pamedan Pura Mangkunegaran Surakarta
Diharapkan melalui gelaran tersebut dapat memperkuat posisi Klaten sebagai salah satu lumbung atlet panahan tradisional yang disegani.
Dengan suksesnya Seri 1 tersebut, FESPATI Klaten berkomitmen untuk terus menggulirkan seri-seri berikutnya. Guna memastikan ritme latihan dan mental bertanding para pegiat panahan tetap terjaga.
Di sisi lain, penyelenggaraan seri pertama tersebut terasa spesial karena bertepatan dengan suasana Ramadhan.
Kegiatan tidak hanya diisi dengan suara busur, tetapi juga diakhiri dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang hangat. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono