Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Alwi Farhan Tersingkir di All England 2026, Ini Pengakuannya Usai Kalah dari Kunlavut

Niko auglandy • Senin, 9 Maret 2026 | 08:10 WIB

Alwi Farhan saat bertanding di ajang All England Open 2026.
Alwi Farhan saat bertanding di ajang All England Open 2026.

RADARSOLO.COM - Pebulu tangkis muda Indonesia Alwi Farhan harus mengakhiri langkahnya di babak perempat final turnamen bergengsi All England Open 2026.

Bertanding di Birmingham pada 6 Maret 2026, Alwi takluk dari unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 17-21, 12-21.

Usai pertandingan, Alwi mengakui belum puas dengan performanya meski tetap bersyukur bisa tampil hingga babak delapan besar.

Menurutnya, permainan di awal gim pertama sebenarnya sudah berjalan sesuai rencana. Namun, situasi berubah setelah interval ketika Kunlavut mengubah pola permainan.

“Sebenarnya dari start gim pertama sudah benar, tapi setelah interval pertama Kunlavut berubah pola dan saya kurang bisa mengantisipasi dengan cepat. Itu kesalahan saya,” ujar Alwi.

Pada gim kedua, Alwi juga sempat mengalami kendala ketika sepatunya rusak di awal pertandingan. Meski sempat mengganggu konsentrasi, ia menegaskan bahwa insiden tersebut bukan alasan utama kekalahannya.

“Di gim kedua awal terjadi insiden sepatu saya rusak dan itu seperti mengganggu, tapi saya harus melewati itu. Memang ada kerugian, tapi tetap saya mengakui kekalahan hari ini dan saya akan kembali lebih kuat,” tambahnya.

Alwi juga memberikan apresiasi terhadap kualitas permainan Kunlavut. Juara dunia asal Thailand itu dinilai memiliki karakter permainan yang ulet dan sulit dimatikan, sehingga mampu menjaga konsistensi di level tertinggi.

“Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati, dan sangat kuat saat ini. Itu modal dia untuk bisa mencapai level seperti sekarang. Saya mencoba melawan dari situ, tapi saya rasa saya sedikit kalah rapi dari segi pukulan,” jelasnya.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Alwi tetap melihat ada hal positif dari penampilannya di All England tahun ini.

Ia menilai proses latihan dan persiapan yang dijalani sebelum turnamen menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Menurutnya, salah satu kemajuan yang dirasakan adalah keberhasilannya membalas kekalahan dari pebulu tangkis Taiwan, Chou Tien-chen, yang sebelumnya sempat dua kali mengalahkannya.

“Hal positif yang bisa saya ambil dari All England pertama ini adalah jerih payah latihan dan persiapan selama menuju ke sini menunjukkan perkembangan. Saya sudah mulai bisa revans dengan lawan yang sebelumnya dua kali mengalahkan saya, Chou Tien Chen. Tapi memang belum berhasil dari Kunlavut,” pungkas Alwi. (nik) 

 



Editor : Niko auglandy
#alwi farhan #all england