RADARSOLO.COM - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencuri perhatian pada debutnya di Moto3 World Championship 2026.
Data analisis dari media otomotif Jerman, Speedweek, menunjukkan performanya mampu bersaing dengan para kandidat juara dunia.
Pada seri pembuka Thai Grand Prix 2026 di Chang International Circuit, 1 Maret 2026, Veda yang membela Honda Team Asia finis di posisi kelima, mengumpulkan 11 poin dan langsung menempati peringkat kelima klasemen sementara.
Speedweek menobatkannya sebagai “Rookie terbaik dan pembalap Honda tercepat” dengan catatan waktu lap tercepat 1 menit 41,334 detik.
Selisihnya hanya 0,104 detik dari pembalap Argentina Valentin Perrone dan 0,006 detik dari talenta muda Spanyol Maximo Quiles, murid akademi Marc Márquez yang disebut kandidat kuat juara Moto3 musim ini.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Siapkan Strategi Khusus Jelang Moto3 Brasil 2026, Ingin Ulangi Performa Apik
Tampil Agresif Sejak Start
Veda memulai balapan dari posisi kelima dan sempat naik ke posisi ketiga pada lap ketujuh.
Meski mengalami kesalahan kecil di Tikungan 5 yang membuatnya kehilangan beberapa posisi, keberaniannya melakukan late braking dan mempertahankan racing line membuatnya tetap kompetitif hingga finis di posisi lima.
Balapan dimenangkan oleh pembalap Spanyol David Almansa, yang mengalahkan Maximo Quiles di garis finis.
Perjalanan Karier yang Melesat
Prestasi Veda sebelum Moto3 memang impresif: juara Asia Talent Cup 2023, runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, dan finis peringkat ke-10 di FIM JuniorGP World Championship 2025.
Bergabung dengan Honda Team Asia pada 2026 menjadi langkah strategis, karena tim ini dikenal sebagai jalur penting bagi pembalap Asia menuju MotoGP.
Data Speedweek: Bukti Kecepatan Murni
Analisis catatan lap dari Speedweek menunjukkan bahwa Veda Ega Pratama memiliki kecepatan murni setara kandidat juara dunia Moto3.
Selisih sepersepuluh detik dengan para pembalap papan atas menegaskan bahwa talenta Indonesia ini bukan sekadar rookie, melainkan ancaman serius bagi generasi baru pembalap Spanyol dan Italia.
Tantangan Seri Brasil 2026
Setelah Thailand, perhatian beralih ke MotoGP Brasil pada 20–22 Maret 2026.
Dengan 11 poin dan posisi kelima klasemen, Veda akan menjadi salah satu pembalap yang paling diperhatikan.
Lintasan Brasil yang lebih teknis menjadi ujian bagi konsistensi dan kemampuan Veda sepanjang musim.
Jika mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin tim-tim besar MotoGP meliriknya untuk masa depan.
Debut luar biasa ini menegaskan satu hal: Indonesia kini punya talenta Moto3 yang mampu bersaing dengan kandidat juara dunia, dan catatan lap Veda menjadi bukti nyata bahwa ia siap menorehkan sejarah di panggung balap motor internasional.(np)
Editor : Nur Pramudito