Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kejar Ilmu sampai ke Spanyol, FFI Serap Ilmu Futsal di Copa de España 2026

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 25 Maret 2026 | 18:36 WIB

 

CARI ILMU BARU: Petinggi FFI serap ilmu tentang pengembangan futsal di ajang Copa de España 2026
CARI ILMU BARU: Petinggi FFI serap ilmu tentang pengembangan futsal di ajang Copa de España 2026
 

 

RADARSOLO.COM – Federasi Futsal Indonesia (FFI) menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan ekosistem kompetisi futsal nasional. Langkah tersebut diwujudkan dengan kehadiran langsung dalam ajang Copa de España 2026 yang berlangsung di Granada, Spanyol. Kehadiran ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mempercepat peningkatan kualitas futsal Indonesia.

Turnamen tersebut dikenal sebagai salah satu kompetisi futsal paling prestisius di dunia. Sejak pertama kali digelar pada musim 1989/1990, Copa de España konsisten menjadi tolok ukur kualitas permainan, manajemen klub, hingga atmosfer pertandingan. Tidak mengherankan jika ajang ini kerap dijadikan referensi oleh berbagai negara dalam mengembangkan futsal modern.

Dalam kunjungan tersebut, FFI bersama KFI tidak hanya hadir sebagai pengamat. Mereka juga menjalani agenda strategis berupa sesi coaching progress bersama Real Federación Española de Fútbol. Agenda ini dimanfaatkan untuk memahami secara langsung fondasi kesuksesan futsal Spanyol.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar dan Direktur Utama KFI Rorian Pratyaksa. Mereka didampingi PFL Advisor Jose Tirado serta Direktur Teknik Futsal yang juga menjabat sebagai head coach, Hector Souto. Dalam forum tersebut, berbagai aspek krusial dibahas secara menyeluruh guna memperkaya perspektif pengembangan futsal nasional.

Pembahasan mencakup metodologi kepelatihan, penyusunan kurikulum latihan, hingga sistem pembinaan pemain yang berjenjang. Pendekatan ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana pemain dikembangkan secara sistematis sejak usia dini hingga mencapai level profesional. Hal ini menjadi referensi penting bagi FFI dalam merancang sistem pembinaan yang lebih terstruktur.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah sistem pembinaan usia muda. Kompetisi juvenil yang berjalan beriringan dengan turnamen utama memperlihatkan proses regenerasi pemain yang berlangsung konsisten dan terstruktur. Pola ini memungkinkan kualitas pemain tetap terjaga dari level awal hingga profesional.

FFI menilai kekuatan futsal Spanyol tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu pemain. Lebih dari itu, terdapat sistem terintegrasi yang mampu mencetak pemain secara berkelanjutan. Mulai dari akademi, kompetisi usia muda, hingga liga profesional, seluruh elemen berjalan dalam satu ekosistem yang solid.

Selain aspek teknis, delegasi Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk menjajaki peluang di sektor industri.

Sejumlah pertemuan dilakukan dengan brand olahraga global dan mitra potensial guna membuka peluang kerja sama strategis. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat fondasi komersial futsal nasional.

Pembahasan dalam forum tersebut mencakup berbagai peluang kolaborasi, mulai dari sponsorship, pengembangan kompetisi, hingga aktivasi brand di pasar Indonesia. Tak hanya itu, diskusi juga menyinggung pengelolaan liga profesional, termasuk komersialisasi dan distribusi konten.

Hal ini menegaskan bahwa pengembangan futsal modern membutuhkan pendekatan yang seimbang antara aspek teknis dan bisnis.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Indonesia mulai diperkenalkan sebagai pasar potensial sekaligus negara dengan ambisi besar di cabang futsal. Upaya ini menjadi langkah awal untuk menempatkan Indonesia dalam radar komunitas futsal global. Dengan jaringan yang terus diperluas, peluang kolaborasi di masa depan pun semakin terbuka.

Direktur Utama KFI Rorian Pratyaksa menegaskan, langkah yang diambil tidak bersifat seremonial semata. Di balik kehadiran ini, terdapat strategi besar yang tengah dijalankan untuk mendorong futsal Indonesia keluar dari bayang-bayang persaingan global.

“Serius go global bukan sekadar slogan. Kami datang untuk memastikan Indonesia diperhitungkan. Kami belajar langsung dari yang terbaik, membangun koneksi dengan para pengambil keputusan, dan membuka akses agar futsal Indonesia tidak lagi berada di pinggiran, tetapi masuk dalam peta utama futsal dunia,” ujar Rorian.

Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar turut menekankan pentingnya dampak konkret dari setiap langkah yang diambil. Ia menginginkan kehadiran ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan futsal Indonesia ke depan.

”Kami tidak ingin hanya hadir dan belajar. Target kami jelas setelah forum ini, semua pihak di ekosistem futsal global tahu bahwa Indonesia ada. Ini tentang positioning. Dari level juvenil, sistem kepelatihan, hingga koneksi industri, semua kami dorong agar futsal Indonesia masuk dalam radar elit dunia,” ungkap Michael.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa proses transformasi futsal nasional sedang berlangsung. FFI dan KFI tidak ingin berjalan secara konvensional, tetapi menargetkan akselerasi dalam pengembangan ekosistem secara menyeluruh. Kunjungan ke Spanyol ini pun menjadi bagian dari roadmap jangka panjang untuk membangun koneksi global, memperkuat struktur ekosistem, serta mempercepat peningkatan kualitas futsal Indonesia. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#spanyol #futsal #ffi