RADARSOLO.COM – Panggung balap motor paling bergengsi dunia, Moto3 musim 2026, kini tengah diwarnai oleh fenomena "Indonesia Pride".
Kehadiran wonderkid asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, yang melakoni musim debutnya bersama Honda Team Asia, tak hanya memberikan ancaman bagi pembalap papan atas.
Namun juga menciptakan atmosfer baru yang lebih kompetitif di dalam garasi tim.
Performa Veda langsung meroket sejak seri pembuka. Puncaknya, ia sukses mengibarkan bendera Merah Putih di podium Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil.
Baca Juga: Jadwal Veda Ega Pratama di Kualifikasi Moto3 Amerika 2026: Misi Rebut Pole Position di COTA
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di barisan depan level dunia.
Kehadiran Veda Beri Energi Positif
Meskipun sorotan publik kini banyak tertuju pada performa impresif Veda, rekan setimnya yang lebih senior, Mario Suryo Aji, justru menanggapi hal tersebut dengan sangat positif.
Dalam sesi bincang media melalui Zoom pada Jumat (27/3/2026), pembalap yang akrab disapa "Super Mario" ini menegaskan bahwa ia sama sekali tidak merasa tertekan oleh prestasi juniornya.
"Atmosfer di dalam tim justru terasa lebih segar dan hidup sekarang," ungkap Mario.
Pembalap asal Magetan ini menambahkan, dirinya fokus sepenuhnya pada peningkatan performa pribadi daripada memikirkan besarnya ekspektasi publik terhadap duet mereka.
Baginya, antusiasme masyarakat Indonesia adalah bahan bakar tambahan untuk terus berprestasi, bukan sebuah gangguan.
Optimisme Lintasan Kering di Circuit of the Americas
Menatap seri berikutnya di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, Mario membawa modal kepercayaan diri yang tinggi.
Musim lalu, ia berhasil menembus posisi 10 besar di lintasan yang sama.
Jika tahun lalu balapan berlangsung dalam kondisi basah (wet race), tahun ini cuaca diprediksi akan bersahabat dengan kondisi kering.
"Saya optimistis bisa mengulangi momentum tahun lalu, atau bahkan meraih hasil yang jauh lebih baik. Tahun lalu kami balapan di kondisi basah, dan sepertinya minggu ini akan kering," tegas Mario.
Evaluasi Teknis Menuju Hasil Maksimal
Tim teknis Honda Team Asia telah melakukan bedah data secara mendalam dari hasil balapan seri sebelumnya di Brasil.
Meskipun Veda berhasil meraih podium, tim menyadari masih banyak aspek teknis yang perlu disempurnakan.
Terutama dalam hal manajemen ban dan akselerasi di tikungan lambat.
Bagi Mario, data teknis tersebut menjadi bekal krusial untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara.
Sinergi antara pembalap senior yang sarat pengalaman dan rookie yang haus prestasi diprediksi akan membawa kejutan besar bagi Honda Team Asia di seri-seri mendatang. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria