Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pecah Telur di Final Four Proliga 2026, Samator Surabaya Tekuk Garuda Jaya 3-1 ‎ ‎

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 10 April 2026 | 23:16 WIB
Surabaya Samator bertanding melawan Jakarta Garuda Jaya di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat (10/4) malam
Surabaya Samator bertanding melawan Jakarta Garuda Jaya di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat (10/4) malam

RADARSOLO.COM– Surabaya Samator menutup putaran pertama Final Four Proliga 2026 dengan kemenangan penting. Tim asal Kota Pahlawan itu sukses membungkam Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-1 (25-18, 27-29, 26-24, 25-20) di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat (10/4) malam. Hasil ini menjadi suntikan moral bagi Samator setelah melalui laga-laga ketat sebelumnya.

‎Kemenangan tersebut terasa krusial bagi Samator. Pasalnya, ini menjadi kemenangan perdana bagi tim yang diperkuat Hadi Suharto dkk di fase Final Four. Sebaliknya, Jakarta Garuda Jaya harus menutup putaran pertama tanpa satu pun kemenangan.

Sejak set pertama, Samator langsung tampil agresif. Mengandalkan Lyvan Taboada sebagai motor serangan, mereka menekan pertahanan Garuda Jaya sejak awal pertandingan. Kombinasi serangan cepat dan blok solid membuat Samator unggul jauh 12-8.

Baca Juga: Jegal Vietnam, Timnas Indonesia Melaju ke Final ASEAN Futsal Championship 2026: Pemain Asal Sragen Siap Catatkan Tinta Emas

Dominasi itu terus berlanjut hingga akhir set. Tedy Oka tampil impresif di depan net dengan beberapa blok krusial. Garuda Jaya yang mengandalkan Dawuda dan Fauzan Nibras sempat mencoba mengejar, namun akhirnya harus menyerah 18-25 di set pembuka.

‎Memasuki set kedua, Garuda Jaya mulai bangkit. Mereka mengubah pola permainan dengan mengandalkan skema quick attack yang lebih variatif. Strategi ini terbukti efektif dengan keunggulan awal 8-6.

‎Samator sempat membalikkan keadaan menjadi 17-14. Namun, mentalitas muda Garuda Jaya patut diacungi jempol. Mereka mampu menjaga ritme permainan dan terus menekan hingga skor kembali imbang.

‎Duel sengit pun tak terhindarkan. Adu tajam antara Fauzan Nibras dan Lyvan Taboada membuat skor terus berimbang di angka 19-19 hingga 22-22. Ketegangan memuncak saat pertandingan harus melalui empat kali deuce.

Baca Juga: RASOHISTORI, Catatan Sejarah Persis Solo Pada Maret 1969: Interzone, Fase Krusial di Era Perserikatan

‎Garuda Jaya akhirnya berhasil mencuri set kedua dengan kemenangan dramatis 29-27. Hasil ini membuat kedudukan berubah menjadi 1-1. Momentum pun sempat beralih ke kubu Garuda Jaya.

‎Set ketiga berlangsung tak kalah ketat. Kejar-mengejar angka terjadi sejak awal, mulai dari 7-7 hingga 13-13. Garuda Jaya bahkan sempat unggul tipis 17-16.

‎Namun, pengalaman Samator berbicara di momen krusial. Hendrik dan Ageng Wardoyo tampil tenang dalam mengatur ritme permainan. Skor kembali imbang 24-24 sebelum Samator mengunci set dengan kemenangan 26-24.

‎Set keempat menjadi penentuan. Garuda Jaya sempat memberikan perlawanan sengit dan bahkan unggul 18-17. Beberapa kesalahan sendiri dari Samator dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.

Baca Juga: Laga Persis Solo vs Semen Padang Digelar Tanpa Penonton, Alumnus Liga Italia Prihatin

‎Akan tetapi, Samator menunjukkan kelasnya di poin-poin akhir. Servis tajam dan pertahanan disiplin membawa mereka unggul 23-20 sebelum memastikan kemenangan 25-20. Hasil ini sekaligus menutup laga dengan skor 3-1.

‎Usai pertandingan, manajer Samator Hadi Sampurno mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. Ia menilai timnya sempat kehilangan fokus di set kedua karena terlalu percaya diri. Namun, ia mengapresiasi respons tim yang mampu bangkit di set berikutnya.

‎"Oke, yang pertama saya bersyukur alhamdulillah atas kemenangan ini. Kalau saya menilai, set pertama kita sebenarnya sudah bagus," ujar Hadi Sampurno dalam sesi konferensi pers.

Baca Juga: Rekor Gresik Phonska di Final Four Proliga Putus di Solo, Megawati Cs Menang Dramatis 

‎"Tapi sepertinya pada set kedua, tim saya terlalu percaya diri. Mereka menurunkan tensi dari permainannya sehingga kita kalah set kedua. Set ketiga mulai bagian lagi, tapi lawan sudah mulai kandung naik dia sehingga perlawanan semakin sengit sama dengan set keempat. Itu saja, intinya kita masih bisa bangkit kembali setelah set kedua," imbuhnya

‎Sementara itu, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto menilai timnya sudah bermain cukup baik. Meski begitu, ia mengakui masih banyak kekurangan dalam permainan timnya.

‎"Untuk secara keseluruhan dari segi teknik ataupun hal, sebenarnya Garuda Jaya malam ini ada kenaikan secara keseluruhan," jelasnya.

‎Nur Widayanto lalu menjelaskan bahwa kelemahan tim masih terlihat pada sektor blok dan defend. Namun itu sudah menjadi sebuah peningkatan jika dibandingkan sebelumnya kelemahan hampir di setiap sisi.

‎"Cuma tadi kita masih lemah diblok sama defend. Kalau kemarin-kemarin hampir semua, mungkin dari service yang banyak error, terus juga receive yang jelek. Cuma memang di akhir-akhir set tadi emang kita keserang secara keseluruhan," terangnya.(hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#surabaya samator #proliga