RADARSOLO.COM – Optimisme tinggi lebih dulu digaungkan sebelum pertandingan oleh pemain Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, Sigit Ardian, yang menargetkan kemenangan tiga set langsung. Keyakinan itu bukan sekadar wacana, karena LavAni benar-benar membuktikannya di lapangan dengan kemenangan meyakinkan atas Jakarta Garuda Jaya. Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah tim menuju Grand Final Proliga 2026.
Jakarta LavAni Livin’ Transmedia memastikan tiket ke partai puncak dengan cara impresif. Tim asuhan David Lee itu membungkam Jakarta Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan putaran kedua Final Four. Kemenangan ini semakin menegaskan status LavAni sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Bertanding d GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (11/4/2026) malam, LavAni menang dengan skor 25-19, 25-21, dan 25-18. Hasil tersebut sekaligus memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen Final Four. LavAni pun tinggal menjaga konsistensi di sisa laga.
Menariknya, kemenangan ini diraih saat LavAni melakukan rotasi besar dalam komposisi pemain. Hampir seluruh skuad mendapatkan menit bermain. Strategi ini tetap mampu menjaga stabilitas permainan tim.
“Ya memang kita sengaja, kita ada rotasi. Bukan berarti menyepelekan lawan, tapi kita ingin semua pemain siap untuk laga-laga berikutnya,” ujar asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni.
Baca Juga: Eks Pemain Asing Persis Solo Bongkar Fakta Mengejutkan: Gaji Tak Dibayar Berbulan-bulan!
Sejak set pertama, LavAni langsung tampil menekan. Dio Zulfikri mampu mengatur tempo permainan dengan baik, sementara lini serang tetap tajam. Garuda Jaya sempat memberi perlawanan, tetapi kesulitan menjaga konsistensi.
Memasuki pertengahan set pertama, LavAni mulai menjauh. Kematangan permainan menjadi pembeda utama dalam duel ini. Set pertama akhirnya ditutup dengan skor 25-19.
Pada set kedua, LavAni tetap dominan meski melakukan rotasi tambahan. Mereka sempat unggul jauh sebelum Garuda Jaya memperkecil ketertinggalan. Namun, ketenangan dalam penyelesaian akhir membuat LavAni kembali mengamankan set 25-21.
Set ketiga berlangsung lebih kompetitif di awal. Garuda Jaya sempat mengimbangi permainan hingga skor imbang. Namun, LavAni segera tancap gas melalui servis dan serangan cepat.
Keunggulan LavAni terus melebar di pertengahan set ketiga. Garuda Jaya kembali kehilangan momentum di poin-poin krusial. LavAni pun menutup set dengan kemenangan 25-18 sekaligus memastikan kemenangan sempurna.
Absennya opposite andalan György Grozer tidak memengaruhi performa tim. Kedalaman skuad LavAni mampu menutup celah tersebut. Faktor adaptasi cuaca menjadi alasan absennya pemain asal Jerman itu.
“Sebenarnya tidak ada masalah, hanya dia belum beradaptasi dengan cuaca di sini, katanya terlalu panas,” ujar Erwin Rusni.
Baca Juga: Libas Popsivo Polwan 3-1, Gresik Phonska Plus Dekati Tiket Grand Final Proliga 2026
Di sisi lain, Garuda Jaya mengakui masih memiliki kelemahan mendasar. Terutama pada sektor receive dan blok yang kerap dimanfaatkan lawan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim.
“Yang bermasalah di tim kami tadi blok sama penerimaan bola pertama. Kalau servis justru tidak separah sebelumnya,” ujar pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto.
Nur menegaskan timnya tidak gentar menghadapi lawan mana pun. Namun, faktor pengalaman menjadi pembeda signifikan dalam pertandingan ini. Mayoritas pemain Garuda Jaya masih minim jam terbang di level tertinggi.
“Kalau soal mental tidak, kami tetap berani melawan siapa pun. Tapi memang soal jam terbang, kami masih kalah,” tuturnya.
Baca Juga: RASOHISTORI, 11 APRIL 1941: Soerabaja Hancurkan Solo 6-1 di Kompetisi NIVU
Garuda Jaya kini mengalihkan fokus ke perebutan peringkat ketiga. Evaluasi akan terus dilakukan, terutama dalam membangun chemistry antar pemain. Mereka berharap bisa tampil lebih kompetitif di sisa laga.
Sementara itu, LavAni menunjukkan kesiapan menuju partai puncak. Rotasi pemain yang berjalan efektif menjadi sinyal kuat kedalaman skuad mereka. Dengan performa konsisten, LavAni layak menjadi unggulan utama di Grand Final Proliga 2026. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy