Jadi Runner-up ASEAN, Hector Souto Bongkar Fakta Masa Depan Timnas Futsal Indonesia Begitu Cerah

Niko auglandy • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 18:08 WIB
Timnas Futsal Indonesia melawan Thailand. (DOK. FFI)
Timnas Futsal Indonesia melawan Thailand. (DOK. FFI)

RADARSOLO.COM - Kegagalan Timnas Futsal Indonesia meraih gelar juara di ASEAN Futsal Championship 2026 menyisakan rasa bangga sekaligus kecewa. Skuad Garuda harus puas menjadi runner-up usai takluk tipis 1-2 dari tuan rumah Timnas Futsal Thailand pada final di Nonthaburi Hall, Minggu (12/4).

Hasil ini membuat Indonesia gagal melanjutkan tradisi emas setelah sebelumnya pernah menjadi juara pada edisi 2010 dan 2024. Di sisi lain, Thailand kembali menegaskan dominasinya sebagai tim tersukses di kawasan Asia Tenggara.

Meski kalah, pelatih Indonesia, Héctor Souto, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Ia menilai skuad Garuda telah menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan.

“Sejujurnya saya sangat bangga dengan para pemain dan staf. Saya yakin seluruh masyarakat Indonesia juga bangga dengan perjuangan mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Dramatis! Timnas Futsal Indonesia Takluk Tipis dari Thailand di Final

Souto menilai timnya sebenarnya memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan. Bahkan saat masih unggul 1-0, Indonesia sempat menciptakan beberapa peluang emas yang gagal dimaksimalkan.

“Sebelum mereka mencetak gol, kami punya tiga sampai empat peluang yang sangat jelas. Itu momen penting yang seharusnya bisa kami manfaatkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Astra Honda Menggila Sejak Awal Musim! Herjun Sikat Podium di ARRC Sepang, Debutan Langsung Kasih Sinyal Bahaya

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, pertandingan berjalan ketat di babak kedua. Thailand tampil lebih agresif, namun ia menilai timnya tetap mampu memberikan perlawanan seimbang.

Ia juga menyoroti minimnya waktu persiapan tim. Indonesia hanya memiliki waktu sekitar lima hari untuk membangun kekompakan sebelum turnamen dimulai.

“Dengan persiapan yang sangat singkat, kami tetap bisa memberikan perlawanan seperti ini. Itu menunjukkan potensi besar tim ini,” tegasnya.

Baca Juga: Jakarta Pertamina Enduro Menang Atas Elektrik PLN, Megawati: Hampir Ulangi Kesalahan, Beruntung Bisa Bangkit

Lebih jauh, Souto menilai kekalahan ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses membangun tim yang lebih kuat. Ia menyebut Indonesia kini memiliki kedalaman skuad yang semakin baik, dengan sekitar 30 pemain yang bisa bersaing di level timnas.

“Ini tentang masa depan. Kami sedang membangun fondasi. Banyak pemain baru tampil luar biasa dan ini akan sangat penting untuk dua tahun ke depan,” jelasnya.

Ia juga berharap futsal di Indonesia semakin mendapat perhatian serius, baik dari segi pembinaan maupun profesionalisme.

“Saya ingin futsal dipandang sebagai profesi yang serius. Pemain harus punya kondisi, fasilitas, dan masa depan yang jelas,” tandasnya.

Baca Juga: Jegal Vietnam, Timnas Indonesia Melaju ke Final ASEAN Futsal Championship 2026: Pemain Asal Sragen Siap Catatkan Tinta Emas

Di akhir pernyataannya, Souto tetap menyampaikan pesan penuh optimisme.

“Kami memang kalah, tapi kami mendapatkan rasa hormat. Dan itu penting untuk perjalanan kami ke depan,” pungkasnya. (nik) 

Editor : Niko auglandy
timnas futsal indonesia