Atlet Boyolali menjelanis tes fisik Di Stadion Kebogiro, Minggu (12/4). Kegiatan ini untuk menghadapi Porprov Jateng 2026. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)RADARSOLO.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Boyolali langsung tancap gas memanaskan mesin kompetisi menjelang perhelatan Porprov Jateng 2026.
Ratusan atlet andalan Kota Susu mulai menjalani pemusatan latihan intensif yang diawali dengan rangkaian tes fisik di Stadion Kebogiro, Kecamatan Cepogo, sejak Minggu (12/4/2026).
Parameter Tes Fisik dan Intensitas Latihan
Ketua KONI Boyolali Joko Raharjo menjelaskan, pada tahap awal pemusatan latihan, para atlet diuji melalui serangkaian parameter fisik yang ketat.
Baca Juga: Laga Deltras vs Kendal Tornado FC Harus Ngunsi ke Kota Solo, Imbas Piala AFF U-17
Tes tersebut mencakup evaluasi kecepatan, daya tahan, fleksibilitas, kelincahan, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga daya ledak otot guna memetakan kondisi dasar setiap individu sebelum masuk ke menu latihan spesifik.
“Kalau untuk program latihan nanti, sesuai cabang olahraga masing-masing,” jelas Joko Raharjo kepada radarsolo.jawapos.com, Selasa (14/4/2026).
Program latihan ini akan berlangsung selama 6 bulan hingga Oktober mendatang dengan intensitas yang tinggi.
Dalam satu pekan, para atlet dijadwalkan melahap 12 sesi latihan yang terbagi pada pagi dan sore hari, sementara hari Minggu dialokasikan khusus untuk masa pemulihan atau recovery.
“Sebelum pelaksanaan Porprov 2026, akan dilaksanakan ujicoba dan tes fisik akhir sebelum bertanding,” lanjut Joko.
Partisipasi Cabang Olahraga
Wakil Ketua Umum KONI Boyolali Rima Kusuma merinci, terdapat 36 cabang olahraga (cabor) yang telah mengikuti tes fisik di Stadion Kebogiro.
Meskipun demikian, terdapat beberapa atlet yang terpaksa absen karena masih menjalankan tugas di kompetisi lain, seperti cabor menembak yang tengah berlaga di tingkat nasional dan cabor renang yang sedang mengikuti kejuaraan provinsi.
“Untuk cabor Akuatik Renang, 2 atletnya masih ada kejurprov 2 hari, dan hanya 1 yang bisa ikut tes Fisik. Untuk Cabor Menembak belum bisa mengikuti tes Fisik, di karenakan 2 atlet dan 1 official masih melaksanakan Lomba menembak tingkat Nasional di Jakarta,” beber Rima.
Adapun daftar cabor yang sudah menjalani tes meliputi Gantolle, Pencak Silat, Petanque, Balap Sepeda, Catur, Golf, Paralayang, Softball, Sepatu Roda, Rugby, Atletik, Panahan, Karate, Angkat Besi, Pertina, Balap Motor, Akuatik, Aeromodelling, Wushu, Ju-Jitsu, Kick Boxing, hingga E-Sport.
Target Medali dan Peringkat 10 Besar
Optimisme juga datang dari cabor andalan seperti Angkat Besi (PABSI) yang meloloskan lima atlet.
Baca Juga: Drainase Manahan Tergenang Air, Komisi IV DPRD Solo Desak Audit Total Anggaran Perawatan
Bendahara PABSI Boyolali Gandung menyebutkan, meskipun diperkuat atlet-atlet muda, mereka tetap membidik raihan medali yang realistis.
“Target 2 perunggu untuk PABSI, karena sekarang atletnya juga masih belia. Saya sendiri target nomor 3, karena saya masih main juga nanti,” ujarnya.
Secara keseluruhan, KONI Boyolali menerjunkan 267 atlet asli daerah. Cabor balap sepeda dan pencak silat tetap diproyeksikan menjadi lumbung emas utama.
Joko Raharjo menargetkan Boyolali mampu menembus peringkat 10 besar pada klasemen akhir Porprov 2026 yang akan digelar di Semarang Raya, naik dari prestasi edisi sebelumnya yang berada di peringkat 13.
“Nanti diturunkan total 267 atlet dari 36 cabor yang bakal diikuti, itu seluruh atlet dari Boyolali. Mungkin untuk total emas masih kita bahas, nanti berapa target emasnya. Melihat persiapannya yang 6 bulan ini kami optimis, optimis sekali. Kita berharap sesuai dengan bidangnya bisa berprestasi,” pungkas Joko Raharjo. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono