RADARSOLO.COM - Balapan Moto3 2026 akan memasuki fase penting saat seri keempat digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, dalam ajang Moto3 Spanyol 2026.
Trek legendaris yang sudah eksis sejak era 1980-an ini menjadi awal dari rangkaian balapan Eropa yang selalu penuh tekanan dan persaingan ketat.
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menjadi sorotan di Moto3 Spanyol.
Rider berusia 17 tahun itu sudah cukup terbiasa dengan atmosfer balapan di Eropa berkat pengalamannya di Red Bull MotoGP Rookies Cup sejak 2024 dan FIM JuniorGP World Championship pada musim sebelumnya.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Spanyol 2026: Peluang Veda Ega Pratama Kembali Tembus Poin di Sirkuit Jerez
Catatan positifnya di Jerez, termasuk finis ketiga pada Rookies Cup 2025, menjadi modal berharga.
Namun, tantangan di Moto3 Spanyol 2026 jelas tidak akan mudah. Para rival yang dihadapi Veda juga memiliki rekam jejak kuat di Sirkuit Jerez.
Salah satunya adalah Maximo Quiles, pemuncak klasemen sementara Moto3 yang berasal dari Spanyol.
Quiles dikenal sangat dominan di Jerez setelah pernah menjadi juara di European Talent Cup dan tampil kompetitif di Rookies Cup.
Rekan senegaranya, Alvaro Carpe, juga bukan lawan sembarangan.
Ia pernah mencatat kemenangan di Jerez saat turun di Rookies Cup 2024 dan beberapa kali naik podium di ajang junior lainnya.
Nama lain seperti Valentin Perrone juga memiliki pengalaman kuat di sirkuit ini, termasuk finis sepuluh besar di Moto3 musim lalu.
Sementara itu, Guido Pini, David Almansa, dan Brian Uriarte juga tercatat pernah meraih podium di Jerez saat masih berlaga di level junior.
Dari Asia, Hakim Danish juga menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan setelah pernah finis runner-up di Jerez pada ajang European Talent Cup dan Rookies Cup.
Tak ketinggalan, pembalap Moto3 berpengalaman Adrian Fernandez yang sudah empat kali tampil di Jerez di kelas Moto3, juga siap memberikan tekanan tambahan di lintasan.
Dengan komposisi pembalap yang sama-sama memiliki pengalaman di Sirkuit Jerez, balapan Moto3 2026 Spanyol diprediksi berlangsung ketat sejak awal hingga garis finis.
Veda Ega Pratama pun harus tampil sempurna jika ingin membawa pulang hasil terbaik di tengah persaingan para rival yang sudah sangat familiar dengan trek legendaris tersebut.(np)
Editor : Nur Pramudito