RADARSOLO.COM – Maestro Solo FC bertekad melanjutkan tren positif saat menghadapi Great Grace Futsal Surabaya (GGFS) pada lanjutan Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026, Jumat (24/4/2026). Setelah meraih kemenangan pada laga debut, tim asal Kota Solo itu ingin kembali mengamankan poin penuh.
Pelatih kepala Maestro Solo FC, Fandy Butarbutar mengatakan, kemenangan atas Hampton FC pada pertandingan sebelumnya (23/4) menjadi modal penting untuk menatap laga kedua. Hasil positif itu dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain.
Sebelumnya Maestro Solo FC berhasil mengalahkan Hampton FC dengan skor meyakinkan yakni 4-2. Tiga gol dicetak pemain asal Klaten yakni Safari Nur yang menjadi bintang di laga tersebut.
Fandy mengaku bersyukur timnya mampu tampil maksimal pada pertandingan pembuka. Menurutnya, persiapan yang dilakukan sebelum laga berjalan cukup baik dan berbuah hasil sesuai harapan.
“Alhamdulillah kemarin kita bisa menang, bisa maksimal lawan tim Hampton, persiapannya juga bagus,” ujar Fandy kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (24/4).
Baca Juga: Debut di Pro Futsal League 2, Maestro Solo FC Tak Gentar Hadapi Hampton FC
Meski begitu, Fandy menegaskan timnya tidak boleh cepat puas. Sebab, lawan berikutnya yakni Great Grace Futsal Surabaya dinilai memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh.
Dia mengungkapkan, Maestro Solo FC sebenarnya pernah bertemu GGFS dalam laga uji coba sebelum kompetisi resmi dimulai. Dalam pertemuan tersebut, timnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
Baca Juga: Usung Gaya Terbuka, Maestro Solo FC Siap Tampil Menarik di PFL 2 2026
Hasil itu menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Fandy berharap anak asuhnya mampu belajar dari kekalahan tersebut dan tampil lebih siap saat bertemu kembali di pertandingan resmi.
“Kita juga kemarin sempat uji coba sama GGFS, sebelum pertandingan kita kalah 2-0. Mudah-mudahan hari ini kita bisa manfaatin momentum menang,” katanya.
Selain faktor lawan, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian utama tim pelatih. Jadwal pertandingan yang padat membuat sebagian pemain belum berada dalam kondisi kebugaran terbaik.
Fandy mengakui beberapa pemain mengalami penurunan kondisi fisik usai laga pertama. Karena itu, ia menyiapkan rotasi pemain agar performa tim tetap terjaga sepanjang pertandingan.
“Untuk anak-anak kondisinya kurang fit, tapi coba kami adaptasiin lagi. Jadi saya juga ada rotasi beberapa pemain, mudah-mudahan bisa dapat hasil maksimal,” tandasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy