Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

FX Rudyatmo Berharap Kota Bengawan Tak Mandek Lahirkan Atlet Dunia, Kejurkot PBSI Solo Jadi Langkah Awal Membangun Generasi Masa Depan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:14 WIB
UNJUK GIGI: Kejuaraan bulu tangkis bertajuk Piala Wali Kota Surakarta 2026 tengah digelar di GOR FKOR UNS Manahan (4–6/5). (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)
UNJUK GIGI: Kejuaraan bulu tangkis bertajuk Piala Wali Kota Surakarta 2026 tengah digelar di GOR FKOR UNS Manahan (4–6/5). (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kejuaraan Kota (Kejurkot) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Solo  bertajuk Piala Wali Kota Surakarta 2026 resmi digelar di GOR FKOR UNS Manahan pada 4–6 Mei. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan atlet usia dini yang terus didorong oleh PBSI Kota Solo.

Ketua Umum PBSI Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi biasa. Ada misi besar di balik penyelenggaraan turnamen tersebut, yakni membangkitkan kembali gairah bulu tangkis di Kota Bengawan.

Menurut Rudy, sapaan akrabnya, pihaknya masih memiliki keprihatinan terhadap perkembangan prestasi bulu tangkis di Solo. Meski jumlah atlet cukup banyak, belum ada sosok yang mampu menembus level elite seperti legenda nasional.

Baca Juga: Indonesia Sukses Raih 6 Medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 di Thailand

Dia mencontohkan nama Icuk Sugiarto sebagai tolok ukur. Hingga kini, Solo dinilai belum mampu melahirkan atlet dengan capaian prestasi dunia seperti yang pernah ditorehkan Icuk.

Saat ini, Kota Solo memang cukup bangga karena terselip nama Alwi Farhan yang jadi andalan Indonesia di kelas tunggal putra. Publik, tentu berharap regenerasi dibawahnya tak mandek, dan bisa mulai muncul sosok-sosok baru dari Kota Bengawan yang kedepannya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

“Karena itu, kami mendorong adanya Kejurkot Piala Wali Kota, Piala Ketua PBSI, dan Piala Gubernur. Ini bukan tanpa tujuan, tetapi untuk membangun fondasi dari bawah,” ujar Rudy saat menghadiri fase final Piala Wali Kota, Rabu (6/5/2026). 

Baca Juga: Jelang Persis Solo vs Persebaya Surabaya, Suporter Kritik Tajam Soal Hal Ini

Mantan wakil Kota Solo ini juga menjelaskan, fokus utama kejuaraan ini adalah menjaring dan memotivasi anak-anak usia dini. Terutama mereka yang belum tergabung dalam klub-klub besar, agar tetap memiliki kesempatan berkembang.

Rudy menilai, potensi anak-anak di masyarakat sebenarnya sangat besar. Namun, tanpa wadah kompetisi yang terstruktur, bakat tersebut sulit berkembang secara optimal.

“Pesertanya kita utamakan anak-anak kecil. Bahkan yang belum masuk klub besar, supaya mereka punya semangat dan ketertarikan terhadap bulu tangkis,” imbuhnya.

Dalam Kejurkot kali ini, tercatat sebanyak 107 peserta dari 12 klub ambil bagian. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap bulu tangkis masih cukup tinggi.

Selain itu, dukungan dari enam sponsor turut membantu kelancaran penyelenggaraan turnamen. Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan event-event pembinaan di masa mendatang.

Rudy menambahkan, Kejurkot Piala Wali Kota hanya salah satu dari tiga agenda utama. Untuk skala lebih luas, Piala Ketua PBSI menyasar wilayah Solo Raya, sementara Piala Gubernur dirancang untuk level nasional.

Baca Juga: Pengalaman Berharga, Peserta Rasakan Event Dunia di Mangkunegaran Run 2026

Tak berhenti di situ, PBSI Kota Surakarta juga telah menyiapkan agenda lanjutan pada akhir tahun. Rencananya, akan digelar kejuaraan perebutan Piala PMS serta Piala Ketua KONI Kota Surakarta pada November hingga Desember.

Agenda tersebut diharapkan mampu menjaga kontinuitas kompetisi. Dengan demikian, para atlet muda memiliki jam terbang yang cukup sepanjang tahun.

“Kalau bisa setahun ada dua kali kejuaraan, ini akan sangat memotivasi masyarakat. Itu yang ingin kita capai,” tegas Rudy.

Baca Juga: Diikuti Ribuan Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Padukan Olahraga dan Budaya

Di sisi lain, Rudy juga menyoroti persoalan klasik dalam olahraga bulu tangkis, yakni biaya yang relatif tinggi. Menurutnya, hal ini kerap menjadi kendala bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat anak.

Karena itu, melalui kejuaraan-kejuaraan seperti ini, PBSI Kota Solo berupaya membuka akses yang lebih luas. Harapannya, semakin banyak bibit potensial yang muncul tanpa terbebani faktor ekonomi. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#fx rudyatmo #pembinaan atlet #PBSI #bulu tangkis