Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Erick Thohir Siapkan Revolusi Olahraga Disabilitas, Jumlah Pelatih Akan Terus Ditambah: Program JAGAIN Resmi Diluncurkan

Niko auglandy • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:18 WIB
Menpora Erick Thohir saat menghadiri acara di PPPI Delingan, Karanganyar, Senin (11/5/2026). (DOK. NPC INDONESIA)
Menpora Erick Thohir saat menghadiri acara di PPPI Delingan, Karanganyar, Senin (11/5/2026). (DOK. NPC INDONESIA)

RADARSOLO.COM - Erick Thohir memastikan program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas tidak hanya berhenti pada satu kegiatan saja. Program yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bersama National Paralympic Committee of Indonesia itu disebut akan terus berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Erick Thohir, keberhasilan mencetak atlet berprestasi tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pelatih berkualitas di daerah.

Karena itu, program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat pembinaan atlet disabilitas sejak level daerah.

“Untuk menciptakan banyak atlet, perlu yang namanya pelatih. Tidak mungkin pembangunan atlet dari daerah tidak dikawal figur-figur yang mengerti bagaimana cara melahirkan atlet,” ujar Erick Thohir saat menghadiri acara di PPPI Delingan, Karanganyar, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Update Klasemen dan Hasil Lengkap Liga 1: Persib Bandung-Borneo FC Kian Superior, Sedangkan Persis Solo, Madura United, PSM dan Persijap Jepara Beda Nasib

Dalam program tersebut, para peserta nantinya juga akan mendapatkan sertifikasi agar memiliki kompetensi kepelatihan yang diakui saat kembali ke daerah masing-masing.

Erick menyebut jumlah 200 peserta dari 29 provinsi saat ini masih belum cukup untuk menjangkau seluruh potensi olahraga disabilitas di Indonesia.

Karena itu, Kemenpora berencana menambah kuota peserta pada program-program berikutnya.

“Saya tahu jika 200 orang ini saja tidak cukup, kita akan coba nanti tambah 100 lagi dan kalau bisa setiap tahun akan terus bertambah. Semakin banyak pelatih akan semakin bagus, karena jumlah atlet akan semakin banyak,” lanjut Erick.

Baca Juga: Hasil Akhir Bali United vs Borneo FC: Remontada dalam Drama 5 Gol Buat Persib Bandung Ikut Dag-Dig-Dug, Klasemen Liga 1 Kian Memanas

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,9 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar sebelas persen sudah aktif berolahraga.

Menurut Erick, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi olahraga disabilitas nasional yang masih bisa terus dikembangkan di masa depan.

“Ini sebuah program yang benar-benar pakai hati. Kita akan terus dorong, apalagi bapak presiden di Asta Cita-nya sangat peduli dengan disabilitas,” tegasnya.

Dibantu Aplikasi JAGAIN

Pengembangan olahraga disabilitas nasional nantinya juga akan diperkuat melalui penggunaan aplikasi JAGAIN atau Jaksa Garda Inklusi yang dikembangkan bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Aplikasi tersebut akan digunakan untuk mendata atlet disabilitas di seluruh Indonesia, mulai dari atlet aktif hingga yang sudah pensiun.

Tak hanya itu, sistem tersebut juga memungkinkan program pembinaan di setiap daerah dapat dipantau langsung secara terintegrasi oleh NPC Indonesia.

Baca Juga: Hasil Akhir Madura United vs Bhayangkara FC: Sidibe dan Ryo Matsumura Beri Nafas untuk Persis Solo

Aplikasi JAGAIN pertama kali diperkenalkan oleh Reda Manthovani saat rapat kerja nasional NPC Indonesia di Lorin Hotel Solo beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Reda Manthovani yang juga menjabat Chef de Mission Indonesia untuk Asian Para Games Nagoya 2026 menjelaskan pentingnya pemerataan pembinaan olahraga disabilitas di seluruh Indonesia.

“Dengan metode data base ini harapannya kita bisa melihat atlet-atlet mana yang muncul ataupun yang pensiun. Di sistem ini juga ada metode pra pelatihan jarak jauh,” ujar Reda.

Baca Juga: Perkuat Peran Guru Olahraga, Nutrifood Gelar Pelatihan tentang Pola Hidup Sehat

Ia menambahkan, seluruh proses pembinaan atlet di daerah nantinya dapat terhubung langsung dengan NPC Indonesia sehingga perkembangan atlet dapat dipantau secara real time.

“Jadi, apa yang dilatih di daerah masing-masing bisa terkoneksi langsung ke NPC Indonesia. Para pelatih sampai ketua umum bisa memantau perkembangan atlet disabilitas di setiap daerah,” pungkasnya. (nik

Editor : Niko auglandy
#atlet #disabilitas #NPC Indonesia #menpora