Kebumen United Angels langsung mengejutkan lawannya ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Rinjani Uli Br Manurung sukses mencetak gol cepat yang membawa tim asal Kebumen unggul 1-0.
NAM ABP Women mencoba merespons melalui sejumlah tekanan ke area pertahanan lawan. Namun, pertandingan berlangsung keras dan diwarnai beberapa pelanggaran yang membuat wasit harus mengeluarkan sejumlah kartu.
Situasi berubah pada menit ke-15 setelah penjaga gawang Kebumen United Angels, Sella Salsadila Agustin, menerima kartu merah langsung. Kondisi itu memaksa tim asuhan Martin Lingga Widiawan bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan NAM ABP Women untuk menyamakan skor. Alya Ananda Hendrita mencetak gol pada menit ke-20 sehingga babak pertama ditutup dengan skor imbang 1-1.
Pada babak kedua, kedua tim tetap menampilkan permainan dengan intensitas tinggi. NAM ABP Women berusaha menekan untuk membalikkan keadaan, sementara Kebumen United Angels tampil disiplin untuk mempertahankan hasil.
Drama kembali terjadi pada menit ke-39 ketika Runi Sulistia Oktari menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Meski hanya bermain dengan tiga pemain di penghujung laga, Kebumen United Angels mampu mempertahankan skor imbang hingga pertandingan berakhir.
Asisten pelatih NAM ABP Women Waskito Adhi menilai pertandingan tersebut benar-benar menghadirkan atmosfer derby yang sudah lama dinanti oleh kedua tim.
“Pertandingan sangat seru. Akhirnya kita merasakan the real match yang kita tunggu-tunggu melawan Kebumen. Derby Jawa Tengah, pertandingan sangat panas dan berjalan seru,” ujarnya usai pertandingan.
Menurut Waskito, duel tersebut memperlihatkan kualitas dan semangat juang tinggi dari kedua tim. Ia menyebut seluruh pemain tampil maksimal dan menunjukkan determinasi besar sepanjang laga.
Meski demikian, Waskito secara terbuka menyoroti kinerja perangkat pertandingan. Dia berharap kepemimpinan wasit dapat lebih baik pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Semuanya menarik, tapi sayang sekali. Saya tidak biasa melakukan ini, tetapi kinerja perangkat pertandingan harus bisa lebih baik lagi setelah ini,” tegasnya.
Pencetak gol NAM ABP Women, Alya Ananda Hendrita, mengaku bersyukur timnya mampu menghindari kekalahan. Menurut dia, seluruh pemain sudah berjuang keras dan memberikan kemampuan terbaik di lapangan.
“Hasilnya sudah keluar, satu sama antara NAM melawan Kebumen Angels. Semua teman-teman sudah memberikan hasil dan penampilan yang terbaik,” katanya.
Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Fans Indonesia Langsung Heboh
Alya yang juga mencetak gol ke mantan timnya menambahkan, hasil imbang tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi tim, baik pemain maupun staf pelatih, untuk meningkatkan performa pada laga-laga berikutnya.
“Kedepannya saya, teman-teman, ofisial, dan staf pelatih akan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” imbuh pemain yang dinobatkan sebagai Women of the Match tersebut.
Di kubu lawan, pelatih Kebumen United Angels, Martin Lingga Widiawan, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu bertahan meski dua kali kehilangan pemain akibat kartu merah.
“Pertandingan yang sangat bagus dengan intensitas tinggi. Sangat disayangkan kami mendapat dua kartu merah, tetapi anak-anak tetap fokus,” ujarnya.
Martin mengaku di laga sebelumnya sudah menyoroti kinerja wasit. Menurut dia, keputusan-keputusan kontroversial sangat memengaruhi jalannya pertandingan yang sebenarnya berlangsung menarik.
“Kemarin saya sudah menyampaikan kritik terhadap kinerja wasit karena itu sangat mengganggu pertandingan saat kedua tim bermain dengan intensitas yang sangat baik. Sayangnya, penampilan apik tersebut dinodai oleh kinerja wasit,” tandasnya.
Meski demikian, Martin menegaskan timnya selalu siap menghadapi situasi apa pun di lapangan, termasuk ketika harus kehilangan beberapa pemain.
“Siapapun pasti harus siap. Kalau kehilangan dua, tiga, atau lima pemain, saya pikir pemain lain akan tetap siap,” tegasnya.
Pemain Kebumen United Angels, Galuh Candra, menilai timnya sudah tampil maksimal dalam pertandingan tersebut. Dia berharap hasil imbang ini bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih baik lagi.
Baca Juga: Hasil Akhir Madura United vs Bhayangkara FC: Sidibe dan Ryo Matsumura Beri Nafas untuk Persis Solo
Galuh juga tidak menampik bahwa keputusan wasit menjadi salah satu hal yang paling disoroti oleh timnya setelah pertandingan berakhir.
"Untuk pertandingan ini kami sudah cukup maksimal. Selanjutnya semoga bisa bermain lebih baik lagi karena hasil ini bisa memotivasi kami. Kami sangat berpikir bahwa keputusan wasit sangat merugikan tim,” ungkapnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy