Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Membedah Jalan Terjal Bibit Atlet Bulu Tangkis Solo Raya Bisa Tembus Cipayung: Runtuhnya Hegemoni

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 12 Mei 2026 | 13:36 WIB
Alwi Farhan saat terjun di ajang Badminton Asia Championships 2026. (DOK. PBSI)
Alwi Farhan saat terjun di ajang Badminton Asia Championships 2026. (DOK. PBSI)

RADARSOLO.COM - Dulu, Kota Solo rajin menyumbang atlet bulu tangkis kelas dunia. Dimulai dari era Icuk Sugiarto, Joko Suprianto, hingga Eng Hian. Setelah itu, nyaris tidak ada lagi talenta asal Solo yang tembus pelatnas bulu tangkis di Cipayung.

Dentuman pukulan shuttlecock dan teriakan anak-anak terdengar riuh di GOR FKOR UNS Manahan, Solo, Rabu (6/5). Mereka merupakan peserta Kejurkot Bulu Tangkis Piala F.X. Hadi Rudyatmo 2026, yang berlangsung 7-9 Mei 2026.

Baca Juga: Susul Persibangga dan Satu Tim Lainnya, Persebi Boyolali Resmi Ditunjuk Tuan Rumah Liga 4 Nasional 2025/2026

Di balik gegap gempita tersebut, ada kegelisahan mendalam yang dirasakan insan-insan bulu tangkis Kota Bengawan.
Seorang di antaranya mantan wali kota yang saat ini menjabat Ketua Umum PBSI Solo F.X. Hadi Rudyatmo.

Dia prihatin dengan kualitas pembibitan atlet bulu tangkis di Solo, yang seolah kesulitan mengikuti jejak Icuk Sugiarto (juara dunia 1983), Joko Suprianto (4 kali juara Piala Thomas), serta Eng Hian (peraih medali Olimpiade).

Paling gres, Alwi Farhan secara mengejutkan menjadi sosok wakil Kota Bengawan yang berhasil menembus pelatnas Cipayung.

Baca Juga: Konsisten Bawa Tim Bersaing di Papan Atas, Hasnan Sungkar Dilirik Banyak Klub

Namun, rentang waktu antara Eng Hian dan Alwi terpaut cukup jauh. Lebih dari dua dekade.

“Ada kejuaraan Piala Wali Kota, Kejuaraan Ketua PBSI, dan Kejuaraan Piala Gubernur. Ini semua mempunyai tujuan sebetulnya. Karena kami ini masih punya rasa prihatin terhadap bulu tangkis,” ujar pria berkumis tebal yang akrab disapa Rudy tersebut.

Baca Juga: Selisih Tipis! Klasemen Papan Tengah Liga 1 Memanas: PSIM Jogja, Persita Tangerang, Bali United, dan Dewa United Beda Nasib di Pekan Ke-32

Diakui Rudy, banyak talenta muda yang kariernya harus berhenti di tengah jalan. Apalagi jalan menuju pelatnas Cipayung sebagai cita-cita tertinggi atlet-atlet muda di Tanah Air, terbilang cukup terjal. Terutama bagi talenta muda di Solo.

Menurut Rudy, kejuaraan bulu tangkis usia dini mulai digelorakan setelah vakum beberapa tahun terakhir. Tujuannya untuk menyuntik motivasi bibit-bibit muda yang bertalenta.

“Supaya warga Solo yang punya putra-putri maupun cucu yang masih kecil-kecil, lebih tertarik dengan olahraga bulu tangkis,” imbuh Rudy.

Selain talenta lokal, Rudy juga menyoroti prestasi Indonesia di kancar dunia. perlu diingat, Indonesia untuk pertama kalinya gagal lolos fase grup di Thomas Cup 2026. Prestasinya terburuk dalam sejarah, karena sebelumnya selama 68 tahun selalu lolos ke babak final.

“Justru itu yang bikin saya terlalu prihatin. Uber Cup aja sampai semifinal, tapi Thomas Cup hanya sampai penyisihan grup. Padahal targetnya adalah juara,” keluh Rudy.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke-33 Liga 1: Penentuan Juara hingga Drama Degradasi Memanas, Persib Bandung, Persis Solo, Madura United dan Borneo FC Susah Tidur

Kegagalan ini menjadi alarm keras. Bukan hanya untuk federasi semata, namun juga seluruh elemen yang berkecimpung di bulu tangkis. Harus bersama-sama mendongkrak prestasi Indonesia, yang dari dulu dikenal sebagai raksasa bulu tangkis dunia.

“Nah, ini semestinya menjadi keprihatinan bukan untuk semua pengurus, namun seluruh bangsa Indonesia. Harus bisa meningkatkan kembali prestasi bulu tangkis seperti zaman-zaman dulu,” bebernya. 

Ditanya faktor penyebab runtuhnya hegemoni alias kejayaan prestasi bulu tangkis, Rudy mengaku bukan terletak pada tingkat grassroots. Sebab selama ini, kompetisi jenjang usia dini termasuk rutin digelar.

Menurutnya, pokok permasalahan hadir pada sinergitas kuat antara atlet, pengurus, pelatih, klub, termasuk sponsor.

“Kalau sponsornya ada, pasti akan berprestasi. Zaman dulu kan Djarum dengan model rokok boleh, sekarang nggak boleh. Makanya kan turunnya drastis. Marilah PBSI pusat sampai dengan kota maupun kabupaten, bareng-bareng mendorong supaya prestasi bulu tangkis kembali berjaya,” ujarnya. (hj/fer)

Editor : Niko auglandy
#alwi farhan #bulutangkis #cipayung #pelatnas