RADARSOLO.COM – Nasib kelanjutan karier juara dunia sembilan kali, Marc Marquez, kini berada di persimpangan jalan pada paruh pertama musim MotoGP 2026.
Setelah tampil supergemilang dengan mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 lebih awal di GP Jepang, pembalap andalan Ducati itu kini justru terjebak dalam periode paling sulit.
Ini akibat rentetan cedera parah, penurunan performa yang drastis, hingga mencuatnya rumor pensiun.
Sepanjang empat seri awal musim MotoGP 2026 yang telah bergulir, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut belum sekalipun mencicipi manisnya podium, apalagi memenangi balapan utama.
Baca Juga: Update Kondisi Alex Marquez dan Johann Zarco Setelah Crash Mengerikan di MotoGP Catalunya 2026
Pencapaian terbaiknya sejauh ini hanyalah finis di posisi keempat (P4) pada GP Brasil.
Kondisi pelik yang dialami Marquez memancing perhatian besar dari para rival maupun legenda balap, yang menyebut sang pembalap Spanyol tersebut sedang dinaungi ketidakberuntungan ekstrem.
Pedro Acosta dan Valentino Rossi Sepakat: Marquez Sedang Apes
Rider muda KTM, Pedro Acosta, menilai bahwa kemerosotan performa Marquez murni disebabkan oleh faktor nasib buruk, bukan karena hilangnya gairah juara.
Rentetan kesialan Marquez dimulai sesaat setelah ia mengunci gelar juara dunia 2025.
Ia mengalami kecelakaan hebat di GP Mandalika yang memaksanya absen di sisa seri akhir musim lalu, kemudian berimbas pada kebugaran fisiknya di awal tahun 2026.
"Situasi dia ini sedikit apes. Dia juara dunia di Jepang kemudian di balapan berikutnya crash dengan Ducati dan terluka lagi. Ini tidak normal untuk Marc setelah semua kecelakaan yang dia alami dan bagaimana dia selalu bangkit," ungkap Acosta.
Pandangan senada juga datang dari legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi.
Pria yang akrab disapa The Doctor itu menyoroti masalah fisik, terutama di bagian lengan, menjadi musuh utama yang menjegal dominasi Marquez di atas motor Desmosedici Ducati musim ini.
Diketahui, bahu kanan Marquez yang bermasalah sejak MotoGP Mandalika kian memburuk setelah ia kembali mengalami kecelakaan di sesi sprint race MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans.
Akibatnya, ia harus naik meja operasi sebanyak dua kali untuk memulihkan kaki kanan dan lengannya.
Termasuk tindakan medis mencabut baut yang memicu gangguan saraf lengan.
“Marquez kurang beruntung dengan lengannya. Pembalap terbaik Ducati mengalami beberapa masalah dan sedikit kurang beruntung. Marquez dengan lengannya dan Pecco (Bagnaia) yang punya potensi besar, tapi tidak selalu bisa mewujudkannya di lintasan,” kata Rossi.
Peta Persaingan Berubah, Ducati Diadang Aprilia
Masalah kebugaran yang menimpa Marc Marquez terjadi di saat konstelasi persaingan MotoGP 2026 berubah drastis.
Dominasi mutlak pabrikan Borgo Panigale kini mendapat tekanan hebat dari Aprilia yang tampil sangat konsisten bersama Marco Bezzecchi.
Saat ini, Bezzecchi bahkan sukses memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.
Meskipun demikian, Rossi menilai Ducati sebenarnya masih sangat kompetitif di atas kertas.
Hanya saja, kombinasi masalah cedera Marquez dan inkonsistensi Francesco Bagnaia membuat potensi besar motor mereka belum terkonversi menjadi hasil maksimal di podium utama.
Muncul Rumor Klausul Pensiun dalam Kontrak Baru 2027
Melihat performa Marquez yang belum juga membaik dan harus terus berkejaran dengan waktu pemulihan pasca-operasi, spekulasi mengenai akhir karier The Baby Alien mulai berembus kencang di kalangan pengamat paddock.
Isu paling hangat yang beredar menyebutkan bahwa perwakilan Marc Marquez tengah mengajukan syarat khusus yang tak biasa dalam negosiasi kontrak baru untuk musim 2027 bersama Ducati.
Demi mengantisipasi kondisi fisiknya yang rentan, Marquez dikabarkan meminta manajemen Ducati untuk memasukkan klausul pensiun dini khusus.
Klausul tersebut akan memberikan kebebasan bagi pembalap bernomor start 93 itu untuk gantung helm kapan saja jika fisiknya tak lagi mampu bersaing.
Dan tanpa harus menghadapi denda penalti finansial atau konsekuensi hukum apa pun dari pihak pabrikan.
Hingga saat ini, kubu Ducati maupun perwakilan resmi Marc Marquez belum memberikan pernyataan tertulis untuk membenarkan atau membantah rumor klausul kontrak tersebut.
Editor : Syahaamah Fikria