RADARSOLO.COM – Kota Solo kembali dipercaya menjadi panggung agenda olahraga nasional. Kali ini, Kota Bengawan dipastikan menjadi tuan rumah Festival Sepak Bola Anak Nasional yang dijadwalkan digelar pada akhir 2026 mendatang.
Ajang tersebut diproyeksikan menjadi program pencarian bakat pemain muda untuk mendukung roadmap Tim Nasional Indonesia menuju level dunia.
Kepastian itu muncul setelah Wali Kota Solo Respati Ardi bertemu jajaran pengurus PSSI, di antaranya Exco PSSI Muhammad Sungkar, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwier, serta Kepala Akademi PSSI David Nascimento pada Jumat (22/5).
Dalam pertemuan itu dibahas rencana penyelenggaraan festival sepak bola usia dini berskala nasional yang akan dipusatkan di Solo.
“Program ini diproyeksikan untuk menjaring atlet muda untuk Tim Nasional Indonesia menuju panggung dunia. Jadi ini untuk menjaring talenta muda usia 7 sampai 11 tahun,” kata Respati, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana olahraga menjadi alasan utama Solo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan festival perdana tersebut.
Sebelumnya, jajaran PSSI bersama FIFA disebut telah meninjau sejumlah fasilitas olahraga di Solo, termasuk beberapa lapangan sepak bola yang dibangun dan direvitalisasi dalam beberapa tahun terakhir.
Fasilitas itu nantinya akan digunakan sebagai lokasi pertandingan dan pembinaan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini program talent scouting, mencari bakat-bakat muda untuk roadmap Timnas ke Piala Dunia. Ini akan menjadi kegiatan luar biasa ketika festival sepak bola anak ini digelar di Solo,” ujarnya.
Pemkot Surakarta kini mulai menyiapkan pengelolaan dan perawatan fasilitas olahraga agar siap digunakan untuk event nasional tersebut.
Respati menilai penunjukan Solo sebagai kota pertama penyelenggara festival juga menjadi pengakuan atas tata kelola fasilitas sepak bola yang selama ini dibangun pemerintah kota.
“Solo jadi kota pertama karena lapangan sepak bola kita yang paling lengkap, jadi tata kelola sepak bola yang baru akan dimulai dari Solo,” tegasnya.
Selain aspek olahraga, pemerintah kota juga melihat festival tersebut sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Solo.
Dia meyakini ribuan peserta dan orang tua dari berbagai daerah akan datang ke Solo untuk mengikuti kompetisi tersebut.
“Saya yakin banyak orang dari seluruh Indonesia akan datang ke Solo untuk mengantar anaknya berkompetisi. Ini peluang ekonomi bagi UMKM di Kota Solo. Kita tunggu tanggal mainnya,” tandas Respati. (ves)
Editor : Kabun Triyatno