RADARSOLO.COM – Hampton FC Surabaya tampil perkasa saat membungkam Maestro Solo FC dengan skor telak 4-1 pada lanjutan Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026 di GOR Bung Karno Sukoharjo, Kamis (28/5/2026) malam.
Duel sarat tensi tinggi itu bahkan diwarnai hujan kartu merah sejak awal pertandingan.
Laga langsung berjalan panas sejak menit-menit awal. Baru dua menit pertandingan berjalan, pemain Hampton FC Guntur Permana sudah diganjar kartu kuning akibat pelanggaran keras.
Atmosfer pertandingan semakin memanas ketika wasit mengeluarkan dua kartu merah langsung pada menit keenam untuk pemain Maestro Solo Yeremia Okarianto H dan kapten Hampton FC Catur Satriawan R.
Pertandingan berlangsung keras dengan intensitas tinggi dari kedua tim. Maestro Solo yang diasuh Fandy Frima Dana Butarbutar sempat mendapat kartu kuning tambahan melalui Muhammad Rifaldi pada menit ke-10.
Meski saling menekan, kedua tim gagal menciptakan gol hingga turun minum dan babak pertama ditutup dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, Hampton FC mulai menemukan ritme permainan. Tim asal Surabaya itu berhasil memecah kebuntuan lewat gol Ortega Johan Risilindo Patola pada menit ke-23 yang membuat Hampton unggul 1-0.
Drama kembali terjadi pada menit ke-28. Hampton harus kehilangan Nasyua Rava Azahra usai menerima kartu merah setelah sebelumnya sempat mendapat kartu kuning. Situasi tersebut mampu dimanfaatkan Maestro Solo untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Moh. Derik Cristianto.
Namun Hampton FC langsung merespons cepat. Hanya berselang semenit, M. Izzat Wildan Alfarizih sukses membawa Hampton kembali unggul 2-1. Pertandingan kembali memanas setelah pemain Maestro Solo Ilham Ramadhan juga diganjar kartu merah di menit yang sama.
Hampton kemudian memperbesar keunggulan melalui gol Randy Rifqy Bagus Ferari pada menit ke-31 sebelum ditutup gol Guntur Permana pada menit ke-36 untuk memastikan kemenangan 4-1.
Pelatih Hampton FC Felix Tirta Haryanto mengakui pertandingan berlangsung sangat sulit meski timnya akhirnya mampu meraih kemenangan besar. Ia menilai Maestro Solo memberikan perlawanan luar biasa sepanjang laga.
“Puji Tuhan tim kami Hampton FC bisa menang tapi pertandingan berjalan tidak mudah, berjalan sulit. Saya respect terhadap Maestro Solo FC, mereka sangat bagus, luar biasa intensitasnya,” ujar Felix usai pertandingan.
Felix menyebut kemenangan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen tim yang mampu menjalankan instruksi dan evaluasi dengan baik di tengah situasi pertandingan yang penuh tekanan. Menurutnya, mental pemain menjadi faktor penting saat Hampton harus bermain dalam situasi yang tidak ideal akibat kartu merah.
“Tetapi Puji Tuhan, tim, staf, manajemen dan semua pemain melakukan yang terbaik apa yang sudah kita evaluasi kita laksanakan,” lanjutnya.
Baca Juga: Bek Persis Solo Andrei Alba Curhat Mengaku Menyesal
Di sisi lain, kubu Maestro Solo menilai laga berlangsung seimbang dengan tensi tinggi sejak awal. Pelatih fisik Maestro Solo Akhmad Riansyah mengatakan kedua tim saling melancarkan serangan dan menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan.
“Laga ini tensi tinggi kemudian tim saling berganti untuk membalas serangan dan banyak peluang belum berbuah gol itu menjadi evaluasi bagi tim kami untuk laga besok bisa dimaksimalkan sekecil apa pun peluang,” katanya.
Riansyah mengakui kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Maestro Solo, terutama dalam efektivitas penyelesaian akhir dan pengelolaan emosi di lapangan. Meski demikian, ia memastikan timnya akan segera bangkit untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Hari ini kita kalah, laga berikutnya Insyaallah kita punya energi lebih baik untuk bisa kembali bangkit dan memenangkan laga demi laga,” tandasnya.
Baca Juga: Degradasi ke Liga 2, Siapa Pemain Yang Dipertahankan Persis Solo? Ini Jawaban Milo
Kemenangan ini menjadi tambahan tiga poin penting bagi Hampton FC Surabaya dalam persaingan papan atas klasemen PFL 2 2026.
Sementara itu, Guntur Permana yang tampil impresif dengan kontribusi satu gol dan kerja keras sepanjang laga dinobatkan sebagai Man of the Match (MOTM) dalam duel panas tersebut. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy