RADARSOLO.COM - Kota Solo kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang lari berskala nasional dan internasional melalui penyelenggaraan Solo Run Fest 2026.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, event yang digagas PT SHA Solo bersama Pemkot Solo menargetkan partisipasi 7.000 pelari dari berbagai daerah dan negara.
Project Director Solo Run Fest Rindrapuri mengatakan, penyelenggaraan Solo Run Fest kali keempat ini mengusung tema "Run The City. Feel The History".
Solo Run Fest tidak hanya menawarkan kompetisi olahraga, tetapi juga pengalaman menikmati kekayaan budaya, sejarah, dan keramahan Kota Solo.
"Para peserta akan diajak menjelajahi berbagai sudut kota sembari merasakan atmosfer khas yang menjadi identitas Kota Bengawan," kata dia.
Konsep yang diusung tahun ini menempatkan lari sebagai sarana untuk mengenal lebih dekat karakter sebuah kota.
Menurutnya, berlari bukan hanya tentang mencapai garis finis, tetapi juga merasakan denyut kehidupan kota, sejarah, kuliner, serta interaksi dengan masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan.
"Seiring berkembangnya olahraga lari menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan, Solo Run Fest diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan olahraga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan olahraga, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu perhelatan yang khas dan berkesan," ucap Rindrapuri.
Di sisi lain, kepercayaan publik terhadap kualitas penyelenggaraan juga semakin meningkat setelah rute Solo Run Fest memperoleh sertifikasi dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada pelaksanaan sebelumnya.
Baca Juga: Lautan Gaun Merah di Magelang, 2.943 Pelari dari 44 Negara Meriahkan Red Dress Run 2026
Standar tersebut akan terus dipertahankan dan ditingkatkan guna memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta.
"Solo Run Fest 2026 akan berlangsung pada 27 September 2026 dengan titik start di Stadion Manahan dan finis di Taman Balekambang. Tiga kategori yang diperlombakan meliputi Half Marathon (HM), 10K, dan 5K," beber dia.
Perwakilan Solo Run Fest sekaligus Direktur Marketing PT SHA Solo Aris Nuryanto menyebut Solo Run Fest 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat citra Solo sebagai kota tujuan sport tourism.
Kehadiran ribuan peserta tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi seperti perhotelan, transportasi, UMKM, hingga kuliner.
"Solo Run Fest menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Kota Solo kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor sport tourism," hemat dia.
Baca Juga: Pengalaman Berharga, Peserta Rasakan Event Dunia di Mangkunegaran Run 2026
Selain lomba lari, penyelenggara juga akan menghadirkan pameran sportswear yang menampilkan berbagai produk olahraga dari brand lokal maupun nasional.
Area kuliner khas Solo juga disiapkan untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi peserta dan pengunjung.
Panitia memastikan aspek keamanan, kenyamanan, serta prinsip keberlanjutan akan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan tahun ini.
"Penguatan identitas lokal melalui pengangkatan ikon-ikon Kota Solo juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ucap Aris Nuryanto.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mendukung penuh penyelenggaraan event olahraga yang ada di Kota Bengawan, salah satunya melalui Solo Run Fest 2026 ini.
Pihaknya mengajak semua masyarakat untuk ikut mendukung upaya promosi kota lewat penyelenggaraan event yang nantinya bakal berdampak pada perputaran ekonomi yang ada di Solo agar manfaat dapat dirasakan masyarakat Kota Solo.
"Ini jadi sarana promosi lewat sebuah event, perserta merasakan experience di Solo sehingga akan kembali lagi pada event selanjutnya," jelas Respati.
"Dengan begitu Solo akan menjadi tujuan utama pariwisata, semua masyarakat pedagang, driver online, pelaku UMKM sungguh merasakan manfaat dari kota tujuan pariwisata. Dan saya harap 18 subsektor ekonomi kreatif di Solo bisa ikut bergerak, ini saatnya brand lokal aparel, baju, sepatu naik kelas," pungkas wali kota. (ves)
Editor : Tri Wahyu Cahyono