Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Alwi Farhan Bungkam Kritik! Juara Australian Open 2026 dengan Cara Meyakinkan: Pebulu Tangkis Asal Solo Ini Hancurkan Wakil China 

Niko auglandy • Senin, 15 Juni 2026 | 00:31 WIB
Alwi Farhan Juara Australian Open 2026. (Dok. PBSI)
Alwi Farhan Juara Australian Open 2026. (Dok. PBSI)

RADARSOLO.COM – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menjuarai Australian Open 2026. Dalam partai final yang digelar di Sydney, Minggu (14/6/2026), Alwi tampil dominan untuk mengalahkan wakil Tiongkok, Dong Tian Yao, dua gim langsung 21-13, 21-13.

Gelar ini menjadi penebusan sempurna bagi Alwi setelah beberapa bulan terakhir harus menghadapi tekanan besar menyusul hasil kurang memuaskan bersama Indonesia di ajang Thomas Cup.

Usai pertandingan, Alwi mengaku sangat emosional bisa mengangkat trofi di Sydney. Pemain unggulan ketiga tersebut menyebut kegagalan di Thomas Cup sempat membuatnya terpukul secara mental.

"Rasanya sangat-sangat senang dan bahagia. Beberapa bulan kemarin saya memang sangat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas. Tapi saya berterima kasih kepada semua yang mengkritik, mendukung, dan terus mendoakan saya," ujar Alwi.

Baca Juga: Pernah Dipanggil Shin Tae-yong, Kini eks Kiper Persis Solo dan PSS Sleman Ini Hilang Tanpa Kabar Setelah Cedera Parah: Keluarga Nuri Agus Panik Mencarinya

Pemain muda Indonesia itu menegaskan perjalanan menuju puncak tidak pernah mudah. Banyak rintangan yang harus dilalui, namun dirinya bertekad tidak menyerah dan terus berkembang menjadi atlet yang lebih baik.

Di partai final, Alwi tampil sangat matang. Ia mengaku telah mempelajari permainan Dong Tian Yao dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, termasuk saat sang lawan menghadapi Anthony Sinisuka Ginting dan Ubedillah.

Menurut Alwi, kunci kemenangan terletak pada kemampuannya mengantisipasi serangan lawan yang memiliki postur tinggi dan pukulan bola atas yang tajam.

"Saya belajar dari pertandingan dia sebelumnya. Dong punya postur tinggi sehingga serangan bola atasnya cukup berbahaya. Di gim pertama saya bisa mengontrol permainan. Awal gim kedua sempat ketat, tetapi saya berhasil kembali ke pola permainan yang saya inginkan," jelasnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Arema FC Kehilangan Monster Gol! Dalberto Resmi Pergi Setelah Musim Terbaiknya: Singo Edan Lepas 14 Pemain

Keberhasilan ini sekaligus menjadi gelar Super 500 kedua dalam karier Alwi Farhan. Namun pemain berusia muda tersebut menegaskan bahwa trofi ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan motivasi untuk menghadapi tantangan berikutnya.

"Saya bersyukur bisa meraih gelar Super 500 kedua. Tapi perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya," katanya.

Alwi juga mempersembahkan gelar tersebut untuk keluarga, pelatih, tim pendukung, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan di tengah masa sulit yang sedang dialami bulu tangkis nasional.

"Saya ingin berterima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih, dan semua tim pendukung di PBSI. Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia dan bulu tangkis Indonesia. Kita tahu belakangan ini bulu tangkis Indonesia sedang menghadapi situasi yang cukup berat, dan saya berharap ke depan bisa segera membaik," tutupnya.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1: Deri Corfe Dilepas, PSIM Jogja Siapkan Striker Baru yang Lebih Ganas?

Keberhasilan Alwi menjadi juara Australian Open 2026 memberi angin segar bagi kebangkitan bulu tangkis Indonesia. Di tengah sorotan terhadap prestasi sektor tunggal putra dalam beberapa waktu terakhir, gelar di Sydney menjadi bukti bahwa regenerasi atlet Indonesia terus berjalan dan masih mampu bersaing di level elite dunia. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#alwi farhan #bulu tangkis