RADARSOLO.COM – Mimpi Maestro Solo FC untuk tampil di partai puncak Pro Futsal League 2 (PFL2) 2025/2026 harus kandas di penghujung Championship Round Final Four. Wakil Kota Bengawan itu takluk 1-3 dari Hampton FC Surabaya dalam laga penentuan yang digelar di GOR Bung Karno Sukoharjo, Minggu (21/6/2026).
Hasil tersebut membuat Maestro gagal mengamankan tiket grand final. Sebaliknya, Hampton FC sukses memastikan diri melangkah ke laga perebutan gelar juara.
Maestro sejatinya datang ke pertandingan dengan tekad meraih kemenangan demi menjaga asa lolos ke final. Namun situasi langsung berjalan tidak menguntungkan sejak awal laga.
Baru tiga menit pertandingan berjalan, Hampton FC sudah unggul melalui gol bunuh diri yang bermula dari kesalahan antisipasi kiper Maestro, Andreas Budi Nugroho. Bola justru masuk ke gawang sendiri dan membuat tim asal Surabaya memimpin 1-0.
Keunggulan itu membuat Hampton FC semakin percaya diri. Mereka terus menekan pertahanan Maestro dan berhasil menggandakan skor pada menit ke-11 melalui penyelesaian Yoga Aditya.
Baca Juga: Comeback Spektakuler Veda Ega Pratama di Moto3 Ceko 2026, Start dari Posisi 20 Bisa Finis 5 Besar!
Tertinggal dua gol, Maestro mencoba bangkit. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-18 ketika Moh Derik Cristianto berhasil mencetak gol balasan. Skor berubah menjadi 1-2 dan bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, Maestro meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol penyama kedudukan. Namun Hampton FC tampil disiplin dalam bertahan dan efektif memanfaatkan peluang serangan balik.
Alih-alih menyamakan skor, Maestro justru kembali kebobolan pada menit ke-35. Achmad Guntur Ramadhan mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memastikan kemenangan Hampton FC dengan skor akhir 3-1.
Meski gagal melangkah ke grand final, jajaran pelatih Maestro tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan tim sepanjang musim.
Asisten pelatih Maestro Solo FC, Afip Burhanudin, menyebut keberhasilan menembus babak Final Four merupakan pencapaian yang patut disyukuri.
"Kami mengucap syukur alhamdulillah kita diberikan keselamatan, kita sampai bisa ke final four ini. Lalu kami ucapkan terima kasih untuk manajemen, utamanya pada pak bos dan jajaran manajemen yang sudah memberikan semuanya kepada kami," ujarnya.
Afip juga memberikan penghargaan kepada pelatih kepala Fandy Frima Dana Butarbutar yang dinilai berperan besar dalam perkembangan tim sejak awal pembentukan skuad hingga mampu bersaing di level Final Four.
"Saya juga ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Coach Fandi yang sudah banyak merubah dari awal tim ini terbentuk dari seleksi sampai bisa sekarang ini. Banyak berubah taktikal, wawasan dan yang lainnya, beliau sangat all out dengan tim ini," katanya.
Baca Juga: Wisatawan Membludak? Pertamina Siapkan Langkah Khusus di Seluruh SPBU Jateng dan DIY
Menurut Afip, kehadiran Maestro Solo di kompetisi nasional diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan bagi talenta-talenta futsal Jawa Tengah agar mampu berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, pemain Maestro Solo, Fajar Saputra, menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen dan para pendukung karena gagal membawa tim melaju ke partai puncak.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada manajemen, staff pelatih, para pendukung. Mohon maaf apabila kami tidak bisa memberikan yang terbaik. Semoga di event selanjutnya Maestro Solo bisa lebih baik lagi dan bisa berkembang lebih baik lagi," ujarnya.
Dengan berakhirnya laga tersebut, dua tiket grand final PFL2 2025/2026 resmi menjadi milik Hampton FC Surabaya dan Proton FC. Proton FC memastikan langkah ke partai puncak setelah menaklukkan KLN Elite FC dengan skor 3-1 pada pertandingan lainnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy