Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bukan Soal Uang, Agus Kempul Pilih Mundur dari Tim Solo di Ajang Porprov Jateng Demi Harga Diri

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 22 Juni 2026 | 23:06 WIB
Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Kempul usai mengikuti sebuah kejuaraan. (INSTAGRAM @agus_setiawan47)
Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Kempul usai mengikuti sebuah kejuaraan. (INSTAGRAM @agus_setiawan47)

RADARSOLO.COM – Dunia balap motor Kota Solo diguncang kabar mengejutkan. Pembalap road race senior andalan Kota Bengawan, Agus Setiawan atau yang akrab disapa Agus Kempul, memutuskan mundur dari tim balap motor Porprov 2026 Kota Solo. Keputusan tersebut diambil bukan karena persoalan teknis maupun finansial, melainkan kekecewaan mendalam terhadap sikap pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Surakarta yang dinilainya tidak memberikan pendampingan saat dirinya menghadapi persoalan disiplin.

Polemik bermula ketika Agus terlibat insiden dalam sebuah ajang balap yang kemudian viral di media sosial. Dampak dari kejadian itu membuat IMI Jawa Tengah menjatuhkan sanksi larangan mengikuti balapan selama enam bulan.

Meski menerima sanksi tersebut sebagai konsekuensi atas tindakannya, Agus mengaku kecewa karena merasa berjuang sendirian saat menghadapi persoalan yang menimpanya. Padahal, saat itu ia sedang membawa nama Kota Solo dalam berbagai ajang balap.

“Saya tidak meminta dibela atau dibenarkan. Kalau saya salah, saya siap menerima sanksi. Tapi setidaknya saya berharap ada pendampingan saat menghadapi persoalan itu. Saya merasa seperti dibiarkan menghadapi semuanya sendiri. Itu yang membuat saya sakit hati,” ungkap Agus kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Dari Solo hingga Samarinda, Inilah Tim-Tim yang Siap Mengguncang MLSC All-Stars 2026

Kekecewaan tersebut semakin bertambah ketika dirinya berusaha membuka komunikasi dengan jajaran pengurus. Agus mengaku tidak mendapatkan respons yang diharapkannya sehingga perasaan tidak dihargai terus membekas hingga akhirnya memilih mengundurkan diri.

Saat memenuhi panggilan IMI Jawa Tengah, Agus juga mengaku mempertanyakan sejumlah laporan yang dinilai menyudutkan dirinya. Ia menyebut ada tuduhan melakukan pemukulan dan penendangan di sirkuit yang menurutnya tidak terbukti setelah rekaman video kejadian diputar dan ditinjau bersama.

“Namun ketika video kejadian diputar dan ditinjau, menurut saya tuduhan tersebut tidak terbukti. Karena itu saya mempertanyakan dasar laporan yang disampaikan kepada IMI Jateng,” ujarnya.

Baca Juga: Malut United Kena Dua Sanksi Sekaligus dari Komdis PSSI, Ini Penyebabnya

Dari situ, Agus mulai mencurigai adanya kepentingan lain di balik polemik yang berkembang. Menurut pandangannya, ada pihak tertentu yang justru diuntungkan apabila dirinya mendapat sanksi dan tidak bisa tampil di lintasan balap.

“Menurut pandangan saya, ada pihak-pihak tertentu yang bisa diuntungkan jika saya mendapat sanksi atau tidak bisa tampil. Karena itu saya merasa persoalan yang sebenarnya sudah selesai justru berkembang ke arah yang lebih besar,” lanjutnya.

Pembalap yang sudah lama menjadi ikon road race Solo tersebut menegaskan keputusan mundur tidak ada kaitannya dengan nilai kontrak atau imbalan yang diterima selama membela Kota Bengawan. Ia mengaku tetap bertahan membela Solo selama ini karena faktor loyalitas.

“Selama ini saya mendapat banyak tawaran dari daerah lain dengan nilai yang lebih besar. Tetapi saya tetap memilih membela Solo karena faktor loyalitas. Saya sayang Solo dan bangga menjadi bagian dari Solo,” tegasnya.

Agus mengungkapkan persoalan ini juga berdampak pada keluarganya. Ramainya pembahasan kasus tersebut di lingkungan balap membuat istri dan anaknya ikut terkena tekanan psikologis.

“Yang saya pikirkan bukan hanya diri saya sendiri. Saya juga memikirkan istri dan anak saya yang ikut terdampak karena persoalan ini menjadi pembicaraan di lingkungan balap. Secara mental, hal itu cukup berat bagi keluarga saya,” katanya.

Menyadari potensi kehilangan salah satu pembalap terbaiknya, pengurus IMI Surakarta bergerak cepat melakukan mediasi. Dalam pertemuan tersebut, Agus menyampaikan seluruh keluhannya secara terbuka kepada pengurus.

Pihak pengurus bahkan meminta Agus mempertimbangkan kembali keputusan mundurnya demi kepentingan Kota Solo di ajang Porprov 2026. Namun hingga saat ini, sang pembalap belum memberikan keputusan final.

“Pengurus meminta saya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Namun sampai saat ini saya masih membutuhkan waktu untuk berpikir sebelum menentukan keputusan akhir,” pungkasnya.

Rencananya, proses mediasi lanjutan akan kembali dilakukan pada Senin (22/6/2026) sore untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#solo #agus #porprov #pembalap