Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sprinter Asal Boyolali Unjuk Gigi, Juara Umum di Tunisia, Para Atletik Indonesia Kirim Sinyal Kuat ke Asian Para Games 2026

Niko auglandy • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:36 WIB
Atlet para Atletik Indonesia terjun di ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 yang berlangsung di Tunisia pada 12–20 Juni 2026.
Atlet para Atletik Indonesia terjun di ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 yang berlangsung di Tunisia pada 12–20 Juni 2026.

RADARSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para atlet Indonesia di kancah internasional. Tim para atletik Indonesia sukses menyabet gelar juara umum pada ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 yang berlangsung di Tunisia pada 12–20 Juni 2026.

Kontingen Merah Putih tampil impresif dengan mengoleksi 15 medali emas, 7 perak, dan 7 perunggu. Raihan tersebut membuat Indonesia berbagi posisi puncak klasemen akhir bersama Ukraina yang mencatatkan perolehan medali identik.

Di bawah Indonesia dan Ukraina, tuan rumah Tunisia menempati posisi ketiga dengan koleksi 10 emas, 6 perak, dan 9 perunggu. Sementara Uzbekistan berada di urutan keempat dengan raihan 8 emas, 11 perak, dan 10 perunggu, disusul Rusia yang mengemas 7 emas, 7 perak, dan 5 perunggu.

Baca Juga: Arkhan Kaka Ucap Salam Perpisahan? Masa Depan Striker Timnas U-20 di Persis Solo Masih Abu-Abu

Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam perburuan tiket menuju Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Jepang. Pasalnya, poin yang diperoleh dari ajang resmi World Para Athletics menjadi salah satu penentu kelolosan atlet ke pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Nama Saptoyogo Purnomo kembali menjadi andalan tim para atletik Indonesia. Atlet asal Solo itu menyumbangkan tiga medali emas dari nomor lari 100 meter putra klasifikasi T37, 200 meter putra T37-T38, serta nomor estafet universal 4x100 meter.

Tak kalah gemilang, Nanda Mei Sholihah juga memborong tiga medali emas. Ia menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter putri T46-T47, 200 meter putri T46-T47, dan estafet universal 4x100 meter.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 Hari Ini: Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0, Inggris Ditahan Ghana Tanpa Gol

Sementara itu, sprinter asal Boyolali Karisma Evi Tiarani turut memberikan kontribusi besar dengan menyumbangkan dua medali emas. Atlet andalan Indonesia tersebut menjadi juara pada nomor 100 meter putri T36/42/44 dan lompat jauh putri T42,44,46,47.

Koordinator Tim Pelatih Para Atletik Indonesia Purwo Adi Sanyoto mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang berhasil membawa pulang total 29 medali dari Tunisia. Menurutnya, persaingan yang terjadi sangat ketat karena hampir seluruh negara Asia mengirimkan atlet terbaiknya demi mengumpulkan poin menuju Asian Para Games 2026.

"Persaingan di antara negara-negara peserta, terutama dari kawasan Asia, sangat luar biasa. Semua berlomba mengumpulkan poin karena hasil di Tunisia menjadi bagian dari proses kualifikasi menuju Asian Para Games 2026," ujar Purwo, Selasa (23/6).

Meski berhasil keluar sebagai juara umum, Purwo menegaskan belum ada atlet Indonesia yang dipastikan lolos ke Asian Para Games.

Perhitungan poin masih berlangsung hingga 31 Juli 2026 dan akan ditentukan berdasarkan peringkat masing-masing nomor serta klasifikasi.

Karena itu, Indonesia masih akan melanjutkan perjuangan pada seri berikutnya yang berlangsung di Meksiko pada akhir Juli mendatang.

"Saat ini belum ada atlet yang benar-benar dinyatakan lolos. Kami masih memiliki kesempatan menambah poin di Meksiko. Target kami tentu sebanyak mungkin atlet bisa memperkuat Indonesia di Asian Para Games 2026," jelasnya.

Baca Juga: Krisis Komunikasi Pascadegradasi, Suporter Persis Solo Minta Pemkot Jadi Penengah

Kesuksesan di Tunisia juga menjadi suntikan motivasi bagi para atlet. Salah satunya dirasakan Alfin Nomleni yang berhasil meraih medali emas pada nomor 400 meter putra T20.

Atlet asal Nusa Tenggara Timur itu mengaku sempat minder saat melihat lawan-lawannya memiliki postur tubuh lebih tinggi. Namun rasa percaya diri membuatnya mampu tampil maksimal hingga berdiri di podium tertinggi.

"Awalnya saya sempat ragu karena postur saya lebih pendek dibanding lawan-lawan. Tetapi saya berusaha percaya diri dan akhirnya bisa melewati semuanya," kata Alfin.

Baca Juga: Suporter Tagih Roadmap Persis Solo, Soroti Lambannya Persiapan Hadapi Liga 2

Meski berhasil menjadi juara dengan catatan waktu 48,82 detik, Alfin mengaku belum puas. Ia masih berambisi memperbaiki rekornya demi membuka peluang tampil di Asian Para Games bahkan Paralimpiade.

"Saya ingin memperbaiki catatan waktu lagi. Target saya bukan hanya lolos ke Asian Para Games, tetapi juga bisa tampil di Paralimpiade suatu saat nanti," tegasnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: Persis Solo Rekrut Striker 27 Gol 

Semangat serupa ditunjukkan Ansyari yang sukses merebut medali emas pada nomor lempar lembing putra klasifikasi F41. Ia menilai persaingan di Tunisia memberikan banyak pelajaran berharga, terutama saat menghadapi atlet-atlet kuat dari Kuba.

"Lemparan saya belum mencapai hasil terbaik. Mudah-mudahan pada kejuaraan berikutnya bisa lebih jauh lagi dan memberi hasil yang lebih maksimal untuk Indonesia," ujarnya.

Para atlet Indonesia kini memiliki waktu hampir satu bulan untuk menjalani pemusatan latihan di Solo sebelum kembali bertarung pada ajang internasional di Meksiko. Kejuaraan tersebut akan menjadi kesempatan terakhir untuk mengumpulkan poin sebelum penentuan peserta Asian Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Nagoya pada 18-24 Oktober mendatang. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#atletik #Kejuaraan