RADARSOLO.COM - Honda Team Asia menghadapi tantangan besar jelang Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen.
Berbeda dengan sejumlah tim rival yang memiliki banyak referensi dan data teknis dari musim sebelumnya, skuad asal Jepang tersebut justru harus bekerja ekstra keras karena minimnya bahan evaluasi untuk dijadikan acuan pengembangan motor.
Kondisi ini terjadi setelah kedua pembalap Honda Team Asia gagal menuntaskan balapan Moto3 Belanda musim lalu.
Akibatnya, tim teknis kehilangan banyak data penting yang biasanya digunakan untuk menentukan arah pengembangan setelan motor, pemilihan ban, hingga strategi balapan.
Situasi tersebut membuat Honda Team Asia praktis harus memulai persiapan dari titik awal.
Seluruh kru teknik dituntut bekerja lebih efisien untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sejak sesi latihan bebas pertama berlangsung.
Dalam kondisi seperti ini, peran Veda Ega Pratama menjadi sangat penting.
Pembalap muda Indonesia itu diharapkan mampu memberikan masukan yang detail dan akurat kepada para teknisi terkait perilaku motor di berbagai sektor lintasan Assen yang terkenal cepat dan teknis.
Setiap putaran yang dijalani Veda Ega Pratama selama latihan bebas akan menjadi sumber informasi berharga bagi tim.
Umpan balik mengenai tingkat grip ban, respons motor saat menikung cepat, kestabilan pengereman, hingga akselerasi keluar tikungan akan menjadi bahan utama dalam menentukan arah pengembangan setelan sepanjang akhir pekan balap.
Manajemen waktu pada hari Jumat diperkirakan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan Honda Team Asia.
Fokus utama tim bukan hanya mengejar catatan waktu tercepat, tetapi juga mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk memahami karakter lintasan Assen yang terus mengalami perubahan kondisi.
Tim juga akan memanfaatkan sesi latihan bebas untuk menguji berbagai pilihan kompon ban sekaligus mempelajari pengaruh temperatur lintasan terhadap performa motor Honda NSF250RW.
Informasi tersebut sangat dibutuhkan agar tim dapat menentukan konfigurasi terbaik menjelang sesi kualifikasi dan balapan utama.
Selain faktor teknis, kemampuan Veda membaca perubahan kondisi lintasan juga akan memainkan peran penting.
Assen dikenal sebagai sirkuit yang sering menghadirkan perubahan cuaca dan arah angin secara cepat.
Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci utama bagi pembalap untuk tetap kompetitif sepanjang akhir pekan.
Honda Team Asia berharap kerja efektif selama sesi latihan bebas mampu menutup kekurangan data yang dimiliki.
Jika proses pengumpulan informasi berjalan sesuai rencana, peluang Veda Ega Pratama untuk tampil kompetitif dan mengamankan poin berharga pada Moto3 Belanda 2026 akan semakin terbuka.
Dengan kombinasi kerja keras tim teknis dan kemampuan adaptasi cepat dari Veda Ega Pratama, Honda Team Asia bertekad menjadikan akhir pekan di Assen sebagai momentum penting untuk melanjutkan tren positif yang mulai terlihat dalam beberapa seri terakhir musim ini.
Editor : Nur Pramudito