Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026: Gagal Lolos Langsung ke Q2 Usai Crash, Bos Honda Team Asia Ungkap Kendala Motor

Nur Pramudito • Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:14 WIB
Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026: Gagal Lolos Langsung ke Q2 Usai Crash, Bos Honda Team Asia Ungkap Kendala Motor
Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026: Gagal Lolos Langsung ke Q2 Usai Crash, Bos Honda Team Asia Ungkap Kendala Motor

RADARSOLO.COM - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengalami hasil kurang maksimal pada rangkaian Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Belanda.

Rider dari tim Honda Team Asia itu harus menerima kenyataan pahit Gagal Lolos ke Q2 dan kini bersiap memulai perjuangan dari sesi Q1.

Insiden jatuh pada awal sesi latihan menjadi titik balik yang merugikan Veda.

Crash tersebut membuat dirinya kehilangan banyak waktu penting untuk mencatatkan lap time kompetitif di sesi practice.

Pada hari pertama Moto3 Belanda 2026, Veda hanya mampu menempati posisi ke-23 dalam sesi latihan siang.

Hasil itu membuatnya tidak memenuhi syarat finis 14 besar untuk langsung mengamankan tiket ke Q2.

Dalam aturan Moto3 Belanda 2026, hanya empat pembalap tercepat dari Q1 yang berhak melaju ke Q2, sesi yang menentukan posisi start enam baris terdepan.

Situasi ini membuat Veda harus bekerja ekstra keras di kualifikasi 1.

Yang semakin menyulitkan, motor Honda NSF250RW yang digunakan Veda mengalami kerusakan setelah kecelakaan.

Berbeda dengan kelas MotoGP yang memiliki motor cadangan, pembalap Moto3 seperti Veda hanya mengandalkan satu motor selama akhir pekan balapan.

Hiroshi Aoyama, manajer Honda Team Asia, menjelaskan bahwa insiden tersebut berdampak besar pada performa sang pembalap.

“Veda mengalami kecelakaan di bagian cepat lintasan pada awal sesi latihan, dan itu membuatnya kehilangan hampir seluruh waktu di trek,” ujar Aoyama dalam pernyataan resmi tim.

Tim sempat melakukan perbaikan cepat, namun kondisi motor tidak kembali seperti semula sehingga performa Veda tidak optimal hingga akhir sesi.

Catatan waktu Veda di sesi practice bahkan lebih lambat dibanding FP1.

Jika sebelumnya ia mencatat 1 menit 41,970 detik, di practice ia hanya mampu 1 menit 42,768 detik.

Veda sendiri mengakui bahwa ini bukan awal yang diharapkan pada akhir pekan balapan Moto3 Belanda 2026.

“Ini bukan start yang bagus. Kami sudah mencoba banyak setelan di FP1 dan mendapatkan data bagus, tapi sayangnya saya jatuh di awal practice dan kehilangan banyak waktu,” ungkap Veda.

Meski begitu, ia menegaskan akan melakukan evaluasi bersama tim Honda Team Asia untuk bangkit di sesi berikutnya dan mencoba mengejar peluang Loloske Q2 lewat Q1.

Kini, fokus utama Veda Ega Pratama adalah memperbaiki setelan motor dan tampil lebih agresif di sesi kualifikasi agar tetap memiliki peluang start lebih baik di balapan utama Moto3 Belanda 2026.

Editor : Nur Pramudito
#Moto3 Belanda 2026 #Moto3 Belanda #Honda Team Asia #veda ega pratama