RADARSOLO.COM – UTP Boxing Fest Championship Vol. 1 2026 sukses digelar di GOR Kampus 3 UTP, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (28/6). Meski baru memasuki edisi perdana, kejuaraan tersebut mampu menghimpun 138 petinju dari Solo Raya hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Jumlah peserta yang mencapai ratusan menjadi sinyal bahwa kompetisi tinju amatir masih dibutuhkan sebagai ruang pembinaan sekaligus mengasah kemampuan atlet. Terlebih, dalam waktu dekat para petinju daerah akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng, sehingga ajang seperti ini menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan sebelum turun pada kompetisi resmi.
Ketua Panitia Pelaksana UTP Boxing Fest, Novawantya, mengatakan sejak awal penyelenggaraan memang tidak dibatasi hanya untuk petinju asal Solo. Panitia sengaja membuka kesempatan bagi atlet dari Solo Raya dan DIY agar persaingan berlangsung lebih kompetitif sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas.
"Untuk gelaran kompetisi tinju ini bukan dari Solo saja, tetapi mencakup Solo-DIY. Sebentar lagi juga ada Porprov, jadi harapannya bisa menjadi tambahan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan fisik dan skill atlet," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Beragam Aktivitas Seru Sambut Liburan Sekolah di The Sunan Hotel Solo, Ini Agenda dan Jadwalnya
Menurut Nova, tujuan utama penyelenggaraan UTP Boxing Fest bukan sekadar menggelar pertandingan sehari. Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi atlet yang ingin menekuni olahraga tinju secara lebih serius sekaligus memperbanyak jam terbang sebelum bersaing di level yang lebih tinggi.
Di sisi lain, penyelenggaraan UTP Boxing Fest juga menjadi sarana memperkenalkan UTP kepada masyarakat. Menariknya, kejuaraan tersebut merupakan inisiatif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UTP yang menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaannya.
"Sebenarnya yang mengadakan bukan dari kampus, tetapi dari BEM UTP. Sekalian kami juga ingin ikut me-branding kampus. Yang paling utama tentu mewadahi teman-teman yang ingin terjun lebih dalam ke dunia boxing," jelasnya.
Sebanyak 138 peserta yang ambil bagian berasal dari kategori usia SD, SMP, SMA hingga umum. Meski dibedakan berdasarkan kelompok umur, seluruh pertandingan tetap menggunakan sistem kelas berat badan sesuai regulasi cabang olahraga tinju.
Nova menjelaskan, penerapan kelas berat menjadi aturan yang wajib diterapkan demi menjaga keselamatan atlet sekaligus menciptakan pertandingan yang seimbang.
"Total peserta ada 138. Tetap memakai kelas berdasarkan berat badan. Misalnya atlet dengan berat 65 kilogram tidak bisa bertanding melawan atlet 50 kilogram karena dalam tinju ada aturan mengenai batas selisih berat badan di setiap kelas," terangnya.
Selain mempertandingkan partai reguler, panitia juga menghadirkan 10 partai spesial yang dihuni atlet-atlet potensial. Sebagian besar di antaranya diproyeksikan tampil pada Porprov. Adapun rangkaian pertandingan ditutup dengan tiga partai main event sebagai laga unggulan.
"Main event kemarin ada tiga partai. Itu memang partai tertinggi untuk meramaikan event. Selain itu ada juga 10 partai spesial yang isinya atlet-atlet dan kemungkinan besar bakal maju ke Porprov. Jadi kualitas pertandingannya memang kami siapkan lebih kompetitif," katanya.
Baca Juga: PT Djarum Ekspansi ke Wonogiri, Disebut Mampu Serap Ribuan Pekerja: Cek Lokasi Pabriknya
Pada tiga partai utama tersebut, Febri Deva berhasil mengalahkan Malekiano Yudha. Di kategori putri, Astrid keluar sebagai pemenang setelah menundukkan Irmaw. Sementara partai penutup dimenangkan Dhimas usai mengatasi perlawanan Ilham.
Meski pelaksanaan edisi perdana berjalan lancar, Nova mengakui proses persiapan tidak lepas dari berbagai tantangan. Keterbatasan anggaran menjadi kendala terbesar sehingga panitia memilih memanfaatkan fasilitas kampus dibanding menyewa arena pertandingan di luar.
"Jujur event pertama saja sudah berat. Kendalanya memang di budget. Kalau memakai tempat di luar tentu harus sewa, jadi supaya tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya kami memanfaatkan fasilitas kampus sendiri," tuturnya.
Nova berharap UTP Boxing Fest dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan. Dengan keberlanjutan penyelenggaraan, kejuaraan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan atlet tinju di Solo Raya sekaligus melahirkan petinju-petinju berprestasi.
"Harapannya kalau event ini lanjut, tetap bisa mewadahi atlet-atlet yang ingin serius di dunia boxing. Semoga mereka bisa mengikuti event-event seperti ini dan menjadi atlet terbaik. Memang rencananya ingin dibuat tahunan, ada Vol. 1, Vol. 2, Vol. 3, tetapi nanti kami lihat dulu kesiapan teman-teman ke depannya," pungkasnya. (nik)
Editor : Niko auglandy