Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Indonesia Bawa Pulang Tiga Perak dari Ceko, Bidik Emas Asian Para Games 2026

Niko auglandy • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:49 WIB
Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang bersiap melepaskan anak panah dalam kejuaraan Hyundai World Archery Para Series 2026 in Nove Mesto, Republik Ceko, 29 Juni - 4 Juli 2026. Indonesia berhasil meraih 3 medali perak dari kejuaraan ini. (Dok. MIchal Novák)
Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang bersiap melepaskan anak panah dalam kejuaraan Hyundai World Archery Para Series 2026 in Nove Mesto, Republik Ceko, 29 Juni - 4 Juli 2026. Indonesia berhasil meraih 3 medali perak dari kejuaraan ini. (Dok. MIchal Novák)

RADARSOLO.COM – Tim para panahan Indonesia membawa pulang tiga medali perak dari ajang Hyundai World Archery Para Series 2026 yang berlangsung di Nove Mesto, Republik Ceko, pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Merah Putih untuk menatap Asian Para Games 2026 sekaligus mengukur kekuatan calon lawan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Dua medali perak dipersembahkan Ken Swagumilang. Atlet asal Sidoarjo itu finis sebagai runner-up pada nomor individual compound dan mixed team compound bersama Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant. Satu medali perak lainnya diraih pasangan Kholidin dan Noviera Ross di nomor mixed team recurve.

Baca Juga: Hasil Argentina vs Mesir: Sempat Tertinggal Dua Gol, Messi Ikut Bawa Argentina Bangkit dan Comeback Dramatis di 16 Besar Piala Dunia

Berdasarkan klasemen perolehan medali yang dirilis World Archery, Indonesia menempati posisi kelima bersama Korea Selatan dan tuan rumah Republik Ceko. India keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi lima medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Pelatih para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, mengapresiasi pencapaian anak asuhnya. Menurut dia, tiga medali tersebut diraih pada nomor-nomor yang juga akan dipertandingkan di Paralimpiade Los Angeles 2028 sehingga menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan tim.

"Alhamdulillah kita bisa lolos (hingga final) di tiga nomor Paralympic. Kita lolos di nomor recurve mixed team, compound mixed team dan individual compound. Tentu hasil dari kejuaraan inilah yang akan menjadi tolok ukur kita ke depannya menuju Asian Para Games dan Paralympic Los Angeles," kata Idya, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Alumni Piala Dunia U-17 Asal Sragen Resmi Gabung Persis Solo: Fandi Ahmad, Siap Wujudkan Misi Besar Warga Solo Raya

Idya mengungkapkan cuaca di Eropa menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet Indonesia. Tiupan angin yang berubah-ubah membuat pemanah harus lebih cermat saat menentukan bidikan.

Selain faktor cuaca, tim juga masih perlu meningkatkan adaptasi terhadap format alternate shoot yang digunakan pada babak gugur. Menurutnya, perbedaan atmosfer antara babak kualifikasi dan fase eliminasi cukup memengaruhi performa atlet.

"Sebagai evaluasi, ke depannya kami akan memperbanyak alternate shoot di momen-momen latihan atau masa pra-kompetisi agar mereka siap ketika one by one dengan lawan di panggung alternate shoot," ujarnya.

Baca Juga: Pesta Gol di Solo! Garuda Muda Akhiri Garuda Championship Series dengan Kemenangan Telak atas Malaysia

Selain memburu medali dan poin menuju Paralimpiade, kejuaraan di Republik Ceko juga dimanfaatkan tim pelatih untuk memetakan kekuatan negara-negara Asia.

Idya menilai India masih menjadi lawan terberat di kawasan Asia. Sementara Korea Selatan juga tetap menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kekuatan utama para panahan dunia.

"Inilah yang kami tunggu karena India dan Korea bertanding dengan kekuatan penuh. Penampilan di sini bisa menjadi tolok ukur menuju Asian Para Games, meskipun sebenarnya kami juga ingin melihat Iran dan China. Tetapi mungkin ada kendala di negaranya masing-masing sehingga kedua tim tidak hadir di sini," ungkapnya.

Dari hasil penghitungan sementara, Indonesia diperkirakan telah mengamankan tujuh tiket menuju Asian Para Games 2026 setelah memenuhi standar Minimum Qualification Score (MQS).

"Kita sudah melewati MQS dan seharusnya kita sudah lolos tujuh tiket menuju Asian Para Games. Perhitungan ranking akan ditutup bulan Juli ini," jelas Idya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Puisi Jawa, Ini Filosofi Mendalam Buku Baru Karya Muchus Budi Rahayu

Sementara itu, Ken Swagumilang mengaku bersyukur mampu menyumbang dua medali perak untuk Indonesia. Menurutnya, persaingan di World Archery Para Series tahun ini semakin ketat karena banyak atlet baru bermunculan, sementara para atlet senior juga kembali menemukan performa terbaiknya.

"Persaingan di event kali ini juga mulai terasa berat. Selain karena ada banyak atlet-atlet baru yang memiliki kualitas mumpuni, atlet-atlet lama juga mulai menemukan performa terbaiknya," ujar Ken.

Baca Juga: Cara Cek Desil Pakai NIK Sebelum Bansos Tahap 3 2026 Resmi Cair, Posisi dan Status Ekonomi Berubah atau Tidak?

Asian Para Games 2026 menjadi target terdekat bagi Ken sebelum mengalihkan fokus ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Ia optimistis mampu bersaing hingga babak final di Asian Para Games.

"Saya yakin bisa sampai ke final Asian Para Games. Kalau untuk Paralympic, yang penting bisa lolos terlebih dahulu. Setelah itu baru direncanakan dan diprogramkan untuk targetnya sampai ke fase apa," tandasnya.

Baca Juga: Arema FC Women dan Mojang Priangan Raih Tiket Semifinal HYDROPLUS Soccer League All-Stars, Putri Surakarta Tersandung

Sebelum tampil di Asian Para Games 2026, tim para panahan Indonesia dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Dunia di Ahmedabad, India, pada September mendatang sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang multievent terbesar di Asia. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#KEN #NPC Indonesia #panahan #ceko