Atlet Muda Solo Terus Berprestasi, Sayangnya Masih Harus Sewa Tempat untuk Berlatih

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 20:02 WIB
Atlet Solo Rhythmic Gymnastics tengah berlatih. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atlet Solo Rhythmic Gymnastics tengah berlatih. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Deretan prestasi yang diraih atlet Solo Rhythmic Gymnastics belum sejalan dengan fasilitas yang dimiliki. Meski rutin menyumbang medali di berbagai kejuaraan nasional, klub pembinaan senam ritmik di Kota Solo itu hingga kini belum memiliki hall latihan permanen yang memenuhi standar cabang olahraga tersebut.

Kondisi itu membuat para atlet harus berpindah-pindah tempat latihan dan menyewa hall agar program pembinaan tetap berjalan.

Dalam waktu berdekatan, Solo Rhythmic Gymnastics sukses memborong lima medali emas, tujuh medali perak, dan empat medali perunggu pada ajang Indonesia Open. Prestasi juga ditorehkan atlet andalannya, Vanessa Zaneta Herly, yang mempersembahkan dua medali emas dan satu medali perak pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), sebelum kembali meraih satu medali emas dan satu medali perunggu di Jakarta Open.

Namun, di balik capaian tersebut, persoalan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.

Baca Juga: Ironi Ratu Senam Ritmik di Solo: Borong Emas Popnas, Mimpi Tembus Asia Terhadang Anggaran

Pelatih Solo Rhythmic Gymnastics Riri mengatakan, senam ritmik membutuhkan arena latihan dengan spesifikasi khusus. Selain berukuran luas, hall juga harus memiliki langit-langit (ceiling) yang tinggi agar aman digunakan untuk latihan.

"Senam ritmik menggunakan alat seperti hoop, bola, gada, dan pita. Banyak gerakan yang mengharuskan atlet melempar alat ke udara, sehingga kami membutuhkan hall dengan ceiling yang tinggi," ujarnya kepada Radar Solo.

Baca Juga: Ini Tanggal dan Syarat Seleksi Terbuka Persibat Batang: Eks Pelatih Klub Liga 2 Siap Bawa Laskar Alas Roban Juara Liga 4 2026/2027

Menurut Riri, keterbatasan fasilitas sudah dialami klub sejak awal berdiri. Selama bertahun-tahun atlet berlatih di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (FKOR UNS). Namun, setelah gedung kembali difungsikan untuk kegiatan perkuliahan, jadwal latihan klub kerap berbenturan.

Akibatnya, Solo Rhythmic Gymnastics terpaksa menyewa hall di GOR Toraja agar pembinaan atlet tidak terhenti.

"Dulu kami latihan di FKOR UNS. Sekarang jadwalnya sering bentrok dengan perkuliahan, sehingga kami harus menyewa hall lain supaya latihan tetap berjalan," katanya.

Biaya sewa tempat latihan tersebut ditanggung dari iuran para peserta. Meski demikian, kondisi itu tidak mengurangi semangat klub untuk terus mencetak atlet berprestasi.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap senam ritmik justru terus meningkat. Klub aktif memperkenalkan cabang olahraga tersebut melalui media sosial serta kegiatan ekstrakurikuler di sejumlah sekolah.

"Sekarang peminatnya cukup banyak. Kami juga mengenalkan senam ritmik lewat media sosial dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah," ungkap Riri.

Baca Juga: Baru Antar PSS Sleman Promosi, Terens Puhiri Kini Punya Misi Kembalikan Persis Solo ke Liga 1

Saat ini Solo Rhythmic Gymnastics membina sekitar 25 atlet kelas prestasi dan 25 peserta kelas reguler. Pembinaan bahkan dimulai sejak usia empat tahun karena senam ritmik membutuhkan kelenturan tubuh yang harus dibentuk sejak dini.

"Kami tidak langsung menerima semua pendaftar. Perkembangan setiap anak kami pantau terlebih dahulu karena kami juga memiliki tanggung jawab kepada orang tua," jelasnya.

Klub kini juga tengah mempersiapkan lima atlet untuk memperkuat kontingen Kota Surakarta pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Program latihan intensif telah berjalan sejak Juni lalu.

Riri berharap prestasi yang terus diraih para atlet dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam penyediaan fasilitas latihan yang lebih representatif.

"Harapan kami ada hall latihan permanen yang sesuai standar sehingga atlet bisa berlatih lebih maksimal tanpa harus terus menyewa tempat. Dengan fasilitas yang memadai, kami yakin prestasi atlet Solo akan semakin meningkat," pungkasnya. (hj/bun)

 

Editor : Niko auglandy
senam atlet solo fasilitas