Mantan Andalan Kesatria Bengawan Solo Resmi Pensiun, Begini Curahan Hatinya

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:39 WIB
Mike Singletary saat bermain dengan Kesatria Bengawan Solo. (Dok. IBL)
Mike Singletary saat bermain dengan Kesatria Bengawan Solo. (Dok. IBL)

RADARSOLO.COM – Dunia bola basket internasional kehilangan salah satu pemain asing terbaik yang pernah merumput di Indonesian Basketball League (IBL). Mantan bintang Kesatria Bengawan Solo, Mike Singletary, resmi mengakhiri karier sebagai pebasket profesional setelah menjalani perjalanan panjang selama 15 tahun di berbagai liga dunia.

Kabar pensiun tersebut diumumkan langsung oleh Singletary melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (19/7/2026).

Dalam unggahan emosional itu, pebasket asal Amerika Serikat tersebut mengungkapkan bahwa bola basket telah menjadi bagian terbesar dalam hidupnya sejak kecil. Namun, menurutnya, kini saatnya menutup lembaran lama dan memulai perjalanan baru.

"Bola basket telah menjadi segalanya bagiku selama yang bisa kuingat. Bola basket adalah tempatku mencari ketenangan. Bola basket adalah cinta pertamaku. Namun kini saatnya aku mengucapkan selamat tinggal kepada cinta pertamaku dan melangkah menuju babak baru dalam hidupku," tulis Singletary.

Baca Juga: Pendukung Persija Jakarta Serasa di-PHP Janji Perekrutan Mariano Peralta, Persib Bandung Berpotensi Makin Superior

Ia mengaku olahraga yang membesarkan namanya itu tidak hanya membentuk kariernya sebagai atlet, tetapi juga menempa kepribadian dan perjalanan hidupnya.

Dari lapangan basket, ia mendapatkan pengalaman berharga, sahabat dari berbagai negara, hingga kesempatan mengenal budaya di berbagai belahan dunia.

Lebih dari sekadar prestasi, Singletary menyebut bola basket telah membantunya menjadi pribadi yang lebih baik, baik sebagai sahabat, suami, maupun ayah. Menurutnya, pelajaran hidup yang diperoleh selama berkarier jauh lebih berharga dibandingkan gelar dan trofi yang berhasil diraih.

Dalam pesan perpisahannya, Singletary juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pelatih, rekan setim, organisasi, penggemar, sahabat, dan keluarganya yang telah mendukung perjalanan kariernya. Ia pun bersyukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan mewujudkan mimpi yang dulu terasa mustahil.

"Bola basket akan selalu memiliki tempat istimewa di hatiku, dan cintaku terhadap olahraga ini tidak akan pernah pudar. Namun waktunya telah tiba, dan aku antusias menyambut apa yang telah Tuhan siapkan untukku di babak kehidupan berikutnya," tulisnya sebelum menutup dengan kalimat, "Terima kasih, bola basket."

Bagi publik Solo, nama Mike Singletary tentu masih membekas. Pebasket bertinggi 198 sentimeter itu didatangkan Kesatria Bengawan Solo pada akhir Mei 2025 sebagai pengganti Dayon Griffin menjelang berakhirnya musim reguler IBL 2025.

Meski hanya memperkuat Kesatria dalam waktu singkat, kehadirannya langsung menghadirkan ekspektasi tinggi. Singletary datang dengan reputasi sebagai salah satu pemain asing terbaik di Asia setelah sukses membangun karier bersama sejumlah klub elite.

Puncak kariernya banyak dihabiskan bersama Mono Vampire Basketball, klub asal Thailand yang dibelanya sepanjang 2016 hingga 2020. Bersama tim tersebut, ia menjelma menjadi ikon klub sekaligus salah satu pemain paling dominan di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Singletary juga pernah memperkuat San Miguel Beermen di Filipina dan Taipei Fubon Braves di Taiwan.

Usai menyelesaikan kiprahnya di Indonesia, ia kembali berseragam Fubon Braves pada musim 2025/2026 sebelum akhirnya memutuskan pensiun.

Baca Juga: Update Pemain Baru Persib Bandung:  Era Baru, Datangkan 9 Amunisi dan Lepas Belasan Pilar Saat Juara Liga 1

Selama berkarier, Singletary mengoleksi sederet prestasi bergengsi. Ia pernah menjadi juara NBA D-League 2013, Thailand Basketball Super League MVP 2018, juara TBSL 2017 dan 2018, Thailand League MVP sekaligus juara pada 2017, hingga menyabet penghargaan ASEAN Basketball League Import of the Year 2019.

Kesuksesannya berlanjut di Taiwan dengan membawa Taipei Fubon Braves menjuarai P.League+ tiga musim beruntun pada 2021, 2022, dan 2023. Tak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai MVP P.League+ pada musim 2021 dan 2022.

Selama memperkuat Kesatria Bengawan Solo di IBL 2025, Singletary tampil dalam delapan pertandingan, terdiri atas enam laga musim reguler dan dua pertandingan playoff. Pada musim reguler, ia membukukan rata-rata 16,2 poin, 10,1 rebound, 3,5 assist, dan 1,7 steal per pertandingan.

Baca Juga: PSIM Jogja Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki, Laskar Mataram Mulai Tancap Gas di Bursa Transfer

Sementara pada babak playoff, kontribusinya berada di angka rata-rata 4,5 poin, 5,0 rebound, 2,5 assist, dan 1,0 steal per gim. Meski belum mampu membawa Kesatria Bengawan Solo meraih gelar juara, penampilannya tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para pencinta basket Indonesia.

Keputusan gantung sepatu tersebut menutup perjalanan karier Mike Singletary dengan koleksi tujuh gelar juara dan empat penghargaan MVP di berbagai kompetisi internasional.

 IBL pun menjadi salah satu panggung terakhir yang disinggahinya sebelum resmi mengakhiri kisah panjang sebagai pebasket profesional.(hj/nik

Editor : Niko auglandy
ubl bola basket kesatria bengawan solo kbs