Takewondoin Asal Solo Hafizh Fachrur Rhozy Buka Asa ke Olimpiade LA 2028, Sumbang Emas di Asian Taekwondo Open 2026

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:14 WIB
CAH SOLO: Takewondoin Asal Solo Hafizh Fachrur Rhozy saat terjun di ajang Asian Taekwondo Open 2026 yang digelar di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta (1-5/8). (DOK. KONI SOLO)
CAH SOLO: Takewondoin Asal Solo Hafizh Fachrur Rhozy saat terjun di ajang Asian Taekwondo Open 2026 yang digelar di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta (1-5/8). (DOK. KONI SOLO)

RADARSOLO.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Kota Solo di pentas internasional. Atlet taekwondo nomor poomsae, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy, sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang digelar di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, 1–5 Agustus.

Raihan emas tersebut bukan sekadar menambah pundi-pundi medali Merah Putih. Hasil itu juga menjadi bekal penting bagi Hafizh dalam mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Pasalnya, kejuaraan tersebut berstatus World Taekwondo G2, salah satu seri yang masuk dalam perhitungan peringkat dunia.

Turnamen ini diikuti 478 taekwondoin dari 36 negara. Indonesia selaku tuan rumah menurunkan 31 atlet yang terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Baca Juga: Kok Tiba-Tiba Semua Orang Membahas Hal yang Sama? Begini Cara Algoritma Membuat Sebuah Produk Viral

Pada hari kedua pertandingan, kontingen Indonesia tampil impresif dengan mengoleksi enam medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu. Salah satu medali emas tersebut dipersembahkan Hafizh.

Keberhasilan atlet asal Kota Bengawan itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Praktisi sekaligus akademisi Taekwondo Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Pengurus KONI Kota Solo Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dan Pulahta, Singgih Hendarto menilai, prestasi tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang berlangsung sejak usia dini.

Menurut Singgih, Hafizh bukan nama baru di lingkungan tim nasional. Atlet poomsae tersebut telah menjadi bagian dari Pelatnas dan hingga kini masih dipercaya menjadi salah satu andalan Indonesia.

"Memang Hafizh sudah masuk Pelatnas dan menjadi andalan tim nasional sampai saat ini. Yang terpenting sekarang pembinaannya terus dijaga agar prestasinya semakin berkembang. Harapannya nanti atlet-atlet poomsae yang lain juga bisa mengikuti jejak Hafizh," ujar Singgih melalui rilis yang diterima Jawa Pos Radar Solo.

Baca Juga:  Persis Solo Menang Menyakinkan atas Dewa United, Performa Amunisi Baru Mulai Menjanjikan 

Dia menjelaskan, perjalanan Hafizh menuju level internasional tidak diraih secara instan. Atlet tersebut telah menekuni taekwondo sejak duduk di bangku sekolah dasar.

"Dia latihan sejak SD. Waktu itu langsung dibina oleh Pak Hakiman, yang sekarang menjabat Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia Kota Solo. Dari sana kemudian masuk pelatda, lalu berkembang hingga akhirnya masuk Pelatnas," jelasnya.

Singgih menilai pembinaan yang berjenjang menjadi fondasi utama keberhasilan Hafizh hingga mampu bersaing di level internasional. Menurutnya, pola pembinaan seperti itu perlu terus dipertahankan agar lahir atlet-atlet poomsae baru yang mampu mengikuti jejak Hafizh.

Meski berhasil merebut emas di ajang G2, peluang Hafizh menuju Olimpiade Los Angeles 2028 masih harus diperjuangkan. Singgih menegaskan, turnamen di Jakarta tersebut baru menjadi salah satu tahapan dalam proses mengumpulkan poin kualifikasi.

Dia mengatakan masih ada sejumlah kejuaraan internasional lain yang harus diikuti. Selain itu, peluang melalui jalur wildcard juga masih terbuka sesuai regulasi yang ditetapkan federasi.

"Masih ada proses selanjutnya. G2 ini baru salah satu tahapan. Masih ada beberapa rangkaian kejuaraan lagi untuk mendapatkan poin menuju Olimpiade. Kami tetap optimistis," tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon. Dia menyebut Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang Indonesia menuju ajang-ajang multievent dunia, termasuk Olimpiade.

Baca Juga: Diduga Berawal dari Api Lilin, Rumah Warga Banyusri Boyolali Rata dengan Tanah

Dia mengungkapkan, dari 31 atlet yang diturunkan, tiga di antaranya diproyeksikan tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Karena itu, kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet Indonesia menghadapi lawan-lawan terbaik Asia.

"Dari 31 atlet yang diturunkan, terdapat tiga atlet yang diproyeksikan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sehingga ajang ini sekaligus menjadi momentum krusial untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara di Asia," ujarnya.

Selain menjadi ajang uji kemampuan, turnamen berstatus G2 tersebut juga menyediakan poin peringkat dunia yang sangat dibutuhkan atlet dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Solo Her Suprabu turut mengapresiasi capaian Hafizh. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan Solo terus melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di panggung internasional.

"Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Surakarta dan Indonesia. Solo tidak pernah kehabisan atlet berkualitas. Setelah ada atlet yang akan berlaga di kejuaraan atletik internasional di Oregon dan Putri Fadilah di Malaysia Open cabang anggar, sekarang Hafizh menunjukkan kualitasnya di taekwondo. Kami yakin Hafizh mampu terus berkembang dan mewujudkan impiannya tampil di Olimpiade Los Angeles 2028," pungkas Her. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
olimpiade taekwondo