RADARSOLO.COM – Gagal tampil di World Athletics U-20 Championships 2026 tak membuat sprinter muda asal Solo, Shava Salvia Waranggani, tenggelam dalam kekecewaan. Setelah sempat terpuruk dan menghentikan latihan selama empat hari, atlet Jawa Tengah itu kini memilih bangkit dan mengalihkan fokus untuk mengejar target berikutnya, yakni meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Shava sebelumnya harus mengubur impiannya tampil di Eugene, Oregon, Amerika Serikat, setelah catatan waktunya tidak diakui sebagai syarat kualifikasi. Meski berhasil menembus batas waktu yang ditetapkan, hasil tersebut gugur karena kecepatan angin saat perlombaan mencapai +2,3 meter per detik atau melebihi ambang maksimal +2,0 meter per detik sesuai regulasi World Athletics.
Meski mengaku sangat terpukul, Shava memilih tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Menurutnya, sebagai seorang atlet, kegagalan harus dijadikan pelajaran untuk kembali bangkit dan mempersiapkan target berikutnya.
"Saya punya prinsip, kalau ini memang bukan rezeki saya, terus menangis atau terus bersedih juga tidak akan mengubah keadaan. Dunia tetap berjalan, jadi saya harus bangkit dan berjuang lagi," ujar Shava kepada Radar Solo, Rabu (5/8/2026).
Kini kondisi mentalnya mulai pulih. Bersama tim pelatih, Shava kembali menjalani program latihan dengan target jangka pendek tampil maksimal di Porprov.
Ia menegaskan, ajang tersebut menjadi fokus utamanya pada musim ini sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa kegagalan menuju kejuaraan dunia tidak mengurangi tekadnya untuk terus berprestasi.
"Target saya tahun ini fokus ke Porprov. Sekarang saya ingin kembali berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin," katanya.
Baca Juga: Link Nonton Gratis Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026 di YouTube Kick-Off Jam 20.00
Meski gagal berangkat ke Amerika Serikat tahun ini, peluang Shava tampil di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 belum tertutup. Atlet kelahiran Solo itu masih memenuhi batas usia untuk mengikuti edisi berikutnya yang digelar dua tahun mendatang.
Dengan usianya yang masih berada di bawah kategori maksimal U-20, ia optimistis masih memiliki kesempatan untuk kembali mengejar tiket ke kejuaraan dunia, asalkan mampu memenuhi limit yang ditetapkan World Athletics.
"Insyaallah saya masih punya kesempatan karena umur saya belum 20 tahun. Semoga nanti bisa kembali mengejar target itu," ungkapnya.
Di tengah proses bangkit tersebut, Shava juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan sejak kabar batalnya keberangkatan ke Oregon diumumkan. Menurutnya, semangat dari keluarga, pelatih, sahabat, dan masyarakat menjadi energi besar untuk kembali menatap masa depan.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga, teman-teman, sahabat, pelatih, dan semua yang sudah mendukung serta terus menyemangati saya selama ini. Dukungan itu sangat berarti bagi saya," tuturnya.
Shava juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah berharap dirinya dapat mengharumkan nama Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2026. Ia berjanji akan terus bekerja keras agar impian tersebut dapat diwujudkan pada kesempatan berikutnya.
Baginya, kegagalan kali ini bukan akhir perjalanan, melainkan batu loncatan untuk kembali berlari lebih cepat dan membawa prestasi yang lebih tinggi bagi Jawa Tengah maupun Indonesia. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy