Wushu Solo Bidik Lampaui Raihan Tujuh Emas Porprov 2023, Misi Besar Diusung di Porprov Jateng 2026

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB
Atlet Sasana Wushu PMS Solo menjalani latihan untuk persiapan terjun di ajang Porprov Jateng 2026. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atlet Sasana Wushu PMS Solo menjalani latihan untuk persiapan terjun di ajang Porprov Jateng 2026. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

 RADARSOLO.COM – Wushu Kota Solo mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026. Persiapan teknis para atlet disebut telah mencapai sekira 90 persen. Sementara dari sisi mental, progresnya masih berada di kisaran 60–70 persen.

Pelatih Wushu PMS Solo Yofan mengatakan kondisi fisik sembilan atlet yang diproyeksikan tampil di Porprov tidak menjadi persoalan. Enam di antaranya merupakan atlet PON atau eks PON sehingga dinilai telah memiliki kondisi fisik yang lebih siap.

"Kalau secara fisik sih nggak ya. Karena sembilan orang ini, enam sendiri ini mereka atlet PON, eks PON. Jadi fisiknya sudah tertata sendirilah," terang Yofan kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (6/8). 

Baca Juga: Hari Malas Sedunia, Kenapa Kita Sesekali Butuh Tidak Melakukan Apa-Apa?

Sementara itu, tiga atlet lainnya merupakan wajah baru di level Porprov. Ketiganya sebelumnya mengikuti babak prakualifikasi, tetapi belum mampu menembus tiga besar. Mereka tetap lolos setelah terdapat persoalan teknis dalam proses kualifikasi.

"Pra kemarin mereka gagal untuk tiga besar, tapi lolos karena ada masalah beberapa teknis. Harapannya besok ini mereka bertiga dapat perak," ujar Yofan.

Baca Juga: Pemanah Solo Rasakan Kompetisi Tanpa Sekat di Para-meter Archery Indonesia Open 2026

Di tengah kesiapan teknis yang sudah cukup tinggi, aspek mental menjadi perhatian. Yofan menyebut para atlet belum sepenuhnya merasakan tekanan pertandingan sehingga masih membutuhkan penguatan mental menjelang Porprov.

"Kalau dari persiapan sih secara mental masih 60–70, masih belum ter-pressure. Tapi untuk dari segi teknis, teknis 90 persen," jelasnya.

Wushu Solo memiliki modal positif dari Porprov 2023 di Rembang. Saat itu, tim awalnya hanya menargetkan tiga hingga empat medali emas. Namun, hasil pertandingan justru melampaui target dengan raihan tujuh medali emas.

"Yang Rembang 2023 itu kita target tiga atau empat, terus kita dapat tujuh emas. Melebihi ekspektasi," tutur Yofan.

Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan dalam menatap Porprov 2026. Wushu Solo berharap dapat kembali meraih sedikitnya tujuh medali emas atau melampaui pencapaian pada Porprov Rembang 2023.

Untuk Wushu PMS, target yang dipasang minimal dua medali emas. Sembilan atlet yang diproyeksikan tampil diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap capaian kontingen Wushu Solo.

"Untuk atlet yang berada di bawah naungan sasana PMS, harapannya bisa mendapatkan minimal dua emas, minimalnya," tegas Yofan.

Sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi kekuatan Wushu PMS juga kembali dipersiapkan. Pada Porprov 2023, nomor beregu Duilian putra dan putri serta tangan kosong selatan putra dan putri berhasil menyumbangkan medali emas.

Kekuatan tersebut diharapkan kembali dipertahankan pada Porprov 2026. Selain mengandalkan nomor yang sebelumnya sukses, Wushu PMS juga berupaya menambah peluang melalui nomor senjata.

"Harapannya yang di Porprov ini 2026 nanti nggak cuma tangan kosong putra putri selatan, beregu putra putri, tapi ada senjata lagi. Jadi bisa nambah emasnya," terang Yofan.

Baca Juga: Gagal Berangkat Kejuaraan Dunia Atletik U-20, Sprinter asal Solo Shava Waranggani Ungkap Kronologi di Balik Pupusnya Mimpi ke Oregon

Komposisi tim yang dipersiapkan menjadi modal tersendiri bagi Wushu PMS. Enam atlet memiliki pengalaman di level PON, sedangkan tiga lainnya mulai mendapatkan kesempatan bersaing di level Porprov.

Meski target telah ditetapkan, Yofan berharap para atlet tidak tampil dengan beban berlebihan. Terlebih, beberapa atlet telah diproyeksikan untuk meraih medali emas.

"Ada beberapa anak yang sudah ditargetkan atau hitam di atas putih sudah pasti emas. Harapannya itu lancar sampai hari-H bahkan selesai," ujarnya.

Menurut Yofan, target tetap diperlukan sebagai tolok ukur persiapan. Namun, target tersebut tidak boleh mengganggu penampilan atlet ketika bertanding.

"Harapannya di Porprov tentunya atlet bisa main maksimal, bisa tanpa ada beban meskipun ada target-target tertentu. Harapannya tetap maksimal," tandasnya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
wushu porprov