Tiga Kali Mencoba, SDIU Al Khoir Boyolali Ingin Pecah Telur di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Skuad SD Islam Unggulan (SDIU) Al Khoir Boyolali siap terjun di ajang di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026. (Istimewa)

 
Skuad SD Islam Unggulan (SDIU) Al Khoir Boyolali siap terjun di ajang di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026. (Istimewa)  

SOLO - SD Islam Unggulan (SDIU) Al Khoir Boyolali kembali ambil bagian dalam Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026. Bagi tim futsal sekolah tersebut, ajang kali ini bukan sekadar menambah pengalaman bertanding. Ada rasa penasaran yang ingin dituntaskan setelah dua keikutsertaan sebelumnya selalu terhenti di fase awal.

Manajer Tim Futsal SDIU Al Khoir Boyolali, Erlangga Wisnu Zulfikar mengatakan, keikutsertaan tahun ini menjadi yang ketiga kalinya. Dua edisi sebelumnya belum memberikan hasil sesuai harapan. Namun, kondisi tersebut justru membuat timnya semakin termotivasi untuk kembali mencoba.

"Iya, ketiga kali. Tiga kali di Singopuran terus. Memang saya masih penasaran. Dua kali kemarin selalu gagal di awal," kata Erlangga kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (8/8/2026). 

Menurut dia, kegagalan tersebut tidak lantas membuat anak-anak patah semangat. Sebaliknya, mereka justru terus menanyakan kapan kembali mendapat kesempatan bertanding. Antusiasme itu yang kemudian menjadi modal bagi tim untuk menjalani persiapan lebih serius.

"Setelah mengikuti satu turnamen, kadang kalau gagal mereka langsung tanya, 'Ustaz kapan lagi? Kapan turnamen lagi?'. Jadi mereka terus menanyakan informasi tentang turnamen-turnamen," ujarnya.

Baca Juga: SMAN 1 Colomadu Juara AXIS Nation Cup 2026 Solo: Tunjukkan Potensi Talenta Futsal Pelajar Solo Raya

Persiapan menghadapi Elementary Futsal Fest kali ini difokuskan pada kondisi fisik dan pemahaman bertahan. Maklum, turnamen tersebut menjadi kompetisi pertama anak-anak setelah menjalani libur panjang. Erlangga tidak ingin pemain langsung digeber tanpa persiapan yang cukup.

Selain menjaga kebugaran, materi pertahanan juga mulai dipertajam. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai defense satu lawan satu hingga zone marking. Materi tersebut nantinya akan diuji dalam pertandingan uji coba agar pelatih bisa melihat sejauh mana pemahaman pemain di lapangan.

"Kami mempertahankan dari segi fisiknya anak-anak. Karena ini baru pertama kalinya setelah libur panjang dan ini turnamen pertama untuk anak-anak. Selain fisik, saya juga mempertajam dari segi pertahanan, belajar defense secara singkat," jelasnya.

Baca Juga: Debut di Radar Solo Elementary Futsal Fest 2026, SDII Al Abidin Boyolali Langsung Pasang Target Tinggi

Perhatian khusus juga diberikan kepada penjaga gawang. Erlangga menambah porsi latihan kiper dari yang sebelumnya hanya sekali menjadi dua kali dalam sepekan. Latihan tambahan itu dilakukan di luar jam sekolah, tetapi tetap berada di lingkungan sekolah.

Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar penjaga gawang, mulai dari teknik menangkap bola hingga blocking. Erlangga menyebut teknik seperti cross L dan split menjadi bagian dari latihan tambahan tersebut. Harapannya, kiper bisa tampil lebih siap ketika pertandingan berlangsung.

Untuk mengukur hasil latihan, SDIU Al Khoir juga menyiapkan pertandingan uji coba. Laga tersebut dimanfaatkan untuk menguji pertahanan, zone marking, man-to-man marking, sekaligus melihat kondisi fisik pemain sebelum turun di turnamen.

Di sisi lain, antusiasme anak-anak mendapat dukungan penuh dari orang tua dan sekolah. Orang tua bahkan tidak keberatan ketika anak harus mengikuti latihan tambahan di luar jam sekolah. Dukungan berupa antar-jemput latihan menjadi salah satu bentuk fasilitas yang diberikan.

Bagi Erlangga, perkembangan ekskul futsal di Al Khoir juga mulai memberikan dampak lebih luas. Futsal yang baru berkembang dalam sekitar dua tahun terakhir justru mampu menarik perhatian siswa lain setelah tim sekolah beberapa kali meraih prestasi dan diumumkan di hadapan para siswa.

"Yang tadinya sedikit, banyaknya ikut ekskul taekwondo, malah ada yang dari taekwondo beralih ke futsal karena ingin merasakan bagaimana futsal ini," ungkapnya.

Baca Juga: SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura Incar Gelar Juara Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026: Antusiasme Tinggi, Tiga Tim Disiapkan

Tidak hanya berhenti di sekolah. Erlangga juga mendorong siswa yang memiliki bakat sepak bola untuk menambah jam latihan melalui Sekolah Sepak Bola (SSB). Sejumlah siswa Al Khoir kemudian mengikuti SSB di Boyolali, seperti SSB Pandanaran dan SSB OR Boyolali.

Menurut Erlangga, target prestasi tetap menjadi tujuan dalam Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026. Namun, dia tidak ingin anak-anak dibebani kewajiban untuk menjadi juara. Keberanian tampil, bermain lepas, dan tidak grogi ketika disaksikan banyak orang juga dianggap sebagai capaian penting.

"Yang penting mereka sudah berani tampil, sudah berani perform dilihat banyak orang, tidak grogi, itu sudah apresiasi yang bagus buat saya sebagai pelatih," tuturnya.

Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Tantang Tiga Klub Elite Eropa, Bidik Peningkatan Level Permainan

Lebih jauh, Erlangga berharap kegiatan futsal bisa menjadi salah satu cara mengajak anak-anak lebih aktif berolahraga. Di tengah kebiasaan bermain gadget dan game, lapangan futsal diharapkan menjadi ruang bagi anak untuk bergerak sekaligus belajar disiplin dan bekerja sama.

"Semoga dengan adanya ekskul ini menambah semangat anak-anak untuk berolahraga. Tidak yang main HP doang, main HP terus-terusan. Dengan adanya ekskul futsal ini mungkin bisa mengalihkan perhatian mereka yang tadinya main gadget jadi main futsal," katanya.

Soal hasil di turnamen, Erlangga tetap menyimpan ambisi untuk memperbaiki pencapaian dua edisi sebelumnya. Jika sebelumnya selalu kandas di awal, kali ini dia berharap anak-anak bisa melangkah lebih jauh, bahkan jika memungkinkan mencapai babak 18 besar, 16 besar, hingga final.

Namun, satu hal yang terus ditekankan kepada pemain adalah tidak menyerah ketika hasil belum sesuai harapan. Erlangga ingin pengalaman tiga kali mengikuti Elementary Futsal Fest menjadi bagian dari proses pembentukan mental pemain sejak usia dini.

"Yang namanya ingin menjadi juara ataupun pengen jadi yang terbaik, mau tidak mau harus terus berproses. Jadi terus konsisten," tegasnya. (hj/nik)

Baca Juga: Klub Futsal Solo Takluk, KLN Angels Tantang MSP FC di Final WPFL 2026 di Sukoharjo

Erlangga juga berharap Elementary Futsal Fest Radar Solo dapat terus digelar setiap tahun. Dia bahkan mengusulkan lokasi pertandingan tidak selalu terpusat di satu tempat tetapi bisa bergantian seperti di Boyolali maupun daerah lain di Solo Raya agar lebih banyak sekolah memiliki kesempatan berpartisipasi.

"Semoga event ini tidak berhenti, terus berjalan setiap tahunnya. Kalau perlu lokasinya bisa diubah, tidak di Singopuran saja. Mungkin bisa mampir ke Boyolali atau ke Sukoharjo, jadi sekolah-sekolah di Boyolali juga lebih terjangkau," pungkasnya.

Dilain sisi, Elementary Futsal Fest 2026 yang diinisiasi Jawa Pos Radar Solo akan digelar di Singopuran Futsal Center pada 22–23 Agustus mendatang. Turnamen tingkat SD/MI sederajat ini akan diikuti tim putra dan putri dari berbagai sekolah di Solo Raya, termasuk sejumlah peserta dari luar eks Karesidenan Surakarta. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
SDIU Al Khoir Boyolali futsal Jawa Pos Radar Solo