RADARSOLO.COM – Rangkaian agenda padat menanti Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Solo. Setelah mengikuti Popda Provinsi dan Porprov Jawa Tengah 2026, pegulat Solo bakal tampil di Kejurnas Open yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Desember mendatang.
Agenda tersebut menjadi kesempatan bagi atlet-atlet binaan PGSI Solo untuk mengasah mental sekaligus menambah jam terbang di level nasional. Ketua Pengcab PGSI Solo Catur Bambang Priadi mengatakan, pihaknya belum menetapkan target khusus pada kejuaraan yang bersifat terbuka tersebut.
“Kalau di Bandung itu kan besok kita ikut dulu di Kejurnas karena itu sifatnya kan open, jadi kita belum tahu, belum berani menarget. Yang penting kita jam terbang,” kata Catur kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Terafiliasi Judol, 5.000 Akun Bansos Di Sukoharjo Disuspend
Menurut Catur, pengalaman bertanding di level nasional penting bagi perkembangan atlet. Terlebih, para pegulat akan berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah dengan karakter dan kemampuan yang beragam.
Keikutsertaan di Kejurnas Open juga diproyeksikan menjadi investasi pengalaman bagi atlet. Catur berharap pengalaman tersebut dapat membuat anak didiknya lebih siap ketika kembali tampil dalam kejuaraan tingkat provinsi pada tahun berikutnya.
“Tahun ini ikut Kejurnas Open jadi untuk tahun besok dia ikut di kejuaraan provinsi kan sudah agak ringan nanti ya, karena sudah jam terbangnya, dia sudah di nasional,” jelasnya.
Menurutnya, jam terbang menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan seorang atlet. Kemampuan yang didapat melalui latihan perlu diimbangi dengan pengalaman menghadapi lawan secara langsung dalam pertandingan.
Namun, sebelum menuju Bandung, para pegulat Solo masih harus melewati dua agenda penting. Popda Provinsi menjadi sasaran pertama pada 1-6 September, disusul Porprov Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
PGSI Solo telah memasang target berbeda pada kedua ajang tersebut. Untuk Popda, gulat Solo membidik empat medali emas, lima perak, dan 10 perunggu. Sementara pada Porprov, targetnya dua emas, dua perak, dan dua perunggu.
Setelah rangkaian pertandingan tersebut, Kejurnas Open Bandung diharapkan menjadi kesempatan bagi atlet untuk kembali menguji kemampuan. PGSI Solo tidak ingin pengalaman bertanding atlet berhenti pada kompetisi tingkat daerah.
Di sisi lain, persiapan menuju rangkaian kompetisi tahun ini dilakukan dengan keterbatasan anggaran. PGSI Solo belum dapat menggelar try out maupun try in. Sebagai gantinya, latihan bersama dengan atlet dari sejumlah daerah dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan sparring.
“Makanya kita memaksimalkan latihan di sini. Kita kolaborasi dengan atlet Popda untuk sparring. Kalau hanya enam atlet Porprov, itu masih kurang. Jadi, kadang ada atlet dari Sragen, Klaten, Karanganyar, dan Boyolali yang ikut latihan di sini,” jelas Catur.
Baca Juga: 10 Link Download Twibbon Hari Pramuka 2026 Gratis Terbaru untuk Media Sosial
Kondisi tersebut membuat Kejurnas Open semakin penting bagi PGSI Solo. Selain menjadi agenda kompetisi, kejuaraan tersebut dapat menjadi pengalaman langsung bagi atlet setelah menjalani rangkaian latihan dan pertandingan sepanjang tahun.
Catur menegaskan, target utama di Bandung bukan sekadar mengejar medali. Pengalaman menghadapi persaingan di level nasional diharapkan menjadi bekal bagi para pegulat Solo untuk tampil lebih matang pada kejuaraan berikutnya.
“Yang penting kita jam terbang. Supaya nanti saat turun di kejuaraan kedepannya, atlet sudah punya pengalaman bertanding di level nasional,” tegas Catur. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy