Dulu Bisa dapat 10 Emas, Kini Maksimal Empat? Ini Alasan Solo Target hanya 1 Emas, Persaingan Judo Jateng Ternyata Makin Ketat

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:23 WIB
Pejudo Kota Solo tengah berlatih untuk persiapan menatap Porprov Jateng 2026. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Pejudo Kota Solo tengah berlatih untuk persiapan menatap Porprov Jateng 2026. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Persaingan judo di Jawa Tengah kian merata. Kondisi tersebut membuat Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Surakarta memilih memasang target realistis pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Dari 16 atlet yang dipastikan lolos, judo Surakarta membidik satu medali emas sebagai target utama. Selain itu, PJSI Surakarta mematok empat medali perak dan enam perunggu.

Sekretaris PJSI Surakarta, Ahmad Bahar, mengatakan target tersebut telah disampaikan kepada KONI Surakarta. Pihaknya tidak ingin membebani atlet dengan target terlalu tinggi, mengingat persaingan antardaerah semakin ketat.

“Untuk KONI, target kami realistis saja karena dari Ketua CDM menghendaki supaya target itu sangat realistis. Jadi saat ini kami menargetkan satu emas, empat perak, dan enam perunggu,” kata Ahmad Bahar saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di GOR Toraja, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Pemerintah Buka 4.770 Formasi CPNS 2026 lewat Sekolah Kedinasan, Cek Rinciannya

Kendati demikian, target tersebut bukan menjadi batas bagi perjuangan para atlet. PJSI Surakarta justru berharap hasil di arena nantinya bisa melampaui proyeksi yang telah disampaikan kepada KONI Surakarta.

“Kami tetap berusaha sebisa mungkin supaya target itu meleset. Tapi melesetnya ke atas, artinya bisa melebihi target yang sudah kami sampaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Picu Getaran dan Suara Peringatan, Dishub Boyolali Pasang Pita Penggaduh 9 MM di Jalur Rawan Kecelakaan

Bahar menilai peta kekuatan judo Jawa Tengah saat ini sudah jauh lebih merata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Perolehan medali pun tidak lagi terkonsentrasi pada sejumlah daerah tertentu.

Beberapa daerah seperti Kebumen, Grobogan, Kota Semarang, hingga Salatiga yang menjadi tuan rumah memiliki kekuatan yang cukup diperhitungkan. Kondisi tersebut membuat persaingan untuk merebut medali emas semakin terbuka.

“Kalau melihat peta kekuatan, judo di Jawa Tengah itu sudah cukup merata. Empat sampai lima tahun terakhir ini perkembangannya sangat merata di masing-masing kelas. Ada Kebumen, Grobogan, Semarang Kota, kemudian Salatiga sebagai tuan rumah. Semuanya sudah punya kekuatan,” terang Bahar.

Bahkan, dominasi satu daerah yang mampu mengumpulkan banyak medali emas seperti pada edisi-edisi sebelumnya dinilai semakin sulit terjadi. Menurut Bahar, daerah dengan raihan medali emas terbanyak pada Porprov mendatang kemungkinan hanya berada di kisaran empat keping.

“Sekarang itu pengumpul medali paling tinggi mungkin hanya empat. Tidak seperti dulu yang bisa sampai tujuh bahkan 10 emas. Sekarang sudah tidak bisa karena kekuatannya sudah merata,” jelasnya.

Pemerataan kekuatan tersebut juga tidak terlepas dari perpindahan atlet antardaerah. Bahar mencontohkan sejumlah atlet asal Wonogiri yang kini memperkuat daerah lain, termasuk Grobogan. Perpindahan atlet tersebut turut membuat peta persaingan Porprov Jawa Tengah 2026 semakin dinamis.

Di sisi lain, persiapan judo Surakarta saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Selain mematangkan teknik dan fisik, tim pelatih masih memberikan perhatian terhadap kondisi berat badan atlet. Hal itu penting agar seluruh atlet dapat tampil sesuai kelas pertandingan yang telah ditentukan.

Baca Juga: Astra Motor Jateng Resmikan TUK SMK BTB Juwana, Perkuat Pendidikan Vokasi di Pati

Porprov Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober di kawasan Semarang Raya. Khusus cabang olahraga judo, pertandingan digelar di Salatiga. Sebanyak 16 atlet Surakarta akan menjadi wakil untuk bersaing memperebutkan medali.

Bagi PJSI Surakarta, target satu emas menjadi pijakan awal. Pembinaan diharapkan tidak berhenti setelah Porprov. Atlet yang menunjukkan performa terbaik diharapkan bisa melanjutkan kiprah ke level lebih tinggi dan masuk dalam skuad PON Jawa Tengah.

“Harapannya dari Porprov ini ada yang meraih medali emas dan bisa masuk ke skuad PON Jawa Tengah. Jadi tetap berjenjang. Setelah itu masih ada kejuaraan lagi, November nanti ada Jakarta Open di Jakarta,” pungkas Bahar. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
judo Kejuaraan porprov