RADARSOLO.COM – Target tinggi dipatok cabang olahraga angkat berat Kota Solo menuju Porprov Jawa Tengah 2026. Empat medali emas menjadi bidikan para lifter. Namun, di balik ambisi tersebut, masih ada pekerjaan rumah yang harus dihadapi atlet, terutama pemenuhan kebutuhan nutrisi selama masa persiapan.
Delapan atlet angkat berat yang berlatih di PMS Surakarta terus menjalani program latihan intensif. Latihan dilakukan pagi dan sore. Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan harus berlatih hingga siang hari.
Atlet angkat berat Solo peraih medali perunggu PON XXI Aceh-Sumut 2024, Adven Hindarto, mengatakan persiapan menuju Porprov sejauh ini berjalan maksimal. Namun, dukungan terhadap kebutuhan atlet masih perlu ditingkatkan mengingat pelaksanaan pertandingan semakin dekat.
"Untuk persiapan ini sudah semaksimal mungkin. Latihan pagi, sore, kadang juga sampai siang. Harapannya ke depan pemerintah lebih memperhatikan lagi cabor angkat berat yang ada di PMS maupun di Solo, terutama untuk kebutuhan yang memang kami perlukan dalam persiapan Porprov," kata Adven kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: MIN 9 Sragen Bidik Gelar Keempat di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026
Salah satu kebutuhan yang paling dirasakan adalah nutrisi. Menurut Adven, kebutuhan makanan dan suplemen harus dipenuhi setiap hari untuk menunjang latihan yang intensif.
"Kita olahraga di otot, otomatis nutrisi itu penting. Itu belum makanan. Makanan kita beli sendiri. Sehari itu kita bisa membutuhkan satu kilogram daging ayam, ditambah vitamin-vitamin yang lain. Kalau kebutuhan itu bisa terpenuhi semua, tentu akan sangat membantu persiapan kami," tuturnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena target yang dibebankan kepada angkat berat Solo tidak ringan. Adven menyebut KONI menargetkan empat medali emas.
Di sisi lain, dukungan suplemen yang diterima atlet sejauh ini masih terbatas. Adven mengatakan bantuan vitamin maupun suplemen tetap disyukuri, tetapi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan selama menjalani program latihan.
"Kemarin memang ada bantuan, walaupun ada kendala, kami tetap bersyukur masih mendapatkan vitamin daripada tidak sama sekali. Tapi badan kami sakit semua. Sakitnya bukan cuma satu atau dua hari, bisa sampai seminggu. Bahkan, kami sempat mengalami kondisi seperti itu sampai dua bulan dan bingung harus bagaimana," ungkapnya.
Kebutuhan tersebut harus dipenuhi untuk delapan atlet yang dipersiapkan mewakili Solo. Adven mencontohkan konsumsi susu minimal dua kali sehari. Belum termasuk berbagai suplemen lain yang digunakan untuk menunjang latihan.
"Kalau minum susu itu minimal dua kali sehari, itu sudah paling irit. Belum kalau memakai PWO, creatine, dan sebagainya. Kalau kebutuhan seperti itu tidak terpenuhi, badan kami yang akan hancur karena latihan kami memang berat," jelasnya.
Keterbatasan dukungan membuat atlet harus berupaya memenuhi sebagian kebutuhan secara mandiri. Bagi sebagian lifter, kondisi tersebut tentu tidak mudah. Sebab, kebutuhan nutrisi menjadi bagian dari persiapan untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalani latihan.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para lifter. Program latihan tetap dijalankan dengan kemampuan yang ada. Mereka berharap dukungan terhadap kebutuhan atlet dapat ditingkatkan sebelum Porprov berlangsung.
Adven berharap kebutuhan nutrisi tidak dipandang sebagai kebutuhan tambahan semata. Menurutnya, pemenuhan asupan atlet berkaitan dengan kesiapan mereka untuk mengejar target prestasi.
Apalagi, Porprov Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung 25–31 Oktober. Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, dukungan terhadap kebutuhan atlet dinilai semakin penting.
"Semoga ke depan pemerintah bisa lebih men-support persiapan Porprov ini. Kalau waktunya kurang dari dua bulan, kami berharap kebutuhan yang memang diperlukan atlet, terutama suplemen, bisa lebih diperhatikan. Kami punya impian dan jangan sampai impian itu terbuang sia-sia hanya karena kebutuhan untuk persiapan tidak terpenuhi," tegas Adven.
Bagi Adven, target empat emas bukan sekadar angka di atas kertas. Di balik target tersebut terdapat kerja keras delapan lifter yang setiap hari menjalani latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan Porprov.
Mereka ingin membuktikan bahwa angkat berat Solo mampu bersaing dan menyumbangkan medali bagi kontingen Kota Bengawan. Karena itu, Adven berharap perhatian terhadap cabang olahraga angkat berat tidak berhenti ketika atlet berhasil naik podium, tetapi juga diberikan sejak masa persiapan.
"Yang kami inginkan sebenarnya sederhana. Kami hanya ingin semangat dan impian kami untuk berprestasi tetap dijaga. Kami ingin membawa nama Solo, kemudian Jawa Tengah, bahkan kalau bisa sampai tingkat internasional. Jangan sampai atlet yang sudah punya kemauan dan kemampuan akhirnya berhenti karena kebutuhan dasar untuk latihan tidak terpenuhi," pungkas Adven. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy