Nutrisi Jadi Beban, Lifter Solo Ada yang Sampai Berutang

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 16:13 WIB
FOKUS: Lifter Kota Solo menggelar latihan untuk persiapan menatap Porprov Jateng 2026. (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)
FOKUS: Lifter Kota Solo menggelar latihan untuk persiapan menatap Porprov Jateng 2026. (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM — Perjuangan lifter Solo menuju Porprov XVII Jawa Tengah 2026 bukan hanya soal mengangkat beban di arena. Di luar latihan, mereka juga harus memikirkan kebutuhan nutrisi yang menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh.

Masalahnya, kebutuhan tersebut tidak selalu mudah dipenuhi. Bahkan, di tengah keterbatasan ekonomi, ada lifter yang harus berutang demi mencukupi kebutuhan makanan dan suplemen penunjang latihan.

Delapan atlet angkat berat Solo yang berlatih di PMS Surakarta terus menggeber persiapan. Latihan berlangsung dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam kondisi tertentu, sesi latihan bahkan bisa berlangsung hingga siang.

Atlet angkat berat Solo peraih medali perunggu PON XXI Aceh-Sumut 2024, Adven Hindarto, mengatakan kebutuhan nutrisi menjadi salah satu persoalan yang cukup dirasakan para lifter. Sebab, sebagian besar kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi secara mandiri.

"Kalau kita olahraga di otot, otomatis nutrisi itu penting. Itu belum makanan. Makanan kita beli sendiri. Jujur, sehari itu kita bisa membutuhkan satu kilogram daging ayam maupun vitamin-vitamin yang lain," terang Adven kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (14/8/2026), seusai latihan di GOR PMS.

Baca Juga: MIN 9 Sragen Bidik Gelar Keempat di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026

Kebutuhan tersebut tidak berhenti pada makanan. Lifter juga harus menyediakan susu, vitamin, hingga suplemen untuk menunjang latihan dan pemulihan tubuh.

Konsumsi susu, misalnya, dilakukan minimal dua kali sehari. Sementara kebutuhan lain seperti pre-workout (PWO) dan kreatin juga menjadi bagian dari persiapan latihan.

"Kalau minum susu itu minimal dua kali sehari, itu sudah paling irit. Belum kalau pakai PWO, creatine, dan sebagainya. Kalau tidak terpenuhi, badan kita bisa hancur karena latihan kita memang berat," ujarnya.

Beban tersebut semakin terasa karena kondisi ekonomi para atlet. Adven menyebut mayoritas lifter Solo berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Kebutuhan nutrisi akhirnya harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing atlet. Dalam kondisi tertentu, bahkan ada yang terpaksa mencari pinjaman agar kebutuhan selama menjalani latihan tetap terpenuhi.

"Kalau jujur, yang mewakili atlet angkat berat ini semuanya dari kalangan menengah ke bawah. Kalau untuk nutrisi dan suplemen, kami keberatan sekali. Kadang juga ada yang sampai ngutang sana-sini," ungkapnya.

Dibebani Target Empat Emas

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena para lifter tetap dituntut mengejar prestasi. Angkat berat Solo ditargetkan meraih empat medali emas pada Porprov Jawa Tengah 2026.

Adven berharap kebutuhan atlet mendapat perhatian lebih selama masa persiapan. Menurutnya, dukungan tidak hanya diperlukan ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga ketika atlet menjalani latihan dan mempersiapkan kondisi fisik.

"Jangan sampai impian kita itu kandas di tengah jalan. Kami di sini banyak yang punya minat, banyak atlet. Kami hanya ingin apa yang kami impikan bisa terwujud. Kalau kebutuhan nutrisi terus menjadi beban sendiri, tentu persiapannya juga tidak mudah," tuturnya.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Arema FC di Liga 1: Rombak Besar Skuad, 9 Pemain Baru Merapat, Dua Kiper Persis Solo Merapat

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung 25–31 Oktober mendatang. Dengan waktu persiapan yang tersisa, pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.

Adven mengatakan bantuan yang pernah diterima tetap disyukuri. Namun, menurut dia, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan delapan atlet yang menjalani latihan secara rutin.

"Kemarin memang ada bantuan, cuma beberapa. Kami tetap bersyukur masih mendapatkan vitamin daripada tidak sama sekali. Tetapi kebutuhan kami sebenarnya masih banyak. Semoga ke depan pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi suplemen maupun kebutuhan atlet untuk persiapan Porprov," jelasnya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya vs Penang FC Digelar Malam Ini, Bisa Ditonton di Kanal Youtube Ini Gratis: Eks Persis Solo Berpotensi Jalani debut dan Buat Duka untuk Sang Mantan

Bagi para lifter, nutrisi menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan sebelum bertanding. Di tengah latihan yang terus digeber, mereka juga harus mencari cara agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi.

Adven berharap persoalan tersebut tidak menjadi beban tambahan yang mengganggu persiapan. Dia ingin para lifter bisa lebih fokus berlatih dan mengejar target yang telah diberikan.

"Semoga ke depannya pemerintah lebih memperhatikan lagi untuk ini. Yang kami impikan itu cuma semangat untuk maju dan meraih prestasi," pungkasnya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
solo lifter angkat berat porprov