RADARSOLO.COM – Liga Angkasa Sangkrah tak berhenti sebagai ajang sepak bola kampung. Gelaran yang melibatkan puluhan anak tersebut mulai dilirik sebagai ruang pembibitan talenta muda. SSB Madya Pemda Solo bahkan membuka peluang kolaborasi untuk mengembangkan kemampuan para peserta.
Ketua Pengurus SSB Madya Pemda Solo Ari Wibowo mengapresiasi penyelenggaraan Liga Angkasa yang digelar masyarakat Kelurahan Sangkrah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi anak-anak sekaligus menghidupkan kembali atmosfer sepak bola di kawasan Sangkrah.
Ari yang juga menjabat Camat Pasar Kliwon mengaku terkesan dengan kepanitiaan dan antusiasme peserta. Apalagi, kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi pengobat rindu setelah sebelumnya kawasan belakang Stasiun Sangkrah kerap menjadi lokasi kegiatan sepak bola anak-anak.
“Kalau tidak salah ada 50 anak yang ikut serta kemarin. Nah, kalau adik-adik Liga Angkasa mau bergabung dengan SSB Madya Pemda tentu akan sangat kita persilakan menjadi binaan Pemerintah Kota Solo,” kata Ari, Senin (17/8/2026).
Menurut Ari, usia para peserta cukup ideal untuk masuk dalam program pembinaan SSB Madya Pemda. Mayoritas peserta masih duduk di bangku SD, sementara sebagian lainnya sudah memasuki jenjang SMP.
Baca Juga: Kenapa Makanan Manis Bikin Mood Lebih Baik? Ini Penjelasannya
Namun, yang lebih penting adalah kemauan anak untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan bermain sepak bola.
“Kami bisa menawarkan agar mereka bisa masuk SSB binaan Pemkot Solo. Atau paling tidak kami bisa tawarkan coaching clinic sekaligus pertandingan eksibisi dengan anak-anak di SSB Madya Pemda,” ujarnya.
Ari berharap Liga Angkasa tidak berhenti sebagai kompetisi sesaat. Menurutnya, ajang semacam itu bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan dan membina bibit-bibit pemain sepak bola dari lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Libur Panjang HUT Kemerdekaan RI, Kampung Batik Kauman Diserbu Wisatawan
Apalagi, pembinaan atlet usia dini membutuhkan ruang bermain dan pengalaman bertanding yang cukup. Karena itu, kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan lembaga pembinaan sepak bola dinilai penting agar potensi anak-anak tidak berhenti setelah turnamen berakhir.
Respons positif tersebut disambut baik Presiden Liga Angkasa Satria Prayoga. Ia mengaku senang kegiatan yang digagas masyarakat Sangkrah mendapat perhatian dari Pemkot Solo.
Satria berharap Liga Angkasa dapat berkembang menjadi agenda rutin. Tidak hanya di tingkat Kelurahan Sangkrah, tetapi juga bisa merambah Kecamatan Pasar Kliwon hingga Kota Surakarta.
“Terima kasih banyak kalau responsnya positif seperti ini. Kami harap anak-anak ini bisa mendapat jam terbang yang lebih banyak dengan kolaborasi nantinya,” harapnya.
Menurut Satria, semakin banyak kesempatan bertanding dan berlatih, semakin besar pula peluang anak-anak mengembangkan kemampuan mereka. Karena itu, pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memberikan ruang bagi peserta Liga Angkasa untuk berkembang.
Liga Angkasa pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan kemenangan. Lebih jauh, kompetisi tersebut bisa menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Sangkrah untuk mengenal sepak bola, mengasah kemampuan, sekaligus membuka jalan menuju pembinaan yang lebih serius. (ves)
Editor : Kabun Triyatno