RADARSOLO.COM – Persiapan atlet judo Solo menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 memasuki fase krusial. Setelah menjalani persiapan sejak jauh hari, tim kini menghadapi pekerjaan rumah terakhir sebelum bertanding: memastikan seluruh atlet berada di kelas berat badan yang sesuai.
Waktu sekitar dua bulan sebelum pertandingan dimanfaatkan Pengurus Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Surakarta untuk mengejar kondisi tersebut. Sebab, masih ada beberapa atlet yang harus menyesuaikan berat badan agar bisa tampil di kelas yang telah diproyeksikan.
Sekretaris PJSI Solo Ahmad Bahar, mengatakan persiapan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 80 persen. Fokus saat ini diarahkan pada pengaturan berat badan atlet.
“Untuk saat ini kami konsentrasi dulu ke berat badan supaya masing-masing kelasnya masuk. Masih ada beberapa yang over sedikit, sekitar satu sampai dua kilogram, tetapi itu tidak masalah. Yang penting nanti saat Oktober sudah masuk sesuai kelasnya,” kata Ahmad Bahar kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (13/8/2026).
Menurut Ahmad, kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan kurangnya persiapan. Beberapa atlet memang harus menyesuaikan kelas pertandingan karena sebelumnya tampil dalam kompetisi dengan ketentuan berbeda.
Salah satunya Gavin. Atlet yang masuk dalam proyeksi Pelatnas tersebut sebelumnya tampil di kelas -100 kilogram. Namun, ketika membela Surakarta di Porprov 2026, Gavin diproyeksikan turun di kelas 90 kilogram.
“Kalau Gavin memang karena dia masuk Pelatnas. Di Pelatnas dia diproyeksikan oleh pelatih untuk bermain di kelas -100. Setelah ini dia harus turun lagi karena di Porprov nanti bermain di kelas 90,” terang Ahmad.
Situasi serupa dialami Muhammad Nangro. Atlet asal UNY tersebut akan turun di kelas 81 kilogram pada Porprov. Sebelumnya, dia tampil di kelas 90 kilogram saat mengikuti Kejuaraan Mahasiswa di Karawang.
Perbedaan kelas itu berkaitan dengan ketentuan pada Kejuaraan Mahasiswa. Setiap kelas memiliki batas jumlah atlet sehingga Nangro dan Gavin harus bertanding di kelas yang berbeda dari kelas yang dipersiapkan untuk Porprov.
“Untuk Nangro, di Porprov dia bermain di 81 kilogram, tetapi di Kejuaraan Mahasiswa kemarin bermain di 90. Karena dalam satu kelas maksimal dua atlet, kemungkinan di kelas 81 sudah ada dua atlet dari UNY,” jelas Ahmad.
Bagi atlet judo, pengaturan berat badan menjadi bagian penting dalam persiapan menuju pertandingan. Anisa Amalia Yusup, salah seorang atlet judo Surakarta, menyebut persoalan tersebut menjadi fokus tim memasuki dua bulan terakhir.
“Persiapannya dari Januari. Sekarang tinggal dua bulan lagi, kami mengejar terutama berat badan dulu, menurunkan karena masih banyak yang belum masuk,” ujar Anisa.
Atlet berusia 20 tahun itu juga baru mengikuti Kejuaraan Mahasiswa sebelum kembali melanjutkan persiapan bersama tim Surakarta. Pada Porprov mendatang, Anisa yang akan menjalani debut di ajang tersebut telah memasang target tinggi.
“Kalau untuk kejuaraan ini jelas, saya menargetkan medali emas,” tegasnya.
Ahmad menjelaskan, persiapan menuju Porprov sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu, tepat setelah para atlet menyelesaikan babak kualifikasi. Sejak Juni lalu, sejumlah atlet bahkan mulai menjalani pemusatan latihan dengan tinggal di mess yang disiapkan PJSI Surakarta di sekitar GOR Toraja.
Dengan persiapan panjang tersebut, tim tidak ingin persoalan kelas berat badan mengganggu peluang atlet saat bertanding. Penyesuaian harus diselesaikan sebelum Oktober sehingga atlet bisa lebih fokus pada pematangan teknik, fisik, dan strategi.
“Persiapan kami sudah sekitar 80 persen. Jadi sekarang memang kami fokus bagaimana berat badan masing-masing atlet bisa masuk kelas. Kalau masih ada yang lebih satu atau dua kilogram, masih ada waktu untuk mengejarnya,” tandas Bahar.
Cabang olahraga judo menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan dalam Porprov Jawa Tengah 2026 di kawasan Semarang Raya. Khusus cabang judo, pertandingan dijadwalkan berlangsung di Salatiga pada 25 Oktober mendatang.
Sebanyak 16 atlet Solo dipastikan tampil setelah melewati babak kualifikasi Porprov Jateng 2026. Dengan waktu yang tersisa, PJSI Surakarta berharap persoalan kelas berat badan dapat segera dituntaskan sehingga para atlet bisa memasuki fase akhir persiapan dengan lebih optimal.
Targetnya jelas: datang ke Salatiga bukan sekadar meramaikan pertandingan, tetapi membawa pulang medali untuk Kota Solo. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy