RADARSOLO.COM – Pengalaman meraih juara III dalam turnamen futsal di Sragen menjadi modal SD Integral Walisongo menghadapi Radar Solo Elementary Futsal Fest 2026. Hasil tersebut memberi kepercayaan diri sekaligus menjadi bekal untuk kembali menguji kemampuan dan mental bertanding anak-anak di level persaingan yang lebih kompetitif.
Pelatih SD Integral Walisongo Riza Mufrikan tidak ingin membebani pemain dengan target terlalu tinggi. Menembus semifinal menjadi sasaran yang dipasang saat timnya tampil di Singopuran Futsal Center, 22–23 Agustus mendatang.
Target tersebut dinilai cukup realistis di tengah persaingan yang bakal diikuti sekitar 25 tim putra.
“Targetnya ya nggak muluk-muluk, Pak. Targetnya cuma bisa masuk semifinal. Itu targetnya,” kata Riza saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Rabu (19/8/2026).
Persiapan menuju turnamen telah berjalan sekitar satu bulan setelah tim tampil di Sragen. Latihan rutin digelar dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis.
Elementary Futsal Fest juga bukan pengalaman pertama bagi SD Integral Walisongo. Tim tersebut pernah ambil bagian dalam ajang yang sama sekitar dua tahun lalu.
Bagi Riza, hasil di Sragen menjadi bekal penting, terutama dari sisi pengalaman bertanding. Turnamen tersebut juga menjadi sarana untuk melihat bagaimana anak asuhnya menghadapi tekanan dan situasi pertandingan yang kompetitif.
“Memang turnamen itu untuk melatih mental anak. Kemarin kan mentalnya sudah teruji, alhamdulillah kemarin dapat juara tiga yang di Sragen,” terang Riza.
Baca Juga: MIN 9 Sragen Bidik Gelar Keempat di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026
Tantangan serupa bakal kembali dihadapi di Elementary Futsal Fest. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, pemain dituntut mampu menjaga konsentrasi dan kepercayaan diri sejak pertandingan awal.
Riza menilai peluang melangkah jauh tetap terbuka apabila anak asuhnya mampu bermain lepas dan tidak terbebani target.
“Kalau nanti mentalnya down ya belum tahu nanti sampai berapa besar. Tapi kalau mentalnya terjaga, target saya tetap nggak muluk-muluk, sampai final. Yang penting semifinal dulu lah,” bebernya.
Dukungan orang tua menjadi modal lain bagi SD Integral Walisongo. Riza menyebut wali murid cukup antusias ketika anak-anak mengikuti turnamen. Sejumlah orang tua bahkan menyempatkan diri hadir menyaksikan pertandingan saat tim berlaga di Solo.
“Kalau untuk turnamen futsal itu anak-anak antusias. Kecuali kalau turnamennya di hari aktif, ada beberapa anak memang tidak diizinkan orang tuanya. Tapi sampai sekarang orang tuanya alhamdulillah mendukung,” ungkapnya.
Namun, persiapan tim masih menghadapi kendala kehadiran pemain. Tidak seluruh pemain dapat mengikuti latihan secara lengkap sehingga materi latihan harus disesuaikan dengan kondisi skuad.
Situasi tersebut membuat setiap sesi latihan harus dimanfaatkan untuk membangun kekompakan tim sebelum turnamen dimulai.
Menariknya, mayoritas pemain SD Integral Walisongo juga tidak berasal dari sekolah sepak bola (SSB) maupun akademi. Riza menyebut hanya dua pemain yang mengikuti SSB. Selebihnya mendapatkan pengalaman bermain melalui pembinaan di lingkungan sekolah.
Dari skuad tersebut, Riza melihat ada satu pemain yang memiliki potensi cukup menonjol. Kendati posturnya relatif kecil dibanding pemain lain, kemampuan bermainnya dinilai mampu menjadi pembeda.
“Kalau dari anak-anak saya ada satu, tapi ya itu posturnya kecil. Kalah postur dia, tapi mainnya bagus,” jelasnya.
Riza berharap Elementary Futsal Fest dapat terus digelar setiap tahun. Menurutnya, turnamen usia sekolah penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan.
“Harapannya ya setiap tahun ada, Pak, untuk pembinaan anak-anak futsal,” tuturnya.
Di sisi lain, Riza menyoroti fenomena banyaknya pemain usia sekolah yang telah bergabung dengan SSB maupun akademi. Ia berharap status pemain dalam turnamen antarsekolah dapat diperjelas agar kompetisi tetap menjadi ruang pembinaan berbasis sekolah.
“Sekarang banyak sekolah itu yang anak-anaknya SSB, akademi, dan sebagainya. Kemarin di turnamen di Solo juga gitu, banyak anak-anak akademi. Itu maksudnya asli dari sekolah itu atau tidak, atau hanya diikutsertakan, kan bisa kayak gitu,” pungkasnya.
Bermodal pengalaman meraih juara, persiapan yang telah berjalan, serta dukungan orang tua, SD Integral Walisongo siap kembali menguji kemampuan di Radar Solo Elementary Futsal Fest 2026.
Semifinal menjadi target awal. Setelah itu, kemampuan menjaga konsentrasi dan kepercayaan diri bakal menjadi penentu seberapa jauh langkah mereka di Singopuran Futsal Center. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy