RADARSOLO.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan master Taekwondo asal Solo, Tanu Kismanto, di level internasional. Pemegang sabuk DAN VII internasional tersebut berhasil masuk lima besar peserta terbaik International Taekwondo Master Course 2026 di Korea Selatan.
Tanu mengikuti kursus yang digelar World Taekwondo Academy Kukkiwon pada 12–14 Agustus. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 master dari 31 negara.
Bagi Tanu, capaian tersebut menjadi buah dari proses panjang dalam berlatih sekaligus membina Taekwondo. Konsistensi yang dijalani selama ini, khususnya dalam mengembangkan Taekwondo di Kota Solo dan Jawa Tengah, menjadi salah satu modal dalam mengikuti program tersebut.
“Pesertanya sekitar 70 master dari 31 negara. Dari seluruh peserta tersebut diambil lima besar peserta terbaik dan saya salah satu yang terbaik. Ini tentunya dengan satu usaha yang keras juga dan eksistensi, konsistensi selama ini berlatih dan membina Taekwondo, khususnya di Kota Solo maupun Jawa Tengah,” ujar Tanu dikutip Jawa Pos Radar Solo dari rilis KONI Surakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Persis Solo Tambah Jam Terbang Jelang Championship, Dua-Tiga Uji Coba Disiapkan
Masuk lima besar bukan menjadi akhir perjalanan Tanu. International Taekwondo Master Course juga menjadi bagian dari proses yang harus dilalui untuk menuju jenjang Grand Master.
Tahun lalu, Tanu telah mengikuti International Master Course Grade 3. Tahun ini, dia melanjutkan ke Grade 2. Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, masih ada Grade 1 yang harus ditempuh sebelum bisa melangkah menuju jenjang Grand Master.
Materi dalam kursus mengacu pada silabus World Taekwondo Academy Kukkiwon. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para master, sekaligus memperbarui pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengembangan Taekwondo di negara masing-masing.
“Tujuan dari seminar International Taekwondo Master Course ini adalah meningkatkan kompetensi maupun profesionalisme dalam hal pengembangan Taekwondo di negara masing-masing dengan schedule ataupun materi, silabus dari World Taekwondo Academy,” jelas Tanu.
Baca Juga: Hasil Barcelona Vs Al Ahly 2-1, Barcelona Akhiri Pramusim 2026 dengan Manis di Camp Nou
Kukkiwon merupakan salah satu pusat penting Taekwondo dunia. Kesempatan mengikuti program di Korea Selatan pun dimanfaatkan Tanu untuk menambah wawasan sekaligus mengikuti perkembangan olahraga tersebut sesuai standar internasional.
Namun, ilmu yang diperoleh Tanu tidak hanya ditujukan untuk kepentingan pribadi. Dia berharap pengalaman dari Korea Selatan dapat diterapkan dalam pembinaan Taekwondo di Solo maupun Jawa Tengah.
Menurut Tanu, perkembangan olahraga saat ini menuntut Taekwondo untuk terus beradaptasi. Kemajuan teknologi dan perubahan aturan olahraga menjadi bagian yang harus diikuti agar Taekwondo tetap berkembang.
“Harapannya Taekwondo ke depan semakin maju dengan perkembangan teknologi saat ini maupun perkembangan aturan-aturan olahraga yang berjalan saat ini,” katanya.
Tanu juga melihat peluang Taekwondo untuk mengambil peran dalam perkembangan Mixed Martial Arts (MMA) yang saat ini semakin dikenal. Menurutnya, Taekwondo dapat menjadi salah satu disiplin yang memperkaya olahraga tarung campuran tersebut.
“Taekwondo saat ini dikembangkan untuk bisa mewarnai khususnya juga olahraga yang sedang ngetren yaitu MMA, di mana nanti Taekwondo bisa menjadi salah satu disiplin olahraga yang mewarnai Mixed Martial Arts,” ungkapnya.
Baca Juga: Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar di PKH yang Cair Agustus 2026, Pantau Status Bansos Tahap 3 di HP
Capaian di Korea Selatan menjadi tambahan motivasi bagi Tanu untuk melanjutkan tahapan menuju Grand Master. Di sisi lain, pengalaman tersebut diharapkan membawa manfaat lebih luas bagi pembinaan Taekwondo di Solo dan Jawa Tengah.
Dengan bekal pengalaman dan pengetahuan dari program internasional, Tanu ingin terus mendorong Taekwondo daerah agar berkembang mengikuti standar internasional sekaligus tetap mampu menjawab perubahan dalam dunia olahraga.(hj/nik)
Editor : Niko auglandy