RADARSOLO.COM – MI Al Islam Inovatif Dibal, Ngemplak, Boyolali, bakal menjalani pengalaman baru di Jawa Pos Radar Solo Elementary Futsal Fest 2026. Turnamen yang berlangsung di Singopuran Futsal Center, 22–23 Agustus tersebut menjadi keikutsertaan perdana sekolah itu dalam ajang yang digelar Radar Solo.
Pelatih MI Al Islam Inovatif Dibal, Bayu Abidin, mengatakan timnya sudah melakukan persiapan secara rutin. Latihan digelar satu hingga dua kali dalam sepekan untuk menjaga kesiapan pemain sebelum turun dalam kompetisi.
“Untuk persiapannya kita sudah latihan setiap pekannya satu sampai dua kali. Sejauh ini latihan-latihan tersebut memang kami arahkan untuk mengikuti event-event turnamen seperti ini,” ujar Bayu kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: SD Kristen Manahan Siap Tunjukkan Potensi Tim Putra di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026
Elementary Futsal Fest kali ini sekaligus menjadi momentum penting bagi MI Al Islam Inovatif Dibal setelah memasuki tahun ajaran baru. Sebab, komposisi pemain yang dibawa ke turnamen tidak sepenuhnya diisi pemain lama. Sejumlah pemain baru akan mendapat kesempatan merasakan atmosfer pertandingan.
Bayu menyebut kondisi tersebut menjadi alasan pihaknya tidak sekadar mengejar hasil pertandingan. Turnamen juga dimanfaatkan untuk melihat perkembangan pemain sekaligus mengukur kemampuan tim setelah menjalani latihan bersama.
“Ini menjadi momentum pertama setelah tahun ajaran baru. Jadi, menjadi tolok ukur bagi kami supaya bisa lebih baik dari sebelumnya. Anak-anak juga banyak yang baru, sehingga nanti kami bisa melihat progres mereka ketika mengikuti turnamen,” jelasnya.
Sesuai hasil drawing yang sudah dilakukan, Rabu siang (19/8), MI Al Islam Inovatif Dibal di babak penyisihan grup akan masuk di grup H. Bersaing melawan SD Muhammadiyah Sragen dan SD Integral Walisongo untuk berebut tiket menuju ke babak 8 besar.
Pengalaman bertanding menjadi salah satu hal yang ingin dikejar MI Al Islam Inovatif Dibal. Bayu berharap anak didiknya tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan pertandingan dan memiliki mental bertanding yang lebih kuat.
Baca Juga: SD Integral Walisongo Sragen Siap Uji Mental di Elementary Futsal Fest 2026, Semifinal Jadi Target
Menurutnya, persaingan di level SD/MI kawasan Solo Raya cukup kompetitif. Karena itu, menghadapi tim-tim lain dalam Elementary Futsal Fest menjadi kesempatan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak didiknya dibandingkan peserta lainnya.
“Yang pertama kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman. Kedua, mental mereka juga terbentuk. Ketiga, ini bisa menjadi tolok ukur bagi kami karena secara umum tim-tim di tingkat Solo Raya juga bagus-bagus,” katanya.
Meski menempatkan pengalaman sebagai salah satu prioritas, Bayu tetap memasang target hasil. Dia berharap para pemain mampu memberikan kemampuan terbaik dan berusaha meraih kemenangan dalam setiap pertandingan yang dijalani.
Bayu juga menyadari ada sejumlah tim yang memiliki rekam jejak kuat di level futsal usia sekolah dasar. Salah satunya Al-Kautsar yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim tangguh di tingkat SD/MI. Situasi tersebut justru ingin dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran bagi pemain MI Al Islam Inovatif Dibal.
“Kami tetap berharap setiap pertandingan bisa menang. Namun, kami juga melihat kemampuan anak-anak karena tingkat Solo Raya bagus-bagus. Mereka bisa belajar dari tim-tim lain, mengetahui kemampuan lawan, dan itu menjadi pembelajaran untuk ke depannya,” paparnya.
Dari sisi pembinaan, sebagian besar pemain MI Al Islam Inovatif Dibal tumbuh dari kegiatan ekstrakurikuler futsal di sekolah. Hanya satu atau dua pemain yang memiliki pengalaman tambahan di luar sekolah, salah satunya mengikuti sekolah sepak bola (SSB).
Kondisi tersebut membuat ekstrakurikuler futsal menjadi salah satu wadah penting bagi sekolah untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi olahraga anak. Bayu berharap pemain yang belum memiliki akses ke SSB tetap mempunyai kesempatan mengasah kemampuan melalui kegiatan di sekolah.
Dukungan terhadap pembinaan juga datang dari pihak sekolah dan orang tua. Sekolah memberikan fasilitas untuk kegiatan futsal, sementara orang tua turut aktif berkomunikasi dan mendukung aktivitas anak selama mengikuti pembinaan maupun kompetisi.
“Kami sama-sama saling mendukung antara sekolah dengan orang tua. Dari sekolah sendiri juga sangat mendukung dan memfasilitasi, kemudian orang tua juga komunikatif terhadap putra-putrinya,” ungkap Bayu.
Baca Juga: MIN 9 Sragen Bidik Gelar Keempat di Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026
Ke depan, MI Al Islam Inovatif Dibal berencana tetap mengembangkan pembinaan olahraga secara bertahap. Futsal menjadi salah satu bagian dari kegiatan ekstrakurikuler, meski sekolah juga memiliki sejumlah kegiatan lain yang harus dikembangkan.
Bayu berharap pembinaan tersebut dapat menjadi pijakan bagi anak-anak untuk melanjutkan kemampuan mereka ke jenjang berikutnya. Terutama bagi pemain yang memiliki potensi, tetapi belum banyak mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan di luar sekolah.
“Harapannya dari ekstra futsal ini bisa menyalurkan bakat anak-anak. Mungkin ketika di luar mereka minim kesempatan ikut SSB dan sebagainya, tetapi dari ekstra futsal ini mereka bisa menyalurkan bakat ke jenjang berikutnya, baik SMP maupun tingkat selanjutnya,” tuturnya.
Kehadiran di Elementary Futsal Fest pun diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman bertanding semata. Bayu menilai ajang tersebut dapat menjadi salah satu sarana bagi pemain usia sekolah untuk mulai mengenal kompetisi dan membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.
“Semoga bisa menjadi landasan dasar kepada anak-anak untuk berprestasi, terutama di dunia olahraga futsal. Untuk Radar Solo, mudah-mudahan ini menjadi ajang menyalurkan bakat anak-anak supaya bisa lebih berprestasi lagi ke jenjang berikutnya,” pungkasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy