Verifikasi SiSAKTI Berbelit, KONI se-Solo Raya Desak Panitia Porprov Segera Bereskan Status Atlet

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Rapat Koordinasi (Rakor) KONI se-Solo Raya di Surakarta, Kamis (20/8/2026). (Dok. KONI Solo)
Rapat Koordinasi (Rakor) KONI se-Solo Raya di Surakarta, Kamis (20/8/2026). (Dok. KONI Solo)

RADARSOLO.COM – Persiapan kontingen Solo Raya menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 kembali mendapat ganjalan. Kali ini, persoalan verifikasi atlet melalui Sistem Informasi Satu Kendali Terintegrasi (SiSAKTI) menjadi sorotan KONI se-Solo Raya.

Keluhan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) KONI se-Solo Raya di Surakarta, Kamis (20/8/2026). Tujuh KONI kabupaten/kota, yakni Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, sepakat mendorong panitia Porprov segera memberikan kepastian terhadap atlet yang status verifikasinya masih menggantung.

Ketua KONI se-Solo Raya Her Suprabu mengatakan, persoalan tersebut muncul setelah sejumlah atlet yang telah dinyatakan lolos Pra-Porprov justru belum mendapatkan status terverifikasi dalam SiSAKTI. Kondisi itu dinilai perlu segera diselesaikan karena menyangkut kepastian atlet untuk tampil pada Porprov 2026.

“Ada beberapa atlet yang sudah lolos Pra-Porprov itu masih gagal atau belum terverifikasi di SiSAKTI. Padahal Pra-Porprov ini kan juga yang menyelenggarakan dari panitia Porprov, ya,” tegas Her Suprabu dilansir Jawa Pos Radar Solo dari rilis resmi KONI Surakarta.

Baca Juga: Rektor Unsoed Tersangka KPK, Siapa yang Tanda Tangan Ijazah Wisudawan?

Menurut Her Suprabu, kelolosan pada Pra-Porprov semestinya menjadi dasar bagi atlet untuk melanjutkan kiprah ke Porprov. Karena itu, proses administrasi melalui sistem digital jangan sampai justru membuat atlet yang telah memenuhi persyaratan kehilangan kepastian tampil.

Persoalan tersebut tidak berhenti pada urusan administrasi kontingen. Ketidakjelasan status atlet membuat pengurus KONI daerah kesulitan menentukan langkah berikutnya. Terlebih, persiapan menuju Porprov 2026 semakin dekat dengan pelaksanaan.

Baca Juga: ITB AAS Indonesia Wisuda 279 Lulusan: Buka Program S2 Double Degree Thailand dan Tebar Beasiswa 

Dari sisi atlet, dampaknya juga dirasakan secara langsung. Mereka yang seharusnya mulai memusatkan perhatian pada persiapan fisik, teknik, dan mental justru masih dibayangi pertanyaan mengenai kepastian keikutsertaan.

“Secara psikologis atlet, kesiapannya juga sudah pasti terganggu. Karena kalau belum terverifikasi kan masih ragu-ragu, ya. ‘Saya besok masuk Porprov apa nggak’, gitu,” ujar Her Suprabu.

Her Suprabu menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian panitia. Kepastian administrasi merupakan bagian penting dalam menjaga konsentrasi atlet menjelang pertandingan. Jangan sampai persoalan verifikasi yang belum tuntas mengganggu proses pembinaan yang sudah berjalan di masing-masing daerah.

SiSAKTI digunakan sebagai sistem informasi digital terintegrasi untuk mengawal penyelenggaraan Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Karena itu, KONI se-Solo Raya berharap proses verifikasi dapat berjalan lebih jelas dan tidak menyisakan status atlet yang menggantung.

Dalam rakor tersebut, persoalan verifikasi SiSAKTI menjadi salah satu pembahasan utama selain evaluasi pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil). Para pengurus juga mendiskusikan wacana perubahan siklus Porwil, apakah nantinya digelar dua tahunan atau empat tahunan.

Namun, persoalan Porprov dinilai lebih mendesak untuk segera ditindaklanjuti. Ketujuh KONI sepakat tidak menyampaikan keberatan secara sendiri-sendiri. Mereka memilih membawa persoalan tersebut sebagai sikap bersama KONI se-Solo Raya.

“Kita nanti akan bikin surat ke panitia Porprov, tembusan ke KONI Jawa Tengah tentunya, untuk meninjau ataupun membantu menyelesaikan permasalahan yang masih menggantung ini,” papar Her Suprabu.

Baca Juga: Tak Cuma Lingkungan, Sifat Cuek Ayah dan Ibu di Rumah Bisa Picu Anak Terjerumus Perilaku Menyimpang

Surat tersebut nantinya menjadi permintaan resmi agar panitia Porprov meninjau kembali persoalan verifikasi yang dialami atlet dari Solo Raya. KONI se-Solo Raya berharap status atlet yang telah lolos Pra-Porprov segera mendapatkan kepastian sehingga tidak mengganggu persiapan kontingen.

Langkah kolektif tersebut sekaligus menjadi upaya KONI se-Solo Raya memastikan persoalan administratif tidak berkembang menjadi kendala yang lebih besar menjelang Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Terlebih, ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Semarang Raya pada 25–31 Oktober 2026. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
koni solo raya porprov