Soroti Pembinaan Tenis Meja Hingga Tingkat RT di Karanganyar, PTMSI Jateng Dorong Replikasi Daerah

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:42 WIB
Ketua Pengprov PTMSI Jateng, Brigjen Pol (Purn) Drs Lukas Arry Dwiko Utomo CRP, saat berkunjung ke rumah dinas Bupati Karanganyar, akhir pekan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
Ketua Pengprov PTMSI Jateng, Brigjen Pol (Purn) Drs Lukas Arry Dwiko Utomo CRP, saat berkunjung ke rumah dinas Bupati Karanganyar, akhir pekan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengprov PTMSI) Jawa Tengah menetapkan babak baru dalam peta pembinaan atlet.

Lewat konsolidasi masif di Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (22/8/2026), PTMSI Jateng menegaskan pentingnya integrasi basis data atlet dari 35 kabupaten/kota sebagai kompas utama seleksi dan penjaringan talenta menuju pentas nasional.

Kunjungan kerja yang dipimpin Ketua Pengprov PTMSI Jateng, Brigjen Pol (Purn) Lukas Arry Dwiko Utomo tersebut menjadi ajang penguatan koordinasi bersama pengurus daerah dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).

Baca Juga: Minim Kontribusi PAD, Fraksi PDIP Sragen Desak Pangkas Direksi Hingga Tutup BUMD Tak Sehat

Selain memantau ajang Peparpeda 2026, rombongan menggelar tatap muka khusus di Rumah Dinas Bupati Karanganyar bersama Bupati Rober Christanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PTMSI Karanganyar.

Lukas menekankan bahwa era pembinaan konvensional harus digantikan dengan pendekatan berbasis data terintegrasi (updating data).

Seluruh pengurus daerah diimbau mendata atlet secara presisi berdasarkan kelompok umur (KU).

"Data terintegrasi ini menjadi basis pembinaan dan seleksi atlet yang terukur. Mulai dari kelompok usia (KU)-11, KU-13, KU-15, KU-17, hingga dewasa. Tidak ada lagi pilar seleksi tanpa kompas data yang akurat," ungkap Lukas.

Selain fondasi data, PTMSI Jateng memberikan apresiasi atas terobosan Karanganyar yang berhasil menghidupkan Persatuan Tenis Meja (PTM) hingga tingkat RT, RW, desa, dan kecamatan.

Penguatan di tingkat akar rumput (grassroots) tersebut dinilai sebagai model ideal yang wajib direplikasi di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga: Kembangkan Kedai Sri Rahayu di Taiwan, Mantan Pekerja Migran Ini Sukses Manfaatkan BRImo

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan kesiapan daerahnya.

Pemkab Karanganyar telah mengalihfungsikan bekas kantor pemerintahan untuk dijadikan sebagai gedung pusat latihan dan gemblengan atlet lokal.

Rober juga menunjukkan komitmennya dalam memasyarakatkan olahraga tenis meja dengan selalu membawa pemukul tenis meja (bet) di dalam mobil dinasnya agar bisa langsung bertanding bersama warga saat kunjungan ke desa-desa.

"Geliat turnamen antar-PTM terus kami jaga. Kunjungan PTMSI Jateng ini menyuntikkan semangat baru bagi atlet reguler maupun atlet disabilitas di bawah NPCI agar ekosistem tenis meja Jateng semakin solid dan berprestasi," pungkas Rober Christanto. (rud)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
ptmsi jateng Bupati Rober Christanto Tenis Meja