RADARSOLO.COM – SD Al Kautsar Kartasura akhirnya menuntaskan penantian untuk merebut trofi juara Jawa Pos Radar Solo Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026. Tim asal Kartasura itu tampil perkasa dengan membungkam MIN 9 Sragen lima gol tanpa balas pada laga final kategori putra di Futsal Center Singopuran, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (23/8/2026).
Kemenangan telak tersebut sekaligus menjadi penebusan bagi SD Al Kautsar setelah pada gelaran sebelumnya harus puas menjadi runner-up. Kali ini, mereka tampil lebih matang dan mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Lima gol berhasil disarangkan ke gawang MIN 9 Sragen. Sebaliknya, wakil Bumi Sukowati itu kesulitan mengembangkan permainan dan harus menerima kekalahan di partai puncak.
Pelatih SD Al Kautsar, Rosyid Adi Nugroho, mengaku puas dengan pencapaian anak asuhnya. Sebab, gelar juara memang menjadi target yang dipasang sejak awal turnamen.
“Alhamdulillah gelaran tahun ini yang putra kita juara satu. Tahun kemarin kita runner-up. Alhamdulillah kita bisa meraih target juara satu, memang kita targetkan kita juara satu,” ujar Rosyid.
Menurut Rosyid, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. SD Al Kautsar telah menjalankan proses pembinaan pemain sejak usia dini melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Kita dari ekstra dari kelas 2 sampai kelas 6, kita bibitan dari kecil sampai besar. Alhamdulillah kita dapat juara satu,” katanya.
Pembinaan berjenjang itu menjadi salah satu modal penting SD Al Kautsar. Para pemain tidak hanya dipersiapkan ketika turnamen akan berlangsung, tetapi ditempa secara konsisten sejak duduk di kelas rendah hingga siap bersaing di level kompetisi.
Di kubu lawan, MIN 9 Sragen harus puas membawa pulang status runner-up. Meski gagal mengulang kesuksesan di kategori putri, pencapaian tim putra tetap menjadi catatan positif karena mampu melaju hingga partai final.
Menariknya, MIN 9 Sragen juga berhasil mengantarkan tim putrinya ke final. Artinya, wakil Bumi Sukowati tersebut sama-sama menempatkan tim putra dan putri di partai puncak Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026.
Pelatih MIN 9 Sragen, Khanif, mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan pada laga final. Padatnya jadwal pertandingan juga disebut turut memengaruhi kondisi pemain.
“Kalau menurut saya sendiri, mungkin karena terlalu padat saja. Mungkin terlalu padat sehingga anak-anak terlalu seperti jetlag atau semacamnya. Tapi itu alasan di luar saja. Yang jelas, kalau kita dari pertandingan, kita harus mengakui kita banyak kesalahan juga dalam permainan,” jelas Khanif.
Meski gagal meraih gelar, Khanif menegaskan proses pembinaan tidak akan berhenti. Regenerasi menjadi pekerjaan penting karena para pemain di level sekolah dasar akan terus berganti seiring kelulusan.
“Ke depannya, kami akan selalu terus berprogres karena generasi itu harus kita ciptakan setiap saat karena pasti anak-anak akan lulus dan ganti generasi,” tegasnya. (hj/nik)