RADARSOLO.COM – Sepuluh gol mengantarkan Lourinda Divya Tera Avantika menjadi top skor Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026. Pemain putri MIN 9 Sragen tersebut tampil produktif hingga mengakhiri turnamen yang digelar di Futsal Center Singopuran, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (23/8/2026), dengan torehan manis.
Pemain yang akrab disapa Tera itu mengaku bangga sekaligus tidak menyangka bisa mencetak 10 gol sepanjang turnamen. “Senang, bangga, dan nggak nyangka,” kata Tera ketika ditanya perasaannya setelah menyabet gelar top skor.
Ketajaman Tera di lapangan ternyata bukan hasil dari perjalanan singkat. Sebelum menekuni futsal, siswi MIN 9 Sragen tersebut lebih dulu mengenal sepak bola dan bergabung dengan SSB Halilintar Sragen. Dari sepak bola, pengalaman bertanding Tera terus bertambah. Dia mengikuti berbagai ajang, salah satunya MilkLife Soccer Challenge. Kiprahnya kemudian berlanjut hingga terpilih sebagai bagian dari MilkLife All Star Solo yang tampil pada ajang tingkat nasional di Super Soccer Arena (SSA), Kudus.
Baca Juga: SD Al Kautsar Akhirnya Juara Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Tera untuk terus berkembang. Meski masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah, dia sudah memiliki target yang ingin dicapai di dunia olahraga. Cita-citanya pun terbilang tinggi. Tera ingin menembus tim nasional. Bukan Timnas sepak bola, melainkan Timnas futsal. “Mau masuk ke Timnas,” ujar Tera singkat.
Ketika kembali ditegaskan mengenai tim nasional yang dimaksud, Tera menjawab tersipu malu, “Futsal.”
Baca Juga: SD Diponegoro Raih Juara 3 Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026
Untuk mengejar cita-cita tersebut, Tera memiliki sosok yang menjadi panutan. Dia menyebut nama Claudia Scheunemann sebagai pemain yang diidolakan. Tak hanya menekuni sepak bola dan futsal, Tera juga menunjukkan kemampuan di cabang olahraga lain. Pada Popda tingkat Kabupaten Sragen, dia meraih dua gelar juara pertama sekaligus, yakni lari 60 meter putri dan lompat jauh putri.
Prestasi itu membuat Tera berhak melanjutkan langkah ke Popda tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung 2 September 2026. Padatnya aktivitas olahraga membuatnya harus membagi fokus sekaligus menjaga kondisi di tengah agenda kompetisi yang terus berjalan.
Kerja Keras Jadi Pembeda
Pelatih MIN 9 Sragen Khanif Nur Sidiq menilai kemampuan Tera tidak muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, motivasi dan etos kerja dalam latihan menjadi salah satu faktor yang paling menonjol dari pemain tersebut.
“Kalau untuk Tera sendiri memang sudah terlihat dari motivasi latihannya. Ketika ada kegiatan, dia pasti datang lebih awal. Orang tuanya juga sering meng-update latihan di luar jam jadwal latihan,” terang Khanif.
Kebiasaan tersebut menjadi salah satu pembeda Tera dibandingkan pemain lainnya. Konsistensi latihan membuat kemampuan tekniknya ikut berkembang. Terlebih, Tera tidak hanya mengandalkan sesi latihan bersama tim.
“Kalau yang lainnya kadang berlatih saat jadwal latihan saja. Kalau Tera, etos kerja kerasnya memang luar biasa. Jadi ketika terbentuk latihan dengan kerja keras dan konsistensi, skill-nya juga berbeda dengan yang lainnya,” imbuhnya.
Khanif menyebut perjalanan Tera masih panjang. Saat ini, Tera masih mengikuti program MilkLife dan kembali terpilih untuk periode 2026–2027. Pada kesempatan sebelumnya, dia bahkan menjadi salah satu pemain termuda dalam agenda tingkat nasional tersebut.
Baca Juga: MIN 9 Sragen Juara Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026, Laurinda Sabet Top Skor dengan 10 Gol
Pengalaman bertanding Tera juga terus bertambah bersama SSB Halilintar Sragen. Menariknya, dia dipercaya berkompetisi bersama tim putra.
Dalam kompetisi antarklub di Sragen yang mayoritas diikuti pemain laki-laki, Tera tetap mendapat kepercayaan bermain karena dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni.
Bagi Khanif, pengalaman tersebut justru menjadi bekal berharga. Sebab, kompetisi sepak bola putri pada kelompok usia junior masih relatif terbatas. Futsal pun dapat menjadi alternatif bagi pemain putri untuk menjaga jam terbang sekaligus mengembangkan kemampuan.
“Kalau untuk jenjang kompetisi di sepak bola yang belum ada liganya, kalau ingin konsisten di bola bisa ke futsal. Keberhasilan kan bisa diraih dari berbagai arah,” jelasnya.
Baca Juga: Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026 Lahirkan Juara Baru
Khanif pun mengingatkan Tera agar tidak cepat puas dengan berbagai prestasi yang telah diraih. Tambahan jam latihan, pengalaman bertanding, hingga latihan privat dinilai penting untuk memperkaya kemampuan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Intinya bisa lebih konsisten dalam berlatih. Ketika cita-cita itu sudah ditulis dan diinginkan, salah satu cara mencapainya dengan latihan dan konsistensi. Kami berharap apa yang sudah dicita-citakan Mbak Tera menjadi pemain sepak bola nasional bisa terwujud,” tandas Khanif. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy