Terkendala Terbatasnya Anggaran, Panahan Solo Tetap Berani Bidik Tiga Emas di Porprov 2026

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Atlet panahan Kota Solo jalani latihan di lapangan UMS, Jalan. Adi Sucipto 84, Kerten, Laweyan. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atlet panahan Kota Solo jalani latihan di lapangan UMS, Jalan. Adi Sucipto 84, Kerten, Laweyan. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

Terkendala Terbatasnya Anggaran, Panahan Solo Tetap Berani Bidik Tiga Emas di Porprov 2026

RADARSOLO.COM – Tim panahan Kota Solo mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Training center (TC) telah dimulai sejak awal Agustus dengan memanfaatkan lapangan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berlokasi Jalan. Adi Sucipto 84, Kerten, Laweyan sebagai lokasi pemusatan latihannya.

Ketua Harian Panahan Kota Solo Fitra Wibawa Kusuma mengatakan, persiapan tersebut sengaja dilakukan lebih awal agar atlet memiliki waktu cukup untuk meningkatkan kemampuan sebelum turun di Porprov. Sesuai agenda pembinaan prestasi, TC diproyeksikan berlangsung selama tiga hingga empat bulan.

"Untuk persiapan Porprov khususnya kita sudah mulai TC di awal Agustus. Kami sudah sentral di lapangan ini, lapangan di UMS. Alhamdulillah kami dapat fasilitas dipinjami lapangan dari pihak UMS sehingga kita bisa membuat TC untuk ke depannya," terang Fitra saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Kamis (20/8/2026) usai latihan. 

Baca Juga: Persipura Jayapura Kalah Telak dari Persijap Jepara di Boyolali

Menurutnya, pemusatan latihan menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan program atlet. Dengan berada di satu lokasi, tim pelatih lebih mudah memantau perkembangan atlet sekaligus menyiapkan program latihan menuju persaingan Porprov.

Langkah tersebut menjadi semakin penting mengingat persaingan di level provinsi tidak ringan. Fitra menyebut sejumlah daerah lain memiliki kekuatan yang cukup merata. Karena itu, persiapan panjang diperlukan agar atlet Kota Bengawan tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan bertanding saat kompetisi berlangsung.

"Persiapannya jauh hari sesuai dengan agenda Bimpresnya bahwa kita akan melakukan tiga sampai empat bulan untuk TC-nya," ujarnya.

Baca Juga: Garudayaksa FC Jajal Kekuatan Borneo FC

Dari sisi target, Panahan Solo tidak memasang angka yang terlalu muluk. Berkaca pada persaingan dengan daerah lain serta kondisi persiapan yang masih harus menyesuaikan kemampuan anggaran, tim membidik tiga medali emas dan enam perak pada Porprov 2026.

Fitra mengakui target tersebut tidak lepas dari evaluasi terhadap kondisi tim. Keterbatasan anggaran membuat persiapan atlet belum bisa dimaksimalkan seperti yang diharapkan. Namun, kondisi tersebut tidak ingin dijadikan alasan bagi atlet untuk menurunkan daya juang.

"Untuk Porprov kemarin kami cuma target tiga emas, enam perak kalau nggak salah di situ karena kita lawan-lawan dari daerah lain pun juga lumayan. Di sela-sela kita efisiensi dana sehingga kita kurang bisa maksimalkan untuk atlet," jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, aspek mental menjadi perhatian tersendiri. Fitra menyebut kesiapan mental atlet saat ini sudah berada di kisaran 60 persen. Angka tersebut masih terus dikejar melalui proses latihan dan pendampingan hingga mendekati pelaksanaan Porprov.

Menurut Fitra, atlet harus dijaga agar persoalan di luar lapangan tidak mengganggu fokus mereka. Keterbatasan dana maupun fasilitas tidak boleh sampai memengaruhi kesiapan bertanding ketika mereka membawa nama Kota Surakarta.

"Untuk mental kita sudah insyaallah sudah 60 persen siap. Walaupun dengan keterbatasan dana, keterbatasan anggaran, tapi kita siapkan untuk atlet-atlet ini jangan sampai terpengaruh untuk di persiapan ini sehingga mereka siap juangnya, siap tempurnya tetap kami jaga terus," tegasnya.

Baca Juga: Persis Solo Targetkan Promosi Jadi Harga Mati, 25 Pemain Baru Resmi Bergabung  

Selain TC Porprov, agenda panahan Surakarta dalam beberapa bulan ke depan juga cukup padat. Di sela persiapan tersebut, tim masih harus mengikuti sirkuit provinsi ketujuh. Agenda itu diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi atlet untuk menjaga ritme pertandingan sekaligus mengukur hasil latihan.

Fitra menilai keberadaan kompetisi di tengah masa TC justru dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan atlet. Hasil latihan tidak cukup hanya terlihat dari sesi di lapangan, tetapi perlu diuji dalam atmosfer pertandingan dengan tekanan dan persaingan yang sebenarnya.

Karena itu, Panahan Solo berupaya menjaga keseimbangan antara program latihan dan agenda kompetisi. TC menjadi fondasi utama, sedangkan sirkuit provinsi dimanfaatkan sebagai bagian dari proses evaluasi sebelum memasuki persaingan Porprov.

Baca Juga: Verifikasi SiSAKTI Berbelit, KONI se-Solo Raya Desak Panitia Porprov Segera Bereskan Status Atlet

Di sisi lain, Fitra tetap mengapresiasi dukungan yang diberikan KONI dan Dispora Solo selama proses pembinaan. Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi tim panahan untuk terus menjaga prestasi. Namun, dia berharap pembinaan ke depan dapat diperkuat dengan dukungan sarana dan prasarana yang lebih memadai. 

"Kita memang perlu lapangan yang minimal mendekati standar. Itu jadi anak-anak bisa latihan nyaman, kemudian tidak takut kalau terjadi error alatnya sehingga keselamatan dan keamanan ini bisa dijaga yang utama di situ," kata Fitra.

Dengan TC yang sudah berjalan sejak awal Agustus, Panahan Solo kini memiliki waktu beberapa bulan untuk mematangkan seluruh persiapan. Target tiga emas dan enam perak menjadi sasaran yang harus dikejar di tengah persaingan ketat serta keterbatasan yang masih mengiringi perjalanan menuju Porprov 2026. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
panahan jateng kota solo UMS porprov