Deadline Entry by Name Membayangi, KONI Solo Siapkan Banding Verifikasi Atlet

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:41 WIB
Lifter di Kota Solo tengah berlatih untuk persiapan terjun di Porprov Jateng 2026. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Lifter di Kota Solo tengah berlatih untuk persiapan terjun di Porprov Jateng 2026. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Persoalan verifikasi atlet melalui Sistem Informasi Satu Kendali Terintegrasi (SiSAKTI) mulai beririsan dengan tenggat pendaftaran menuju Porprov XVII Jawa Tengah 2026. KONI Kota Solo menyiapkan langkah klarifikasi sekaligus banding ke KONI Jawa Tengah untuk memastikan atlet yang masih terkendala segera memperoleh kepastian.

Sekretaris II KONI Kota Solo Tony Ho mengatakan, proses verifikasi belum sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah data atlet masih belum dapat diproses meski dokumen pendukung telah disiapkan. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu tahapan entry by name yang memiliki batas waktu.

“Memang ada tenggat waktunya. Saya sudah minta pengunduran sampai 17 Agustus. Terus karena error lagi, akhirnya ini harus mundur lagi. Jadi kami masih menunggu dan terus berproses karena ada beberapa atlet yang datanya belum bisa diproses,” ujar Tony kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (24/8).

Baca Juga: Persipura Jayapura Kalah Telak dari Persijap Jepara di Boyolali

Menurut Tony, persoalan tersebut membuat KONI Solo harus melakukan pengecekan berulang. Bahkan, terdapat atlet yang sebelumnya telah dinyatakan terverifikasi di SiSAKTI, tetapi kembali diminta melakukan klarifikasi mengenai keabsahan datanya.

Situasi tersebut membuat KONI tidak hanya mengandalkan data yang telah masuk dalam sistem. Pengurus harus mencocokkan kembali dokumen dengan riwayat atlet, termasuk status mutasi, surat pelepasan dari daerah asal, hingga data kependudukan.

Salah satu persoalan yang sedang ditangani berkaitan dengan atlet sambo. Tony menyebut KONI Surakarta telah menyiapkan sejumlah dokumen pendukung untuk memperkuat status atlet tersebut. Berkas itu telah dikirimkan ke Semarang, tetapi status verifikasinya belum berubah.

“Untuk atlet sambo, surat-surat sudah saya lengkapi dan sudah saya kirimkan ke Semarang, ke KONI Jateng. Tapi memang belum terverifikasi, masih ditolak. Karena itu Kamis saya akan ke sana untuk banding. Kalau kami sudah punya data dan dokumen pendukung yang diminta, kenapa tidak diverifikasi? Makanya sekarang kami menggali data-datanya dulu,” jelasnya.

Baca Juga: Garudayaksa FC Jajal Kekuatan Borneo FC

Persoalan atlet sambo tersebut salah satunya dipengaruhi riwayat pembinaan di daerah asal. Tony menjelaskan, tidak semua daerah memiliki Pengcab Sambo. Kondisi itu membuat penelusuran riwayat atlet menjadi lebih rumit, terutama bagi atlet yang sebelumnya menekuni cabang bela diri lain sebelum beralih ke sambo.

Karena itu, KONI Solo memilih menyelesaikan persoalan melalui komunikasi langsung dengan atlet dan Pengcab terkait. Dokumen yang ada akan kembali dicocokkan dengan data dari pihak provinsi agar status atlet tidak lagi dipersoalkan pada tahapan berikutnya.

Langkah serupa dilakukan terhadap atlet dari cabang olahraga lain. Tony menyebut terdapat atlet biliar yang telah mengantongi surat mutasi, surat pengunduran diri, serta surat pelepasan dari Pengprov. Namun, meski kuota atlet biliar Solo telah ditambah, satu nama tersebut masih belum dapat diproses dalam sistem.

“Surat mutasinya sudah ada, surat pengunduran dirinya ada, surat dari Pengprov juga sudah ada, pelepasan juga sudah ada. Kuotanya juga sudah ditambah. Biliar yang awalnya empat menjadi lima. Tapi yang satu ini sampai sekarang belum bisa dibuka atau diproses,” ungkap Tony.

Baca Juga: Persis Solo Targetkan Promosi Jadi Harga Mati, 25 Pemain Baru Resmi Bergabung  

Kondisi tersebut dinilai cukup disayangkan karena atlet yang bersangkutan disebut memiliki peluang menyumbangkan medali. Persoalan administratif berpotensi memengaruhi kekuatan kontingen Surakarta apabila tidak segera mendapatkan kepastian sebelum batas akhir pendaftaran.

Tony mengatakan persoalan serupa juga berpotensi terjadi pada cabang olahraga lain. Namun, untuk memastikan status setiap atlet, KONI masih menunggu hasil komunikasi dengan pihak yang menangani verifikasi di tingkat provinsi.

Sejumlah data juga masih menunggu pembaruan dari Dukcapil maupun proses klarifikasi dokumen.

Baca Juga: Sukses Tumbangkan Persekabpas, Persis Solo Masih Cari Formula, Ricky Nelson Uji Banyak Opsi

Bagi KONI Solo, langkah ke Semarang menjadi bagian penting untuk memecahkan persoalan tersebut. Tony berharap pertemuan dan klarifikasi secara langsung dapat memberikan kepastian mengenai dokumen yang masih dianggap kurang serta alasan sejumlah data belum dapat disahkan.

“Besok Kamis kami akan klarifikasi sekaligus banding. Kami ingin tahu sebenarnya apa yang masih menjadi persoalan, karena dokumen pendukung sudah kami siapkan. Setelah itu baru bisa diketahui bagaimana status atlet-atlet yang masih tertahan ini,” kata Tony.

KONI Solo juga tidak ingin persoalan verifikasi berlarut-larut hingga mendekati pelaksanaan Porprov. Kepastian status atlet dibutuhkan agar masing-masing cabor dapat mempersiapkan komposisi terbaik sekaligus memastikan nama-nama yang berpeluang menjadi tumpuan medali bisa masuk dalam daftar kontingen Solo. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
atlet koni porprov